
Sore itu Kania sedang menatap taman belakang kediamannya dari balkon kamar.
Angin sepoy-sepoy membelai Kania yang kini terasa gersang hati dan fikirannya.
Kania pernah mengunjungi makan Ayahnya ditemani Mom dan Dad kala itu saat kedua orang tua angkat kembali ke Jakarta.
Mom and Dad memang berhati mulia bahkan sejak mengetahui kebenaran Kania memiliki orang Tua, Ibu Tiri, dan Saudara Tiri Baik Dad ataupu Mom terus menasehati Kania tetap mendoakan mendiang Ayah dan Ibunya serta bersilahturahmi dengan saudara seayahnya.
Dad and Mom adalah orang tua yang sebenar-benarnya orang tua.
Meski Allah tidak memberikan keduanya anak kandung karena memang Mommy divonis tidak dapat memiliki keturunan, namun Dad ikhlas menemani Mommy dan menguatkan Mommy.
Dad and Mom mengangkat Abimanyu dan Keysha sebagai putra dan putri mereka.
Tak akan ada yang percaya jika mereka adalah anak dan orang tua angkat.
__ADS_1
Dan and Mom begitu sangat menyayangi puyra dan putrinya begitu besar.
Bukan memanjakan namun mendidik mereka menjadi pribadi yang baik, mandiri, bertanggung jawab dan demokratis.
Mommy melihat pintu kamar putrinya terbuka dan melihat Kania sedang berdiri menatap ke taman dari balkonnya.
Mommy tahu persis apa yang dipikirkan putri cantiknya itu.
"Kania, are you ok baby?" Mommy merangkul putrinya.
Kania tak menyadari Mom masuk dan kini memeluknya.
"Sayang, kamu masih memikirkan mengenai kejadian waktu itu?" Mommy mencari kejujuran dengan menatap lekat mata Kania.
"Kania hanya sedih Mom, Dia menyebut ibu Kania sebagai pelakor dan menganggap Kania tak pantas mendatangi pusara Ayah. Selain itu Kania marah sikapnya terhadap Dad dan Mom tidak sopan."Kania begitu kesal mengingat pertemuan dengan istri Ayahnya saat Kania bersama Mom and Dad berziarah kemakam Ayah Kania.
__ADS_1
"Sayang, kita tidak bisa mengatur atau membuat orang lain suka dan menerima kita. Karena orang yang menyayangi kita tidak memerlukan penjelasan siapa diri kita sedangkan orang yang membenci kita selamanya akan menganggap semua yang kita katakan hanyalah kebohongan." Mom memberikan pandangan kepada Kania terhadap sikap ibu sambung istri Ayah Kania yang bersikap tidak baik mengetahui Kania adalah anak dari almarhum suaminya dengan wanita lain.
"Mom berpesan kepada mu Sayang, jangan lupa doakan Ayah dan ibumu karena saat orang tua meninggal hanya 3 perkara yang masih berkaitan dengan mereka dan tak terputus, 1. Amal Jariah/Sedekah, 2. Doa anak yang sholeh dan sholeha, 3. Ilmu yang bermanfaat." Mom memberikan Kania siraman kalbu agar hati Kania sejuk.
"Terima kasih Mom, Berkat Daddy dan Mommy Kania bisa hidup bahagia hingga kini tanoa kekurangan 1 apapun, Kania merasa Daddy dan Mommy adalah malaikat penolong Kania. Maackan Kania Mom sering membuat Dad and Mom sedih, dan mengecewakan Mom and Dad." Kania memeluk Mom sambil menangis terisak.
"Manusia tempatnya salah dan dosa, kadena itu adalah fitrah kita, tapi belajarlah dadi kesalahan berubah menjadi lebih baik dengan meninggalkan hal-hal yang membuat diri kita menjadi tidak baik. Masalah yang hadir pada hidup kita bukan untuk kita hindari dan membuat kita menyiksa diri sendiri sebagai pelampiasan ataupun pelarian. Masalah yang ada dan terjadi dalam hidup kita adalah ujian dari Allah, apakah kita mampu untuk naik tingkat menjadi manusia yang lebih baik. Mom berharap Kamu bisa menyikapinya dengan bijaksana. Jangan lari Nak, jangan jatuh dan merusak diri dengan hal tidak baik. Berdiri tegak, menatap kedepan, Masa lalu jadikan pengalaman, Masa Kini jadikan sebagai latihan dan persiapan untuk masa depan yang lebih baik." Mom memang ibu terluar biasa bagi Kania.
"Thank you so much Mom, Mom you are my everything . the light of my life, and I am so proud to have a mother like you." Kania memeluk erat Mom dengan linangan airmata.
Mom hanya mampu menganggukkan kepalanya begitu terharu terhadap kata-kata putrinya hingga air mata Mom tak dapat lagi dibendung.
Dad awalnya ingin masuk menemui putrinya, melihat Kania dan Istrinya dalam obrolan yang intens Dad memilih mendengarkan dari pintu membiar keduanya berbicara dari hati ke hati.
Melihat adegan didepan matanya, Dad tak bisa menutupi rasa harunya.
__ADS_1
"Semoga Tuhan menjaga dan memberikan kebahagiaan kepada putra dan putriku meskipun kelak aku tidak lagi mendampingi mereka." batin Dad berdoa untuk kebahagiaan putra dan putrinya.
...****************...