
Bude Lastri ditemani Sekretaris Jo dan Kania mengecek persiapan akhir gedung acara resepsi ngunduh mantu besok.
Bude Lastri betul-betul telaten memeriksa setiap detail acara dan memastikan tidak ada yang kurang satu apapun.
Kania begitu takjub karena baginya sejak diadopsi Daddy dan Mommy langsung dibawa keluar negeru baru kali ini Kania menyaksikan langsung pernikahan dengan nuansa adat.
Kania begitu takjub dan terpukau dengan keunikan serta ragam budaya Solo.
Kania tanpa berseri melihat kekayaan budaya negaranya terutama Solo yang kini ia saksikan dideoan matanya.
Kania sempat mengabadikan setiap hal yang menarik hatinya.
Saat melihat para pemain gamelan berlatih Kania tampak memvideokan mereka.
Kania begitu senang bisa merasakan hal yang membuat dirinya bersemangat.
Kemudian sejumlah penari sedang gladi resik untuk upacara adat besok.
Kania tak henti mendokumentasikan semuanya dengan hati riang.
Bule Lastri menghampiri Kania, dengan tersenyum Bule Lastri mengatakan, " Ndok sini Bule Foto kamu."Bule menawarkan Kania berfoto.
Kania justru memanggil Jo untuk memfoto dirinya bersama Bule Lastri.
"Jo fotokan kami dong, aku mau foto berdua dengan Bule Lastri." Kania menherahkan kameranya kepada Jo.
Kania tampak senang sekali berpose bersama Bule Lastri.
Beragam Pose dan Gaya iya tampilkan mampu membuat Bule Lastri terhibur.
Kemudian Bule Lastri memanggil salah satu pegawainya meminta tolong difotokan.
Maka kini Sekretaris Jo, Bule Lastri dan Kania berfoto bertiga.
Kania tidak pernah kehabisan Gaya. Segala pose foto mereka bertiga begitu terlihat bagus dan ceria.
__ADS_1
Terutama saat pose Kania dan Jo memeluk Bule Lastri yang berada ditengah keduanya.
Tentu pose itu Kania yang mengarahkan.
Kania menunjukkan pose-pose mereka kepada Bule Lastri sambil mengarahkan kamera ke Bule Lastri untuk dilihatnya.
"Bagus-bagus ya Bule foto kita." Kania begitu bahagia melihat foto-foto tersebut.
"Iya Nak Kania. Bagus karena Nak Kania cantik dan Nak Jo ganteng. Kalo Bule penghias saja." Bule Lastri mengusap kepala Kania dan memegang lengan Sekretaris Jo.
Ketiganya asik menatap foto-foto mereka tampa sadar Sebuah papan terjatuh hampir mengenai Bule Lastri dan Kania.
Jo yang melihat reflek melindungi keduanya.
Alhasil Sekretaris Jo lah yang tertimpa papan panjang itu.
Segera semua membantu Sekretaris Jo berdiri.
Bule Lastri san Kania terkejut langsung membantu Jo.
Kania mengikuti nya sambil meminta pegawai menyiapkan kotak P3K.
Bule Lastri melihat bagian punggung kemeja Sekretaris Jo terkoyak dan ada bekas darah disana.
Kania menerima kotak P3K segera masuk menemui Bule Lastri dan Jo.
Jo diminta Bule membuka kemejanya karena luka berdarah tersebut berada dipunggung Jo.
"Nak Kania tolong bantu Bule bersihkan Luka Nak Jo, Bude mau ambil baju ganti dan membuat ramuan kompres agar tidak memar dan bengkak." Bule Lastri dengan wajah cemas segera segera mengerjakan yang ia sebutkan tadi.
Sepeninggal Bule Lastri Sekretaris Jo merasa canggung, karena ia bertelanjang dada didepan Kania.
Jo tahu kalau Kania canggung dan Risih melihat dirinya.
"Saya tidak apa-apa Nona, Saya kekamar mandi dulu mau membersihkan luka ini." Sekretaris Jo hendak bangkit agar Kania tidak perlu risih.
__ADS_1
"Duduklah Jo, biar aku membantumu. Lagipula luka ini berada dipunggung. Kamu tak akan mampu melakukannya sendiri. Jangan takut aku tidak akan macam-macam."Kania memasang pertahanan balik pada Jo.
Jo mengikuti perintah Kania. Jo tidak menjawab dan tak juga berani menoleh kebelakang.
Kania tepat berada dibelakang punggung Jo sedang membersihkan Luka Jo dengan rivanol.
Jo sedikit meringis perih, Kania melihat reaksi Jo yang kesakitan, reflek meniup luka tersebut sambil terus membersihkan luka Jo.
Hembusan nafas Kania dipunggung Jo membuat tubuh Jo meremang. Entah apa yang kini dirasakan dirinya.
Merinding dan Berdesir aliran darah Jo. Kania tidak mengetahui apa yang kini Jo rasakan.
Terlebih wajah Jo menghadap kedepan tentu tak terlihat oleh Kania.
Bule Lastri datang membawa rempah kompres dan baju ganti untuk Jo.
Tentu saja kehadiran Bule Lastri bisa menetralisir Debaran jantung Jo yang tidak lagi beraturan.
Bule Lastri tampak tertegun melihat sebuah tanda lahir melingkar di tengah punggung sekretaris Jo.
Bule Lastri mengusap matanya dan kembali membuka mata.
Namun benar bukan penglihatannya yang salah melainkan tanda lahir itu memang ada ditengah punggung sekretaris Jo.
"Bule, silahkan sudah Kania bersihkan." Kania sudah mengatakan hal itu sebanyak 2 kali.
"Maaf Nak Jo Bule akan berikan kompresan rempah agar lukanya tidak memar dan bengkak." Bule Lastri masih memperhatikan tanda lahir dari Sekretaris Jo.
"Maaf Bule, Saya jadi merepotkan Bule dan Non Kania." jawa Sekretaris Jo sungkan.
HP Kania berbunyi Kania pamit keluar menerima telpon dari Mommy.
Kini Tinggallah Bule Lastri mengobati Sekretaris Jo dengan ramuan buatannya.
...****************...
__ADS_1