
Abimanyu dan Keysha sedang mempersiapkan kamar Baby A dirumah baru mereka.
Abimanyu dan Keysha memang sepakat memiliki rumah baru agar disesuaikan dengan tumbuh kembang Baby A kelak.
Kini Keysha tampak membereskan beberapa keperluan Baby A dalam kamar tersebut dibantu Mommy, Bule Lastri dan Kania.
Sementara Daddy, Abimanyu dan Jo sedang mengecek hal-hal lain yang masih perlu diurus perihal rumah baru Abimanyu.
...Penampakan Ranjang Baby A...
"Sayang, apakah semua perlengkapan Baby A sudah komplit, Mommy takut masih ada yang kurang." Mommy sambil melihat lemari berisi pakaian Baby A.
"Sepertinya sementara cukup Mom, nanti kalau kurang baru beli lagi, takutnya mubazhir Mom." Keysha menjawab kekhawatiran Mommy.
Keysha berkata seperti itu karena segala persiapan perlengkapan Baby A dari yang besar sampai perintilan sudah lebih dari cukup.
Keysha justru bingung apakah akan bisa terpakai semua.
Namun itulah wujud cinta seorang nenek kepada cucunya.
"Key, minggu depan baby sitter Baby A akan datang. Bule sudah pilih orang-orang yang betul-betul profesional untuk membantu kamu menjaga Baby A." Bule Lastri memilih betul Baby Sitter yang akan membantu Keysha.
Bule Lastri sengaja mendatangkan langsung dari Solo, Bule Lastri tahu betul asal asul dan keluarga dari calon pengasuh Baby A.
Keysha menerima semua cinta dan kebaikan keluarganya dengan hati bahagia.
Keysha merasakan bahwa kelahiran Baby A adalah kebahagiaan semua anggota keluarganya.
"Sayang kehadiranmu membahagiakan semua anggota keluarga kita, sehat-sehat ya. Kami semua menantimu dengan cinta." Keysha dalam batin sambil mengelus perutnya yang kian besar dan mulai turun.
Kania begitu asik mendekorasi kamar keponakannya dengan segala pernak pernik dan mainan-mainan membuat suasana kamar Baby A begitu semarak dan ceria.
Keysha yang melihatnya begitu tersenyum haru. Betapa Keysha merasa Kania benar-benar adik kandung baginya.
Keysha selalu tak mampu menahan airmatanya.
__ADS_1
Kebaikan dan semua cinta kini yang Keysha rasakan seakan menebus segala kesedihannya dimasa lalu.
Kehidupan memang tak selalu berjalan mulus.
...Tuhan tak pernah janji langit selalu biru...
...Tetapi Dia berjanji selalu menyertai...
...Tuhan tak pernah janji jalan selalu rata...
...Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa...
...Mukjizat Tuhan ada saat hati menyembah...
...Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa...
...Mukjizat Tuhan ada bagi yang setia dan percaya...
...Tuhan tak pernah janji langit selalu biru...
...Tetapi Dia berjanji selalu menyertai...
...Tuhan tak pernah janji jalan selalu rata...
...Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa...
...Mukjizat Tuhan ada saat hati menyembah...
...Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa...
...Mukjizat Tuhan ada bagi yang setia dan percaya...
...Jangan pernah menyerah jangan berputus asa...
...Mukjizat Tuhan ada saat hati menyembah...
...Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa...
__ADS_1
...Mukjizat Tuhan ada saat hati menyembah...
...Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa...
...Mukjizat Tuhan ada bagi yang setia dan percaya...
...Jangan pernah menyerah, jangan berputus asa...
...Mukjizat Tuhan ada bagi yang setia dan percaya...
...Mukjizat Tuhan ada bagi yang setia dan percaya...
Teringat saat kepergian mamanya dulu dan berganti dengan kehadiran ibu sambungnya, Keysha teringat kesedihan dan kepedihan hidupnya.
Memiliki adik sambung yang tak pernah menganggap Keysha kakak membuat hatinya sakit saat itu.
Ayah yang semula menyayanginya berubah acuh dan mengabaikannya.
Kini,
Kesedihan itu berganti bahagia yang bertubi-tubi.
Meski jalan yang Keysha lalui tidak mudah.
Terima kasih Allah
Telah mengirimkan orang-orang baik
yang tulus mencintaiku dan menyayangiku.
Jaga meraka, Lindungi Mereka.
Bahagiakan nereka sebagaimana mereka membuatku bahagia.
Keysha kembali meneteskan airmata kebahagiaannya.
...****************...
__ADS_1