Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam
Bab 66 Perjalanan Dinas


__ADS_3

Kania berada dikantor.


Menyelesaikan pekerjaannya dan beberapa dokumen yang harus Kania tandatangani sudah beres Kania selesaikan.


Kania akan berangkat nanti malam ke London dengan Jetpri milik Mommy.


Kania berdiri menghadap kaca diruang kantornya.


Menikmati langit sore disekitar Bundaran HI.


Kemacetan di Jakarta layaknya pemandangan biasa layaknya penghias kota yang wajib ada.


Kania menatap keluar dengan pikiran melayang entah kemana.


Ada rasa hampa dan kosong dalam dirinya.


Kania pribadi ceria dan bahagia jika terlihat dari luar.


Sesungguhnya Kania sering merasa kosong dan hampa dalam hatinya.


Kania terbayang lagi kedua kandungnya yang tak sempat iya temui.


Kania yang sejak sekolah dan besar di luar negeri sejak diadopsi Daddy dan Mommy maka disini tak ada teman yang bisa menemani.


"Sebaiknya aku kembali ke London. Paling tidak aku memiliki beberapa teman. Lagipula semua tujuanku disini sudah selesai." Kania gamang dengan langkahnya.


Kania menatap jam tangannya.


Sudah waktunya Kania berangkat.


Kania tak perlu repot-repot ke bandara.


Diatas tower perusahaannya terdapat landasan privat jet.


Kania keluar ruangannya yang akan ia tinggalkan selama 1 minggu.

__ADS_1


Kania menarik kopernya.


Kania biasa pergi kemanapun sendiri, namun beberapa minggu ini Kania berkumpul bersama keluarga dan terbiasa dengan suasana ramai, membuat perjalanan ini terasa sepi dan sedikit melow.


Tanpa terasa airmata Kania menetes. Untung Saja dalam lift hanya Kania seorang diri.


Kania melangkah keluar Lift dengan langkah gontai.


"Semangat Kania! Jangan cengeng!" Kania berbisik sendiri pada dirinya.


Menuju landasan privat jet Kania telah disambut pilot dan pramugari yang mempersilahkan Kania Masuk.


Pilot dan Co Pilot didampingi teknisi dan pramugari yang akan menemani perjalanan Kania kali ini.


Kania tidak terlalu fokus mendengarkan apa yang disampaikan oleh Pilot dan Co Pilot.


Kania terus menatap ke arah luar dari jendela pesawat.


"Mau minum apa Nona?"


"Apakah Nona butuh selimut?"


"Tidak. Terima kasih."


Kania masih memainkan HP nya membalas chat yang masuk tanpa memperdulikannya.


"Sepertinya yang dibutuhkan Nona seorang teman."


Kali ini Kania menatap suara yang sejak tadi mengganggunya.


Senyuman itu! Kania terkejut dengan keberadaan Jo dihadapannya.


Jo duduk disebelah Kania dengan santai.


Kania masih tidak mengerti untuk apa Jo disini.

__ADS_1


"Istirahatlah Nona, tampaknya anda lelah. Perjalanan kita maskh jauh." Jo duduk disebelah Kania melemaskan ototnya.


"Sedang apa kami di sini Jo?" Kania bertanya.


"Sementara Tuan Muda sedang cuti tentu Saya bertugas menemani Bu Direktur dalam perjalanan kali ini." Jo menjawab Kania disertai senyum simpul.


"Bukankah kamu masih diSolo? Lalu bagaimana Bule Lastri?" Kania tampak khwatir dengan Bule Lastri sendirian.


"Ibu baik-baik saja, beliau sehat dan titip salam untuk putri cantik yang dirindukannya." Jo menjawab santai.


Kania tersipu mendengar kata-kata Jo namjn Kania tetap berusaha biasa saja mengatur ekspresinya.


1 Jam perjalanan Kania memilib berdiam saja tanpa mengajak Jo berbicara.


Jo sebenarnya merasa tak enak. Jo sudab menduga akan seperti ini.


Permintaan Nyonga besar oada dirinya tentu tak enak jika Jo menolaknya.


Terlebih saat ibu tahu Jo diminta untuk mengantar Kania perjalanan bisnis Bule Lastri justru mengizinkannya.


Saat itu Bule Lastri mengatakan Kasihan Kania takut kenapa-kenapa nanti siapa yang membantunya.


"Bagaimana kalau Kania jatuh seperti waktu itu siapa yang membantu menggendong Kania?"


Perkataan ibu terngiang dikepalaku. Seketika aku menyadari saat itu ibu melihatku menggendong Kania saat Kania terjatuh.


Jo sadar Kania dengan segala traumatiknya tak akan mudah menerima dan membuka hati.


Ibu menguatkan Jo agar jangan menyerah tanpa berusaha sekuat tenaga.


Dengan bekal itulah Jo kembali mendekat kepada Kania.


Meski Jo tahu hal ini akan sulit mengingat Kania memasang tembok yang begitu tinggi.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2