
Semua sangat menikmati hidangan malam ini dengan penuh sukacita.
Meja makan berbentuk oval itu tampak riuh ramai suara denting sendok dan canda tawa mereka.
Daddy duduk di tengah, Mommy berada di sebelah kanan Daddy, Kania berada disebelah Mommy dan Sekretaris Jo berada di sebelah Kania.
Sedangkan Sisi Kiri Daddy berada Abimanyu diikuti Keysha dan Bule Lastri.
Mereka begitu bahagia penuh suka cita sambil menikmati santap malam bersama.
"Makan atau kesambet Dek?" Abimanyu melihat Kania sudah menambah makanan.
"Sirik Aja!" Kania tanpa sungkan meneruskan makanannya dengan lahap.
Meski makan banyak sepertinya genetik tubuh Kania memang sangat bagus. Terbukti Kania tetap berbadan langsing meski PORTUGAL a.k.a Porsi Tukang Gali.
Daddy dan Mommy hanya tersenyum melihat Kania.
"Sayang, Apa kata Suami dan Ibu Mertuamu nanti, jika melihat makananmu segini banyak. Bisa mundur Sayang kamu jadi menantu." Mommy heran anak gadisnya makan lahap dan banyak tapi tidak gemuk.
__ADS_1
"Kania bakal cari suami dan mertua yang terima Kania yang banyak makan ini. Syukur-syukur Kania punya mertua seperti Bule Lastri, Masakannya enak, pinter mijit, wah Kania bakal happy banget." Kania asal ceplos kalo ngomong.
"Kania, Kania kok Mommy malu dengernya." Mommy hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar ucapan asal Kania.
"Andai saja bule punya anak lanang, wes Nak Kania Bule jadikan mantu, wong Bule seneng justru anak gadis apa adanya ga jaim."Bule Lastri membela Kania namun memang Bule Lastri senang dengan sikap Kania yang memang baik hati, apa adanya dan sayang betul dengan Keysha.
"Tuh Mommy," Kania merasa ada yang membelanya.
"Mudah-mudah ga batal yang suka sama kamu dek!" Abimanyu melirik Sekretaris Jo sambil tersenyum.
"Berarti orangnya ga tulus Kak Abi kalau begitu, Masa cuma karena makan Kania yang sedikit lebih banyak udah batal." Kania selalu punya jawaban akan obrolan bersamanya.
"Pusing Mommy sama kalian berdua. Jo silahan tambah makannya, jangan malu-malu nanti keburu kehabisan Kania." Mommy menawarkan Jo karena Jo mengambil makanan sedikit sekali.
Sekretaris Jo atau Jonatan memang bukan sekedar pegawai dan sekretaris bagi keluarga Daddy Satria.
Mommy dan Daddy sudah menganggap Jo layak nya anak dan adik teman Abimanyu. Karena Jo bersama mereka cukup lama.
Namun Jo tetap tahu diri dan tahu batasan siapa dirinya. Jo selalu menjaga perilaku dan sikapnya terhadap Daddy, Mommy, Abimanyu dan Kania.
__ADS_1
Salah satunya mengenai perasaan Jo terhadap Kania. Jo semakin menekan hatinya dan berusaha untuk tidak terlalu membiarkan hatinya mengharapkan Kania.
Jo sadar diri siapa dirinya. Mereka menganggap Jo seperti keluarga. Jo hanya tidak mau merusak hubungan baik yang terjalin selama ini.
Namun Jo selalu berjanji akan menjaga dan melindungi Kania meski sebatas hubungan pekerjaan dan keluarga.
"Iya Nak Jo, tambah makannya, apa kurang cocok dengan masakan solo?" Bule Lastri menawarkan kepada Jo.
"Bukan Bule, ini enak kok. Saya hanya sudah kenyang." Jo menjawab dengan sopan.
"Besok-besok Jo Kamu kalo makan jangan deket Kania, karena melihat gunungan makanan dipiring Kania memang membuat kita merasa kenyang duluan." Abimanyu kembali meledek Kania.
"Loh kok Kania yang yang dibawa-bawa? Kalo begitu besok-besok kamu jangan makan disini Jo, nanti jatah Nasiku berkurang karena kamu!" Kania mengkambing hitamkan Jo.
"Cih! Ga kebalik? Mommy bawa aja Kania ke Amerika, ada Kania stok Beras kita cepet habis! Abimanyu masih senang meledek Kania.
"Ga mau! Mending Kania ikut Bule Lastri ke Solo, Bisa makan enak terjamin, ga pelit kayak Mas Abi takut berasnya habis!" Kania memelet ke Abi kakaknya.
"Sudah, lanjutkan makannya. Jo jangan diambil hati ya ucapan Kania barusan." Daddy memberi pengertian Jo soal ucapan Kania yang asal ceplos.
__ADS_1
"Tidak Tuan Besar, Nona Kania hanya bercanda."Jo menanggapi sambil tersenyum melihat Kania yang asik menyantap makanannya.
...****************...