
Keysha dan Abimanyu bersantai dikamarnya menonton drakor favorit Keysha Bussiness Proposal.
Keysha yang begitu menyenangi drakor selama kehamilannya, mau tak mau Abimanyu sesekali menemani istrinya melihat drakor.
Memasuki usia kehamilan ke 7 bulan, Abimanyu sudah tidak lagi ngidam dan mual-mual.
Keysha justru kini yang semakin sulit tidur karena jika malam baby mereka sering bergerak-gerak.
"Ahh,,, Pasti bakal sekretaris ca bakal mukbang sama si soe young nih!" Keysha begitu histeris saat oemeran drakor akan beradegan ciuman.
Abimanyu menyangka Keysha memberikan kode kelada dirinya.
CUP
Ciuman ******* Abimanyi kepada Keysha.
"Mas Abi, Aku jadi ga lihat kan adegan mukbangnya." Keysha kesal karena ciuman Abimanyu menghalangi Keysha menantikan saat-saat si pemain beradegan ciuman.
"Mas pikir kamu ngode minta Mas cium kamu." Abimanyu dengan cengiran modus.
"Adegannya pasti romantis tahu, ah jadi ga lihat kan." Keysha masih kesal.
"Ya udah kita bikin adegan sendiri aja."
Abimanyu mengangkat alis matanya.
Selanjutnya dapat diartikan sendiri entah apa yang dipikirkan keduanya.
"Sayang Mommy tanya kapan kita mau mengadakan 7 bulanan sekalian pengajian." Abimanyu baru saja menerima telpon Mom saat Keysha sedang mandi.
__ADS_1
"Enaknya kapan ya? Aku coba hubungi Bule dulu, biar semua bisa ikut acara 7 bulanan." Keysha mau kekuarga hadir.
"Kalau begitu hubungilah Bule, nanti biar dijemput private jet saja." Abimanyu menyarankan.
"Mommy and Daddy kapan balik kesini?"
"Kira-kira seminggu lagi."
"Oh iya Mas, Bolehkah aku menundang temanku diacara 7 bulanan?" Keysha bertanya.
"Siapa?" Abimanyu segera mengerucutkan dahinya.
"Aku mau mengundang Mas Sigit, Kemarin saat ia nikahannya kita ga bisa hadir. Aku berniat menggundang Mas sigit dan istrinya hadir di acara 7 bulanan baby kita Mas. Boleh?" Keysha meminta izin Abimanyu.
"Heemm." Abimanyu singkat.
"Boleh?" Keysha memastikan.
Pagi ini Keysha mamasak rawon daging sebagai menu sarapan.
Tampak Kania membantu Keysha menghidangkan Sarapan mereka.
"Mbak ini apa yang bulet-belut?" Kania bertanya lada Keysha.
"Itu namanya Mendol, bahannya dari tempe. Coba deh."
Kania mengambil mendol dan mensesapkannya ke dalam mulut.
"Enak Mbak Key," Kania menikmati mendol kini kembali nyomot untuk kedua kali.
__ADS_1
"Semua makanan kamu bilang enak Kania, enak apa laper!" Abimanyu kini duduk di meja makan langsung meledek Kania.
"Emang enak Kak. Cobain deh!" Kania menawari Abimanyu.
"Makanya Kania kamu belajar masak, janvan makan aja. Kasian Jo kalo nikah sama kamu. Bisa mati kelaparan dia."
Keluarga memang sudah menyetujui hubungan Kania dan Jo namun Kania masih belum mau menikah. Kania masih belum siap.
"Tuh kan kesitu lagi. Aku belum siap nikah kak."
"Kapan kamu siap? Nanti Jo ditikung Liana lagi kamu mau?" Abimanyu sengaja menskak Kania.
"Kenapa mesti bahas si lampir sih. bete ih!" Kania sebel mendengar nama itu.
"Makanya Kania, mau ubah sedikit-sedikit kebiasaan kamu itu, walauphn Jo dan Bule Lastri menerima kamu apa adanya, kamu juga harus berusaha. Kamu akan menjadi istri, Masa Jo yang melayani kamu." Abimanyu menasehati Kania.
"Iya Kak, Kania akan berusaha belajar menjadi istri yang baik. Kak Key ajarin Kania ya." Kania meminta Keysha.
"Pelan-Pelan saja Kania, jang-an terburu-buru. Lama-lama kamu juga akan terbiasa dan punya cara sendiri dalam menjalani peran kamj sebagai istri. Karena setiap rumah tangga berbeda-beda tidak akan sama cara menanganinya." Keysha memberikan pangangan adik iparnya.
Kania meresapi nasihat Kak Abi dan Mbak Keysha mengenai tugas istri dan pernikahan.
Benar yang dikatakan kakak-kakaknya.
Kalau merasa belum siapa, kapan mau siap.
Kania juga tidak mau Jo berpikir ia main-main dalam hubungan ini.
Kania memikirkan lagi apakah harus disegerakan?
__ADS_1
...****************...