
Malam minggu malam yang panjang, Malam yang Asik buat pacaran.
Kania dan Jo menikmati malam minggu layaknya muda muda lain.
Mereka berdua memilih bioskop sekalian menuruti Kania ingin mengaksikan salah satu thriller film Marvel kesukaannya.
Daddy, Mommy ,Bu Lastri, Abimanyu dan Keysha mendukung dan merestui hubungan keduanya.
Bu Lastri bahkan siap kapan saja untuk melamar Kania sebagai menantunya, begitupun Dad and Mom yang sangat senang jika Kania segera menikah dengan Jo.
Masalah utama justru ada di Kania.
Kania bukannya ragu hanya Kania takut dan sering merasa belum siap.
"Kamu takut apa sih Kania, Lebih baik menikah jauh dari dosa!" Mom kala itu menasehati Kania.
__ADS_1
Jo sendiri sangat ingin segera menikahi Kania. Bahkan hal itu sudah diutarakan Jo saat pertama kali mengutarakan perasaannya pada Kania.
Namun Jo tak ingin mendesak Kania, Jo akan menunggu sampai Kania siap untuk menikah.
Kania dan Jo menikmati makan malam setelah lebih dari 2 jam 30 menit dibioskop.
"Jo, kamu serius mau menikah denganku?" meski pacaran Kania masih belum terbiasa memanggil jo dengan panggilan sayang.
"Kenapa kamu menanyakan hal itu. Aku bahkan yakin 100%." jawab Jo.
"Menikah itu ibadah seumur hidup. Ujiannya pasti banyak. Mungkin salah satu ujiannya adalah bosan. Namun bagaimana caranya agar hubungan itu tidak membosankan tentu ada berbagai macam cara. Buktinya banyak pasangan yang sudah berpuluh-puluh tahun bersama dan masih saling mencintai." Jo dengan penuh keyakinan.
"Aku pasti akan berubah Jo, fisikku, sifatku, wajahku. Bagaimana kalau kamu mencari lagi yang lebih baik dariku?" Kania dengan segala kecemasan yang ada dikepalanya.
"Sayang, adakah di dunia ini yang kekal? Siang tak selamanya berganti malam, Muda tak selalu bertahan berganti menjadi tua, hidup tak akan abadi tentu akan tiba saatnya mati. Lalu mengapa kita takut berubah. Kita semua pasti akan mengalami perubahan, tapi kita bisa menyesuaikan mengikuti perubahan itu sendiri." Jo dengan bijaksana memberikan pandangan kepada Kania.
__ADS_1
"Apakah kamu akan lelah menunggu aku jika aku belum siap menikah?" Kania kini seperti menuntut reaksi Jo.
"Jika kamu bertanya apakah aku mau segera menikah denganmu, jawabanku adalah ingin sekali. tapi aku tidak mau karena keinginanku menjadi tekanan bagimu. Aku mau kamu menikah denganku tulus dan ikhlas dari hatimu. Jadi aku akan segera menikahimu jika kamu sudah mengatakan siap aku nikahi." Jo menjawab segala kecemasan Kania.
"Aku siap Jo! Aku siap menikah denganmu. Tapi terima aku dengan segala kekuranganku. Aku tidak bisa masak, Aku yang tidak lemah lembut, Aku yang tak pandai berkata manis, Aku..." Kania terjeda saat Jo mendekatkan telunjuknya dibibir Kania.
"Aku mencintaimu karena apa yang ada didirimu. Bukan karena yang lain, Kania. Jangan cemaskan apapun. Karena Aku mencintaimu." Jo menegaskan.
"Kapan kamu akan melamarku pada Daddy and Mommy?" Kini Kania menantang.
"Katakan kapan kau mau, saat itu juga aku akan menemui Daddy and Mommymu." Jo dengan sigap menjawab tantangan Kania.
...Dari Abi Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Namun dari empat itu paling utama yang harus jadi perhatian adalah masalah agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat." (HR. Bukhari Muslim)....
...****************...
__ADS_1