
Kania menunggu di luar RS.
Saat ini Sekretaris Jo dan Bule Lastri berada didalam menjalani Tes DNA.
Kania menghubungi Mommy dan Daddy, tak ada yang mengangkat. Mungkin karena Daddy sudah istirahat.
Sementara Kak Abi dan Mbak Kesya juga tidak ada jawaban mereka mungkin beristirahat karena rangkaian acara ngunduh mantu besok akan berlangsung dari Ba'da Dzuhur hingga malam hari.
Kania merasakan kecemasan juga.
Kania bolak-balik, mondar - mandir ga jelas selayaknya orang bingung.
Mommy menelpon.
"Kania Sayang, kamu kok sama Bule dan Jo belum pulang masih banyak yang harus dicek memangnya?" Suara Mommy membangun Daddy dan kini menatap wajah Mommy.
"Kania, Jo dan Bule Lastri lagi ada di RS Mom, ceritanya panjang." Kania tampak tak tahu harus bicara bagaimana.
"Dimana kirim alamatnya. Mommy dan Daddy akan segera Kesana." Mommy menutup panggilan telponnya.
Mommy bergegas turun keluar dari kamar dan berpapasan dengan Abi dan Keysha yang hendak kekamar Mom and Dad.
"Ayo segera kita ke RS!" Daddy mengajak keluarganya segera berangkat.
Dalam perjalanan tampak wajah Keysha menangis membayangkan takut terjadi apa-apa terhadap Bule Lastri.
Mommy menenangkan Keysha, mengatakan kita lihat dulu kondisi di RS karena Kania belum jelas mengatakan apa yang terjadi.
Sementara Abimanyu terlihat tegang saat menyetir begitupun Daddy disamlinganya tanpa suara menatap serius kedepan.
Kania segera menghampiri keluarganya yang datang.
Mommy yang memberondong Kania dengan sejumlah pertanyaan akhirnya dengan menghela nafas panjang terlebih dahulu Kania menjelaskan perlahan dengan rinci dan runtun menceritakan awal kejadian hingga mengapa mereka kini berada di RS.
Tentu saja mendengar penjelasan Kania membuat Daddy, Mommy, Abimanyu dan Keysha terperanjat dan berdecak kaget.
Kaget, Bingung, Perasaan tak menyangka sekaligus penuh harapan dan kecemasan.
Semua perasaan bercampur aduk menjadi satu.
Terlebih Keysha, Perasaannya begitu mengharu biru sekaligus khawatir.
Keysha membayangkan jika benar Sekretaris Jo anak Bule maka tentu Bule akan berbahagia dan semoga Jo bisa menerimanya sebagai ibu dan orang tua.
Namun jika Sekretaris Jo bukan anak Bule, Keysha takut Bule akan drop dan hilang semangat akan membahayakan bagi kesehatan Bule.
Mommy menghampiri menantunya yang ia tahu sejak dirumah wajah Keysha begitu cemas dan khawatir terutama terhadap Bule Lastri.
"Sayang, Sini peluk Mom, Kita doakan yang terbaik bagaimanapun nanti hasilnya. Apapun yang terjadi kita adalah sebuah keluarga. Ada atau tanpa hubungan darah." Mommy memeluk Keysha mencoba menenangkan menantunya dalam pelukannya.
Setelah itu Dokter keluar menyampaikan informasi agar keluarga menunggu hasil tes DNA, tidak akan terlalu lama.
__ADS_1
Sedangkan Kedua pasien kini sudah berada diruang rawat agar beristirahat dikarenakan kondisi keduanya yang syok dan lelah.
Mereka menunggu dengan perasaan cemas.
Selama 4 jam mereka menunggu dan belum ada yang menghampiri pasien.
Dokter memang sengaja memberikan obat karena melihat Pasien Ibu Lastri dan Tn Jonatan terlihan drop dan Dokter memberikan infus dan obat-obatan untuk mengembalikan kondisi tubuh pasien.
Ya mereka tentu syok atas apa yang mereka alami saat ini dan akan melihat hasilnya seperti apa.
Jo sendiri yang terluka punggungnya juga sekalian mendapatkan pengobatan.
Sementara Bule Lastri memang kondisi fisiknya menurun ditambah hal mengejutkan ini membuat kondisi tubuhnya lemah.
Untuk itu keduanya diberikan pengobatan dan saat ini pasien sedang tertidur.
Dokter menjelaskannya pada pihak keluarga.
Tepat saat setelah Adzan subuh berkumandang seorang Dokter menyampaikan hasil Tes DNA.
Tentu saja Daddy, Mommy, Kania, Abimanyu dan Keysha kini berada diruang Dokter tersebut akan mendengarkan jawaban dari hasil tes DNA tersebut.
Dokter memberikan surat hasil tes DNA tersebut kepada Daddy dan Mommy ikut membacanya.
Dokterpun menampilkan dilayar komputer dan memperlihatkan hasil tes dan perbandingan Sample keduanya.
Tiada airmata yang tak menetes dari semua mata yang menyaksikannya.
Ia begitu bahagia sekali akhirnya Bule Lastri menemukan putranya yang selama ini dirindukannya.
Keysha kini memiliki adik sepupu yaitu Jo.
