
Hening tanpa suara.
Seketika kamar mewah hotel tersebut layaknya gua tanpa penghuni.
Keysha menatap kearah jendala menenangkan dirinya.
Abimanyu kembali merapikan pakaiannya.
"Key, kemarilah duduk. Mas Abi ingin bicara sesuatu dengan kamu." Abimanyu dengan tutur kata lembut.
Keysha menuruti Abimanyu namun Keysha memilih duduk berhadapan.
"Apakah kamu ingin bercerai dariku?"Abimanyu bertanya kepada Keysha.
"Tanyakan pada diri Tuan Muda, Bukankah Anda memaksa Saya menandatangi Surat Kontrak Pernikahan itu." Keysha masih kesal dengan kelakuan Abimanyu.
Keysha masih menatap jendela kamar hotel karena masih enggan menatap Abimanyu.
Keysha memang memikirkan bagaimana nasib kedepannya.
Keysha hanya mau ada kejelasan akan dirinya.
Keysha sudah menjalankan apa yang Abimanyu mau sesuai dengan kontrak pernikahan tersebut.
Abimanyu mendekati Keysha. Iya menyentuh lengan Keysha tentu membuat pemiliknya langsung pasang jaga-jaga terhadap tindakan Abimanyu.
"Keysha, apakah kita tidak bisa melupakan Kontrak Pernikahan tersebut?" Abimanyu langsung mengucapkan hal yang menjadi pertimbangannya selama ini.
Abimanyu merasakan kenyamanan dan kedamaian saat Keysha bersamanya.
Abimanya juga sadar sikapnya belakang menunjukkan rasa yang lebih dari sekedar hubungan profesionalnya sebagai boss dan sekretaris.
__ADS_1
Tapi Abimanyu sendiri masih ragu, karena pernikahan ini berawal dari sebuah jaminan dan kebencian Abimanyu terhadap firman ayah Keysha sebagai upaya balas dendam.
"Mas Abi mencintaiku?"Keysha menskak dengan pertanyaannya untuk Abimanyu.
Abimanyu tidak bisa menjawab pertanyaan Keysha.
Ia sendiri juga belum bisa menjanjikan apa yang saat ini dirasakannya.
"Sebaiknya Mas Abi tetap menjalankan Kontrak Pernikahan tersebut." Keysha merasa ada kekecewaan dalam hatinya.
"Bagaimana kalau kamu memberikan aku waktu berpikir?" Abimanyu mengajukan permintaan.
"Apa yang perlu dipikirkan Mas, bukankah kamu menikahiku hanya sebatas jaminan dan menuntaskan dendammu terhadap Papaku?"Keysha mengeluarkan unek-uneknya yang selama ini hanya mampu ia pendam sendiri.
"Kamu tahu tentang hal itu Key!"Abimanyu tak menyangka Keysha mengetahui soal dendam dirinya kepada ayah Keysha Firman.
"Aku akan memberikanmu waktu untuk memikirkannya. Namun aku meminta satu hal?" Keysha mengajukan syarat.
"Kita memang menikah sah secara agama dan negara namun dengan Kontrak Pernikahan yang kamu buat dan memaksaku menandatanganinya, maka hal itu tentu akan menjadi sesuatu yang harus kita jalani. Aku akan keluar dari rumah sampai kamu memutuskan akan bagaimana dengan pernikahan kita. Karena aku tidak mau melanjutkan pernikahan ini hanya dengan kebohongan." Keysha menjelaskannya pada Abimanyu.
"Apa kamu akan pergi dari rumah! Keysha jangan coba kabur, kamu masih istri Sahku. Tak akan kubiarkan kamu pergi!" Abimanyu sontak kaget dan marah mendengar yang Keysha katakan.
"Tak ada alasan untukku tetap bersama kamu. Pernikahan kita hanya hitam diatas putih. Tanpa cinta dan kasih sayang. Jangan membuang waktu. Kejarlah cintamu Mas. Aku tidak mau menjadi alasan dan membuang waktu dengan hal yang sudah jelas tentang kita. Mari kita selesaikan dan melanjutkan hidup kita."Keysha harus bisa mengambil keputusan. Karena Keysha ingin melanjutkan hidupnya dari pada bersama dengan Abimanyu yang tidak ada kejelasan.
