
"Sayang kamu sampai jam berapa?" Abimanyu menelpon Keysha yang sudah bosan dirumah menunggu istrinya yang masih diculik Mommy.
Keysha memberikan HP keoada Mommy karena Mommy tahu outra bucinnya yang menelpon.
"Bi, Mommy masih lama menculik istrimu. Kami masih akan shopping, kebetulan ada koleksi baru dari Hermes Mommy akan mengajak Keysha kesana." Mommy menutup telponnya tanpa Abi sempat menjawab.
"Mom, Mas Abi gapapa? Aku takut Mas Abi marah sama Keysha?" Keysha takut Abimanyu marah karena sehafian bosan menunggu dirinya.
"Kalo Abi marah lapir ke Mommy, biar sekalian Mommy culik kamu seminggu. Biar tahu rasa Abi!" Mommy senang sekali mengerjai putranya.
"Key, menurut kamu Kania dan Aditya bagaimana?" Mommy meminta pendapat Keysha soal Kania dan Aditya.
"Kania memang pacaran Mom dengan Aditya?" Keysha menanyakan status hubungan Kania dengan Aditya.
"Ya kamu tahu sendiri Key, Kania bagaimana orangnya. Semua dianggap teman, tidak ada yang serius. Mom tidak pernah mengatur jodih anak-anak Mom, siapapun mereka jika anak Mom mencintainya, dan pria itu mencintai Kania dengan tulus, Mom and Dad menyetujuinya." Mom menjelaskan.
"Ya kita serahkan semua pada Kania Mom, Kania tentu tahu mana yang terbaik bagi dirinya." Keysha mencoba memahami Kania dan menenangkan Mom.
Sementara Kania hanya diam tanpa kata selama diantar Aditya.
Keduanya sampai di gedung apartemen Kania.
"Kania, bolehkan aku meminta waktu untuk berbicara padamu. Aku hanya ingin mengobrol. Aku ingin berteman denganmu. Tolong kangan tolak aku." Aditya menghentikan langkah Kania.
__ADS_1
Kania yang merasa tidak enak karena terus menilak Aditya. Tiada salahnya Toh Aditya hanya mengajak berteman. pikir Kania.
Keduanya kini mengobrol di Starbuck yang berada dipelataran gedung apatemen Kania.
Kania mencoba melepaskan bayangan Jo yang ia lihat bersama Liana.
Kania berhasil dengan caranya selama ini dengan menghindari Jo dan kini Jo sudah bersama Liana.
Entah ada perih melihatnya. Namun Kania berpikir ini lebih baik.
Aditya memang pintar membuat nyaman perempuan. Aditya mampu membuat Kania tertawa saat Aditya membicarakan hal-hal yang menjadi hobby dan passion Kania.
Aditya merasa peluang dan harapannya kini ada agar bisa lebih mendekati Kania.
"Ehm,,, Boleh." Kania tersenyum.
Aditya menikmati senyuman itu dengan rasa bahagia.
Harapan besar dihati Aditya untuk terus berjuang mendapatkan Kania.
Sementara Kania tidak memiliki ekspektasi apapun.
Kania hanya ingin lepas dari bayang-bayang Jo yang tak pasti.
__ADS_1
Sementara Kania dan Aditya tertawa bahagia.
Jo yang saat itu mengantar Liana pulang ke apartemennya melihat Kania tengah bersama Aditya sedang tertawa bahagia disana.
"Jo mampirlah lah dulu ke apartemenku." Liana menarik tangan Jo.
"Maaf Li aku langsung pulang, ada yang harus aku kerjakan."
Jo segera berbalik pulang.
Liana melihat arah lirikan tajam Jo.
Liana melihat Kania bersama Kak Aditya sepupunya.
"Apakah Jo menyukai Kania?" Liana berpikir keras.
"Apakah Kania menyukainya? Mereka sejak kecil bersama, mudah jika memang saling menyukai. Atau mungki cinta Jo bertepuk sebelah tangan? Banyak pertanyaan dan spekulasi Liana mengenai Jo dan Kania.
Liana memilih masuk apartemen dengan membiarkan pemandangan Aditya dan Kania yang tengah. bercengrama bersama.
Sementara di apartemennya Jo menjatuhkan tubuhnya dengan kasar. Teringat saat Kania menerima tawaran Aditya mengantarnya membuat hati Jo kesal.
"Kania! kamu buat aku cemburu!" Jo mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
...****************...