Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam
Bab 70 Liana


__ADS_3

6 bulan belakangan Kania mengisi weekend nya dengan bermain golf dan Berkuda.


Seperti kali ini Kania sudah siap dengan kostum berkudanya.


Kania yang cantik tampak selalu memukau apapun yang ia kenakan.


Kania menikmati setiap hentakan kuda yang ia tunggangi.


Kania seolah mampu melepaskan segala sesak didadanya yang ia sendiri tidak mengetahui pasti apa penyebabnya.


3 bulan terakhir sosok Aditya gencar mendekati Kania namun seperti biasa Kania memilih bersikap biasa saja tanpa respon lebih.


Seperti hari ini Aditya juga berada di sana melihat Kania sedang asik memacu adrenalin dengan berkuda.


Aditya menyukai sosok Kania yang begitu menarik dan berbeda dengan wanita yang sering mendekatinya.


Tidak seperti perempuan dari keluarga konglomerat lainnya yang senang menghabiskan waktu disalon dan shopping milyaran rupiah hanya dengan sekali melangkah.


Aditya menemukan banyak hal menarik dari diri Kania.


Beruntung menurut Aditya karena ternyata ibunya adalah teman Mommy Kania.


Terlebih perusahaan Aditya di Amerika memiliki kerjasama dengan perusahaan Tuan Satria Nugraha yang tak lain Daddy Kania.


Aditya menghampiri Kania yang kini selesai sedang mengelus Kuda yang baru saja ditungganginya.


"Kania!" Aditya menyapa Kania dengan senyuman yang biasanya mampu meluluh lantakan para wanita.

__ADS_1


"Hai Dit." jawab Kania dengan template singkat.


"Bolehkan aku setelah ini mengajakmu makan siang bersama?" Aditya kembali berusaha tanpa mengenal menyerah.


"Terima kasih Dit atas ajakannya, tapi maaf aku tidak bisa. Karena ada janji menemui saudaraku." Kania menolak dengan cara halus.


"Well. it's ok. Mungkin lain waktu. Aku harap kamu menerima ajakan lunch bersamaku." Aditya dengan penekanan.


Kania hanya tersenyum ramah.


"Aku balik dulu ya Dit." Kania pamit meninggalkan Aditya dan cepat.


"Aku suka tantangan Kania. Tunggu saja ada saatnya kamubakan jatuh dalam pelukanku."


Aditya menatap Kania yang lebih dulu meninggalkannya.


Kania lelah dan keinginanya hanya mandi dan beristirahat di apartemennya.


Pukul 2 siang Kania merasakan lapar.


Kania ingat bahwa dari pagi ia tidak makan.


Kembali ke apartemen tandanya Kania kembali dengan jadwal makan yang tak teratur.


Kania membuka lemari esnya. Terlihat kosong tak ada makanan didalamnya.


Kania memutuskan untuk turun ke lobby apartemennya karena disana bangak restoran dan supermarket.

__ADS_1


Kania dengan pakaian casual cenderung santai melangkah memasuki area kuliner diapartemennya.


"Sorry!" seorang wanita cantik menabrak Kania.


"It's Ok." Kania membantu wanita itu memunguti kertas yang berserakan.


"Thank ya. Maaf saya terburu-buru." Wanita itu hendak bergegas pergi meninggalkan Kania.


"Tunggu!" Kania memanggil.


Wanita itu menolah kearah Kania.


Kania menghampirinya dan menyerahkan gantungan tas yang terlihat sudah usang terlepas dari tas wanita cantik itu.


"Terima kasih. Untung saja anda melihatnya. Saya akan sangat menyesal bila kehilangan benda ini." Wanita cantik itu memandang dengan tatapan dalam pada gantungan tas tersebut.


"Kamu penghuni apartemen ini juga?" Kania belum pernah bertemu sebelumnya.


"Perkenalkan Aku Liana, aku baru 2 minggu tinggak disini." Liana mengajak Kania berkenalan.


"Kania."


Kania mengetahui ternyata Liana adalah penghuni apartemen yang sama dengan dirinya.


Entah mengapa Kania kembali merasa mempunya teman wanita baru terlebih mereka tinggal digedung apartemen yang sama.


"Kapan-kapan kita jalan bareng ya, aku baru dijakarta belum tahu tempat-tempat menarik disini. Maukah kamu menemaniku Kania?" Pinga Liana sebelum pamit.

__ADS_1


"Dengan senang hati." Kania tersenyum pada Liana kawan barunya.


__ADS_2