Keysha merasa bersalah selama ini ia tidak mengenali Sekretaris Jo yang tidak lain adik sepupunya.
Kania memeluk Keysha kedua tampak menangis bahagia.
Abimanyu tampak berkaca-kaca. Teringat saat pertama kali pertemuannya dengan Jo dan hingga kini memang Jo yang selalu berada disisinya dalam keadaan apapun.
Abimanyu tidak pernah menganggap Jo sebagai bawahan atau pegawainya. Abimanyu menganggap Jo layaknya adik seperti kepada Kania.
Sedangkan Daddy dan Mommy perasaannya mengharu biru.
Kedua pasangan suami istri itu teringat saat kedatangan mereka pulang ke Indonesia dimana Abimanyu putranya terlihat bersama seorang anak laki-laki dan saat itu anak laki-laki itu memperkenalkan dirinya bernama Jonatan.
Mereka semua menunggu didalam ruang rawat inap dimana Bule Lastri dan Jo berbaring.
Mereka membantu kedua saat keduanya hendak duduk bersandar di ranjang rumah sakit.
Disamping Bule Lastri ada Mommy, Keysha dan Kania.
Disisi Jo ada Daddy dan Abimanyu.
__ADS_1
Bule Lastri menatap Jo dan begitupun dengan Jo sebaliknya menatap Bule Lastri.
Mommy memberikan kode kepada Daddy untuk berbicara kepada keduanya mengenai hasil Tes DNA yang mereka lakukan.
"Ehem." Daddy memecahkan suasana tegang dalam ruangan.
Dengan tarikan nafas Daddy memulai pembicaraannya
"Bu Lastri dan Jonatan. Kami tadi sudah dipanggil Dokter dan sudah dijelaskan mengenai hasil Tes DNA yang Ibu Lastri dan Jo lakukan." Daddy menjeda pembicaraannya.
"Alhamdulillah, Hasil menunjukkan Bu Lastri dan Jo memiliki tingkat akurasi 100% cocok. Artinya Kalian sedarah, Kalian adalah Ibu dan Anak kandung. Selamat Bu Lastri dan Jo." Daddy mempercepat penyampaiannya.
Sontak semuanya memeluk pada sisi masing-masing.Sedangkan Bule dan Jo saling menatap.
Jo bangun dari ranjangnya dibatuu Abimanyu karena Jo menggunakan infusan.
Jo mendekati Bule Lastri dan langsung bersimpuh dikaki Ibu yang selama ini ia pertanyakan.
Dengan kesulitan dan tergagap serta airmata mengalir deras dipipi Jo, berkata " Bu, maafkan Jojo selama ini tidak mengenali ibu, Maafkan Jojo selama ini tidak mendampingi Ibu disaat masa sulit ibu."
Jonatan atau Jojo menangis di kaki Bule Lastri.
Bule Lastri membangunkan Jojo berdiri dan memeluknya.
"Jojo, maafkan ibu yang tak mampu melindungimu, maafkan kesalahan dan dosa ibu yang tak mampu mempertahankanmu saat itu. Ibu berusaha mencarimu Jo, Ibu tidak diam saja, namun keadaan yang saat itu tidak mempertemukan kita Nak." Bule Lastri dan Jojo saling berpelukan.
"Tidak Bu, ibu tidak salah. Ini takdir dan Jojo ditakdirkan bersama orang-orang baik menjaga Jojo selama ini Bu. Terima kasih Tuan Besar, Nyonya Besar, dan Terima Kasih Tuan Muda dan Nona Kania. Terima Kasih Juga Nyonya Keysha." Jo menatap dan menyalami semua yang disebutnya.
"Pak Satria, Ibu Elisa, dan Nak Abimanyu dan Nona Kania, Saya atas nama pribadi sangat amat berterima kasih banyak. Karena keluarga Bapak Satria telah begitu sangat amat baik menerima, merawat dan membesarkan putra Saya hingga menjadi seperti saat ini. Maafkan atas segala kekurangan dan kelalaian Saya dalam menjaga putra Saya." Bule Lastri menyalami Daddy, Mommy dan Abimanyu dan memeluk Kania.
Mommy memeluk Bule Lastri sambil menyeka airmatanya.
"Bu Lastri, Tidak ada yang namanya kesulitan, Keberatan ataupun Kesusahaan. Saya dan Daddy ikhlas lillahi taala dalam merawat Jojo. Jojo anak yang baik, ia menemani dan menjaga putra saya Abimanyu hingga kini. Kami menganggap Jojo layaknya anak kandung kami." Mommg menangis namun masih berusaha menjelasksn pada Bule Lastri.
Kini semuanya menangis bahagia dan terharu.
Sesaat kemudian mereka sarapan bersama dan bersiap kembali kerumah tentu akan persiapan acara mengunduh mantu disiang hari.
Sungguh berkah dan kebahagiaan yang bertubi-tubi.
Indahnya kalau Allah punya Mau.
Takkan satupun yang bisa menyangkalnya.
Dua orang Ibu dan Anak yang terpisah puluhan tahun bisa dipertemukan dengan cara yang tak terduga pikiran manusia.
Maka jangan pernah ragu akan kebesaran dan kuasa Allah.
Jika Allah berfirman Kun Fayakun, Terjadi, Maka Terjadilah!.
...****************...
__ADS_1