Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam
Bab 20 Liontin


__ADS_3

Kania tengah menatap pemandangan bundaran HI dari jendela apartemennya.


Lampu jalan menerangi langit gelap pusat ibukota malam ini.


Kania menikmati pemandangan tersebut ditemani red wine kesukaannya.


Kania merilexan kepalanya.


"Kania semangat ya, pasti kalau kamu bersungguh-sungguh akan menemukannya."batin Kania membulatkan tekad.


Lamunan Kania terusik saat bunyi notifikasi cah di HP nya.


Jonathan


Kania enggan membalas pesan tersebut memilih kembali melayangkan pandangannya melihat keramaian jalan.


Kembali saat notifikasi email masuk di HP Kania.


Kania membukanya.


Ia membaca email masuk tersebut dengan seksama.


"Mereka ada disini. Aku memiliki seorang kakak? Apakah ini Ayah dan ibuku?" Banyak pertanyaan berkecamuk dikepala Kania tanpa henti.


"Apakah keputusanku tepat? Mungkinkah mereka akan mengakuiku setelah mereka membuangku ke panti asuhan!"


Raut sinis begitu tampak diwajah Kania.


Kania kembali meneguk minumannya.


Malam ini hanya itu yang mampu meringankan beban dikepalanya.


Kani memejamkan matanya.


Ingatannya kembali kemasa-masa kelam. namun menyenangkan baginya saat dipanti asuhan.


Airmata Kania tanpa terasa meleleh dipipinya.

__ADS_1


Selama ini Daddy, Mommy dan Kak Abi adalah keluarganya yang begitu menyayangi Kania.


Meski Kania hanya seorang anak angkat namun kasih sayang Daddy dan mommy tak terbatas pada Kania.


Kania bisa merasakan hidup layak, serba kecukupan, sekolah tinggi dan memiliki banyak kesempatan semata-mata karena kebaikan Daddy dan Mommy.


Kania memang mengetahui bahwa ia diadopsi oleh keduanya.


Hingga beberapa waktu lalu Kania memberanikan diri untuk meminta ijin kepada Daddy dan Mommy untuk mencari keluarga kandungnya.


Bukan maksud hati Kania ingin menyakiti perasaan orang tua angkatnya.


Beberapa waktu lalu Kania bermimpi. Mimpi tersebut terasa nyata dan berulang-ulang.


Sebelum kembali ke Indonesia Daddy dan Mommy memberikan No telp dan alamat panti asuhan tempat Kania berasal.


Adapun Daddy dan Mommy tidak mengetahui siapa orang tua kandung Kania.


Pemilik panti juga tidak mengetahui siapa orang tua Kania.


Karena Kania ditemukan di depan gerbang pintu panti asuhan.


Sebuah Kalung Liontin bergambar angel. Hanya itu yang bisa ia jadikan petunjuk.



Kania menatap pantulan dirinya dikaca apartemen sambil memegang kalung tersebut yang kini digunakannya.


Mata Kania menatap nanar sambil berkaca-kaca.


"Mengapa mereka membuangku?" Pertanyaan itu terus berputar dikepala Kania.


Kania merasa tubuhnya panas dan hanya berendam dibathup cara mendinginkannya.


Kania menikmati aroma terapi sambil merendam tubuhnya.


Dipejamkan matanya. Bayangan muncul di kepala Kania saat pertemuannya pertama kali oleh Daddy dan Mommy.

__ADS_1


Keduanya begitu baik dan hangat menerima Kania sebagai putrinya.


Kania tidak pernah sekalipun merasakan Daddy dan Mommy memperlakukannya sebagai anak angkat.


Daddy dan Mommy layaknya orang tua kandung yang begitu menyayangi Kania.


Kania juga kembali teringat saat pertama kali bertemu Abimanyu.


Bocah laki-laki berusia 10 tahun itu menyapa Kania dengan hangat.


Kakak begitu menyayangi dirinya.


Meski belakang sikap kakaknya berubah menjadi pendiam, dingin dan tatapan mata yang penuh kebencian dan kemarahan.


Kania begitu kesal jika mengingat peristiwa yang terjadi pada Abimanyu.


Betapa Daddy dan Mommy begitu sabar membantu Kak Abi bangkit dalam keterpurukannya.


Kakaknya yang ia kenal hangat, ramah, ceria dan penyayang seketika menjadi pendiam dan menarik diri.


Kania tidak bisa memaafkan saat mengetahui alasan perempuan itu membatalkan pernikahan dengan Kak Abi.


Kepulangan Kania ke Indonesia membawa misi dan tujuan.


Sering sekali Daddy memintanya untuk membantu Kak Abi mengelola perusahaan.


Kania berkali kali juga mengatakan bahwa kak Abi lebih mampu dan sangat handal. Kania juga memiliki passion lain yang sangat ingin ia wujudkan.


Namun dengan pencariannya kini akan siapa jati dirinya, sekaligus iya juga akan kembali mendekatkan diri dengan kakaknya terlebih Kania tahu Kak Abi sudah menikah.


Kania bersiap dan memastikan penampilannya. Ia ingin merilexan diri ke club sekedar melepas penat.


Ting Tong!


Bel apartemen Kania berbunyi.


Kania sekaligus akan keluar membuka pintu untuk mengetahui siapa tamu yang datang malam-malam.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2