"Apa maksudmu?"Abimanyu menatap Keysha tajam.
"Kembalilah bersama Claudia kekasihmu. Bukankah kamu masih mencintainya? Kontrak pernikahan kita sudah selesai. Saatnya kamu mencari kebahagiaanmu sendiri. Begitupun aku yang akan mencari kebahagiaanku." Keysha menatap Abimanyu.
Abimanyu tercengang mendengar Keysha menyebut nama Claudia.
Abimanyu sendiri bingung bagaimana perasaan hatinya terhadap Claudia dan Keysha.
"Aku masih akan tetap bekerja dikantormu Mas. Namun setelah aku memiliki pekerjaan baru ditempat lain, aku akan resign. Aku permisi pamit Mas." Keysha merasa pembicaraannya dengan Abimanyu sudah selesai.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Kania! Ia baru saja kemari dan ia bersedia kembali kerumah karena merasa nyaman dekat denganmu? Bagaimana jika Kania menanyakan kita?" Abimanyu mencari alasan agar Keysha tidak pergi.
"Aku menyukai Kania. Ia gadis yang baik dan penyayang. Kania pasti mendukung apapun keputusanmu apalagi jika menyangkut kebahagiaanmu. Jelaskan padanya yang sebenarnya. Kania pasti akan mengerti. Karena ia seorang perempuan." Keysha segera mengambil tasnya dan bersiap keluar kamar hotel.
"Kamu akan kembali kerumah Firman?"Abimanyu mencoba mencari tahu apa yang akan dilakukan Keysha setelah memutuskan keluar dari rumahnya.
"Ya, aku akan kembali, mereka keluargaku." Keysha hanya menjawab sekenanya karena iya sendiri tidak akan kembali kesana karena ia tahu 100 hari pernikahan dengan Abimanyu papa dan mama tirinya bahkan adiknya sinta sudah membuangnya tidak perduli akan dirinya yang sudah mereka jadikan jaminan membayar hutang.
"Mereka tidak menganggapmu keluarganya! Firman, dan ibu tiri serta adik tirimu tidak menganggapmu layaknya keluarga, apa kamu mau kembali ke neraka itu!"Abimanyu dengan kata kasarnya.
"Bukankah sama saja dengan mu, 100 hari pernikahan kita apakah pernah 1 hari kamu menganggap aku sebagai istrimu. Aku tidak lebih dari alat balas dendammu Mas Abi. Maka kalian semua sama saja!" Keysha dengan nada tinggi.
Abimanyu tidak membantah apa yang Keysha katakan.
Ia juga tidak bisa menjawab apapun mengenai perasaannya.
"Aku akan mengantarmu Key, ayo!"Abimanyu menggandeng tangan Keysha namun Keysha melepaskannya.
"Aku akan keluar lebih dulu. Jangan merasa tidak enak karena statusku masih istrimu. Aku tak akan menuntut apapun saat bercerai darimu. Hanya saja jangan lagi kamu mengganggu keluargaku, karena aku sudah membayar lunas hutang ayahku sesuai keinginanmu menikah denganku selama 100 hari. Maka lepaskan aku." Keysha keluar dari kamar hotel.
Abimanyu bingung harus melakukan apa. Abimanyu tak bisa menahan Keysha.
Abimanyu sendiri belum bisa meyakinkan dirinya apakah ia mencintai Keysha atau hanya obsesi akan dendam masa lalunya.
Abimanyu juga masih ragu apakah cinta itu masih ada untuk Claudia karena sakit dihatinya masih sama teringat perbuatan Claudia kepada.
Abimanyu tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
Ia tidak mengerjar kepergian Keysha.
Abimanyu berdiam diri dikamar itu dengan segala pikiran nya.
...****************...
__ADS_1