Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam
Bab 55 Kania Jatuh


__ADS_3

3 hari yang Lalu keluarga Daddy Satria sudah sampai di Kota Solo.


Lusa Resepsi sekaligus unduh mantu Abimanyu dan Keysha.


Sejak kedatangan semuanya di Kota Solo suasana rumah Bule Lastri menjadi ramai dan ceria.


Terlebih semua sibuk menyiapkan acara tersebut.


Keysha dan Abimanyu sepakat ingin mengadakan resepsi yang sangat intimate.


Keluarga, Kerabat, Relasi dan Rekanan mereka menjadi tamu undangannya.


Sehingga tidak perlu dihotel berbintang nan mewah.


Mereka menggelar Resepsi Unduh Mantu di Griya Seni Javenir.


Tentunya pada acara tersebut akan mengusung budaya jawa khususnya Solo.


Kania begitu menyukai kota yang pertama kali ia kunjungi.


Suasana yang membuat Kania betah karena masih alami dan begitu asri. Kania merasakan kedamaian sejak datang ke kota ini.


Sudah 2 hari berturut-turut Kania memilih jogging sekaligus berjalan-jalan menjelajahi perkampungan sekitar.


Kania merasakan otaknya lebih fresh dan mampu berpikir jernih.


Kania belakang memikirkan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.


Meski Kini ia memang memiliki tanggung jawab sebagai Direktur namun Kania masih menjalaninya sebagai kewajiban bukan passion.


Daddy dan Mommy kelak akan kembali ke Amerika.


Kania sudah tenang Kak Abi sudah ada yang mendampinginya.


Kania merasa kini saatnya iya mengejar keinginan dan cita-citanya.


Pikiran Kania melamun entah kemana tanpa sadar Kania tersandung batu saat jogging.

__ADS_1


Brukkk!


Awww!


Kania baru sadar saat dirinya jatuh dengan lutut sudah berdarah.


Karena Kania saat ini memakai legging tak heran lutut Kania menjadi korban dicium langsung batu yang membuat Kania jatuh.


"Nona Kania gapapa?" Jo membantu Kania bangun.


" Ngapain kamu Jo pagi-pagi?" Kania melihat kearah Jo dengan kaki berjinjit menahan ngilu dilututnya.


Jo melihat luka dilutut Kania seketika jongkok dan memeriksa luka Kania.


"Nona Ayo kita pulang, obati luka Nona." Jo bangun segera mendekatkan badannya akan memapah Kania.


Namun kalah cepat Kania reflek menjauh dan membuat Kania kembali terjatuh.


Aduh!


Kania berteriak kali ini Kania jatuh duduk.


Namun Jo segera menurunkan Kania kira-kira 50 meter sebelum kediaman Bule Lastri dan meninggalkan Kania sendiri.


Kania menyelesaikan perjalanannya yang tinggal sedikit lagi dengan lutut berdarah dan bokong sakit.


Kania masuk ke halaman rumah.


Disana Ada Bule Lastri sedang menyiram tanaman bersama Mommy.


Tentu saja mereka segera bergegas membantu Kania.


"Nak Kania kenapa, walah ini lututnya berdarah, jatuh Nak?" Bule melihat lutut Kania berdarah.


"Kania lagi pula pagi-pagi kamu dari mana sih, itu kenapa bokong kamu, sakit juga. Ampun anak gadisku." Mommy melihat heran memiliki anak gadis sedikit bar bar walaupun wujud Kania sangat cantik mempesona.


"Hehehe Kania kayak nya ngelamun deh, laper kayaknya. Jadi oleng Bule, Mom." Kania masih sempat bercanda.

__ADS_1


"Hayuk, diobati dulu, nanti Bule periksa bokongnya ada yang salah urat atau enggak." Bule Lastri membantu Kania masuk dan akan mengobatinya.


Mommy geleng-geleng kepala mencemaskan putrinya mengikuti kedalam.


Jo melihat interaksi antara Bule Lastri, Mommy dan Kania dari balik pendopo.


Jo bukannya tega menurunkan Kania sebelum sampai rumah.


Jo hanya tidak mau tindakannya menolong Kania membuat Kania merasa tidak nyaman.


Jo paham betul kalau Kania begitu menjaga jarak dengannya.


Jo sering melihat Kania tidak menyukai kehadiran dirinya.


Jo hanya tetap memenuhi janjinya akan menjaga Kania meski dari jauh.


Lutut Kania sudah dibersihkan, kemudian diberikan obat dan ditutup plester.


Kini didalam kamar Bule Lastri Kania dan Mommy melihat Bule Lastri mengecek urat bokong Kania apakah ada yang salah urat.


Bule Lastri memang dikenal bisa pengobatan urut namun beliau memilih kelebihannya hanya untuk keluarga dan orang yang membutuhkan bukan sebagai mata pencarian.


"Nak Kania tahan sedikit ya, ini akan sakit, tapi harus dikembalikan agar tidak sakit seterusnya." Bule memberikan peringatan takut Kania kaget kesakitan.


Bule Lastri mulai mengurut bokong hingga pinggang Kania, benar Saja diurat yang dianggap bergeser Kania teriak.


"Bule sakit! Aduh!"


Mommy tidak tega namun itu cara terbaik agar Kania sembuh.


"Jangan cengeng Kania. Biar cepat sembuh." Mommy mengatakan pada Kania namun dalam hatinya tidak tega melihat Kania kesakitan.


Akhirnya kegiatan urut mengurut selesai.


Kania juga diberikan kompres ramuan di sekitar pinggang untuk mengurangi rasa sakitnya.


Kania merasa bokongnya jauh lebih baik dan tidak lagi sakit kalau dipakai duduk.

__ADS_1


Daddy yang diceritakan Mommy perihal Kania jatuh hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum terhadap kelakuan putri cantiknya.


...****************...


__ADS_2