
"Mari Nona aku akan membantumu untuk berkemas." Jo hendak mengantarkan Kania ke apartemen dan berniat membantunya berkemas untuk pindah ketempat Abimanyu kakaknya.
"Kembalilah. Aku akan datang tapi bukan sekarang."Kania meminta Jo untuk pulang.
"Tapi tadi Tuan Muda meminta Nona untuk segera pindah kerumahnya." Jo rasanya tak rela jika Kania tiba-tiba batal menarik lagi ucapannya.
"Aku akan mengatakan sendiri pada Kak Abi. Pulanglah. Aku ingin sendiri. Aku ingin istirahat." Kania mengusir Jo secara halus.
Jonatan tidak bisa memaksakan diri untuk tetap disisi Kania.
"Baik Nona aku permisi. Jangan sungkan jika Nona membutuhkanku. Aku akan datang membantumu." Jonatan pamit pergi.
Kania tidak menjawab memilih meninggalkan Jo yang bergegas keluar apartemennya.
Jonatan menatap Kania yang tidak melepas dirinya membuat hati Jo sakit.
"Kania, tidakkah kamu tahu perasaanku padamu." batin Jo selepas keluar dari apartemen Kania.
Kania menerima kabar dari informannya bahwa Ayah kandungnya saat ini sedang sakit keras dan berada dalam kondisi kritis.
Kania ingin sekali melihat ayah kandungnya dan bertemu untuk mengatakan bahwa Kania adalah anaknya.
Kania sendiri bingung bagaimana ia harus melakukannya. Jika Ayahnya sendiri dalam keadaan kritis.
Kania takut keluarga baru ayahnya serta anak-anaknya apakah akan menerimanya.
Segala pemikiran ada dikepala Kania. Kania berjalan ke mini bar di sudut apartemennya meneguk minuman sebagai pelariannya.
Kania juga mendapat kabar bahwa laki-laki yang paling ia benci kini kembali bebas dan mencari dirinya.
Temannya di Amerika mengatakan pada Kania agar berhati-hati.
"Bajingan itu untuk apa kesini! Aku berjanji jika ia macam-macam padaku kali ini, aku tak segan akan membunuhnya!"Kania dengan rasa trauma berbalut dendam pada mantan pacar sekaligus pria yang telah melecehkan Kania.
__ADS_1
Seketika muncul bayangan itu dalam kepala Kania.
Muncul rasa takut dan cemas. Namun ia tidak bisa meminta tolong kepada Daddy, Mommy dan Kak Abi karena mereka tidak mengetahui apapun mengenai peristiwa malam itu.
Kaniapun tidak mau melibatkan Jonatan, Kania tidak ingin belas kasih Jonatan.
Kania duduk sambil menenggak entah sudah berapa banyak alkohol yang diminumnya.
Kania bimbang apa yang harus ia lakukan. Kepala Kania terasa mau pecah.
Kembali Kania membuka botol dan meminumnya.
Kania melakukan itu bingga ia tak sadarkan diri tertidur dalam keadaan duduk dikursi minibar.
Disisi lain Jonatan yang putus asa dengan sikap Kania seolah mengabaikan perasaannya.
Jonatan duduk disebuah club. Sekedar melepas penat difikirannya.
Jo bukan pemuda yang hobi ke club dan bukan pula pria yang senang lari dalam alkohol.
Tampak jelas Jonatan melihat pria yang hampir ia benci seumur hidupnya.
"Albert!" Jonatan mencoba memastikan pria yang kini bersama dua teman laki-laki yang duduk bersamanya.
"Untuk apa iya disini. Bukankah seharusnya ia dipenjara?"Jonatan mengetahui kalau Tuan Besar (Daddy nya Abimanyu) kala itu mengasingkan Albert mendekam dipenjara.
Pikiran Jonatan teringat Kania. " Kania, i hope you are fine dear." Jonatan berkata lirih.
Namun melihat sikap Kania padanya bagaimana mungkin jika Jonatan bisa terus berada didekat Kania untuk menjaganya.
Sedangkan Kania seakan enggan Jo dekat disisinya cenderung menghindarinya
" I won't let anyone including Albert hurt you." Jonatan mencengkram gelas minumannya.
__ADS_1
"Kupastikan kamu akan kembali kepenjara Albert. Jangan coba-coba kamu mendekati Kania." batin Jonatan menatap penuh kemarahan pada Albert yang sedang tertawa bersenang-senang dengan kedua temannya.
"Kania tidak perlu tahu Albert ada disini. Aku tidak ingin Kania kabur lagi pulang ke Amerika. Aku berjanji akan menjagamu dalam diam dan jauh agar kamu tidak merasa terganggu akan kehadiranku."batin perih Jonatan saat hati kecilnya berkata demikian.
Kania adalah cinta pertama Jonatan.
Jonatan yang bukan siapa-siapa kala itu berkat pertolongan Abimanyu ia mengenal Kania.
Saat Abimanyu membawa Jonatan bersamanya disanalah pertemuan pertama Jonatan dengan Kania.
"Kakak temannya Kak Abi ya?"Kania menyapa Jonatan yang saat itu ada dirumah Abi.
Jonatan selalu ingat senyuman itu. Senyuman Kania membuatnya jatuh cinta.
"Kakak jangan sedih, Kak Abi baik kok orangnya. Kakak namanya siapa?" Kania saat itu mengajak Jonatan ngobrol.
"Namaku Jonatan, panggil saja Jo." Jonatan membalas uluran tangan gadis cantik bernama Kania yang merupakan adik dari penolongnya Abimanyu.
"Jo jangan sedih ya, anggap aku temanmu. Aku Kania. Terimalah Jo, ini tanda kalo kita berteman mulai saat ini." Kania kala itu memberikan Jo Lolipop.
"Terima kasih Kania. Aku senang kamu menganggap aku temanmu." Jonatan menerima lolipop pemberian Kania.
Sejak saat itu Jonatan sering bertemu Kania.
Abimanyu juga merawatnya selayaknya kakak kepada adiknya.
Tuan besar (Daddy Abimanyu) dan Nyonya (Mommy Abimanyu) juga begitu baik kepada Jonatan.
Jonatan disekolahkan diberikan hidup yang layak.
Tamuan Besar dan Nyonya mempercayakan Jonatan untuk mendampingi Abimanyu.
Hingga kini menjadi sekretaris Abimanyu dan salah satu orang kepercayaannya.
__ADS_1
"Nona Kania memang tidak salah menganggap aku hanya teman. Aku yang bodoh dan tidak tahu diri. Harusnya aku sadar siapa diriku. Keluarga Nona Kania, Orang Tua dan Tuan Muda Abimanyu sudah sangat baik dan berjasa padaku." Jonatan menyadari siapa dirinya dan Kania.
...****************...