
Keysha menuntut Bude Lastri keluar dari RS.
Beberapa hari yang lalu Bule Lastri pingsan hingga dibawa ke RS.
Keysha yang saat itu sedang di Toko seperti biasa, Langsung pulang dan membawa Bule Lastri kerumah sakit.
Bule Lastri satu-satunya keluarga yang iya miliki saat ini. walaupun Firman masih hidup namun seakan tiada bagi Keysha.
"Bule istirahat dikamar, nanti Keysha siapkan makanan agar bisa minum obat. Bule jangan banyak aktivitas dulu. Jangan capek-capek dan banyak pikiran, soal Toko ada Keysha yang akan membantu Bule, Bule beristirahat saja, agar Bule lekas sembuh."Keysha membantu Bule Lastri berbaring diranjang kamarnya.
Keysha hendak berdiri akan menyiapkan makanan dan obat Bule Lastri, namun tangan Bule Lastri menahan Keysha beranjak dari kamarnya.
__ADS_1
Bule Lastri menegakkan tubuhnya agar duduk dengan nyaman, sementara Keysha segera membantu juga mengingatkan Bule agar beristirahat sementara waktu agar kondisi bisa pulih.
"Bule audah tidak apa-apa Ndok." Bule Lastri tersenyum
"Yo jangan dipaksakan Bule, nanti tambah sakit." Keysha mengingatkan Bule Lastri.
"Key, bule boleh bicara sesuatu dengan kamu?" Bule Lastri memandang wajah keponakannya dengan tenang.
"Bule mau bicara apa dengan Keysha?" Keysha kini menatap wajah Bulenya menebak apa yang hendak dikatakan Bule Lastri kepadanya.
"Bule pasti sehat, pasti sembuh, Bule akan panjang umur. Bule hanya butuh istirahat jangan banyak aktivitas, soal toko serahkan pada Keysha Bule hanya tinggal mengawasinya." Keysha sedih saat Bule Lastri berbicara akan hal itu.
__ADS_1
Keysha membayangkannya saja tidak mampu apalagi jika harus kehilangan Bule Lastri.
"Bule perhatikan beberapa pria selama ini ada yang mendekatimu, ada pula yang meminta kepada Bule untuk menikahimu Ndok. Namun Bule paham statusmu dimata negara masih istri Nak Abimanyu. Namun setahun kamu dan Abimanyu berpisah tentunya menggugurkan status kalian sebagai suami istri dari segi agama. Karena kalian tidak lagi memberikan dan mendapatkan nafkah lahir dan batin yang merupakan hak dan kewajiban pasangan suami istri. Bude hanya meminta kamu untuk mengambil keputusan mengenai perkawinanmu dengan Nak Abimanyu, agar kalian bisa menata hidup kalian kedepannya dengan status yang jelas tidak menggantung seperti saat ini Ndok." Bule Lastri begitu hati-hati mengampaikan nasihatnya kepada Keysha.
"Keysha hanya enggan bertemu dengan Mas Abi bule, Keysha tidak mau teringat kejadian yang lalu, Lagipula mungkin saja Mas Abi sudah menikah dengan Claudia wanita yang dicintainya. Lagipula Keysha tidak berencana dan belum memikirkan soal pernikahan." Keysha menunduk saat menjawab pertanyaan Bule Lastri.
"Masalah tidak akan selesai Ndok hanya dengan kamu menghindarinya. Meski berat dan sakit akan kenangan masa lalu kamu harus berani menghadapinya. Kamu dan Nak Abimanyu menikah secara SAH baik agama mauoun negara. Meski pernikahan kalian berasal dari hal yang tidak baik dan tidak didasari cinta namun tidak menjadikan pernikahan kamu dan Nak Abi main-main. Ijab Qabul yang kalian lakukan bukan hanya berjanji pada manusia, namun lebih besar janji kalian kepada gusti Allah." Bule Lastri menasehati secara halus dan perlahan.
"Apakah Keysha harus menemui Mas Abi? Semakin besar kepala dia Bule." Keysha yang masih mengingat bagaimana kepribadian Abimanyu.
"Tidak ada istilah gengsi dalam perkawinan, baik istri ataupun suami memiliki kewajiban untuk menajaga keutuhan rumah tangganya kalaupun harus berpisah lakukan dengan baik-baik dan cara yang baik. Sehingga saat melangkah dengan jalan hidup yang baru langkahmu terasa ringan tiada beban dari masa lalu." Bule Lastri memberikan pandangan kepada keponakannya.
__ADS_1
"Keysha akan coba memohon petunjuk Allah Bule, agar Allah menuntun Keysha kejalan yang benar." Doa Keysha yang juga diaminkan oleh Bule Lastri.
...****************...