
Abimanyu membuka matanya.
Abimanyu mengeliat merenggangkan tubuhnya dengan malas.
Ia mendapati dirinya tertidur diranjang kamarnya.
Pakaian Abimanyu sudah berganti tidak lagi sama seperti semalam.
Abimanyu hanya ingat terakhir ia mabuk di club rekannya.
Namun selebihnya Abimanyu tak mengingat apapun.
Abimanyu menghela nafas panjang teringat akan Keysha.
Abimanyu mencoba meraih HP nya yang berada dinakas ranjang kamarnya.
Hendak berniat menghubungi Keysha.
Abimanyu membuka ponselnya disana panggilan tak terjawab sebanyak 5X dari Sekretaris Jo.
Segera Abimanyu menelpon balik Sekretaris Jo.
"Ada apa Jo?"Suara Abimanyu terdengar serak khas orang baru bangun tidur.
"Tuan Saya akan menemani Nona Kania keluar kota. Ayah Nona Kania meninggal Dunia."Sekretaris Jo menjelaskan.
Abimanyu tahu niat adik kesayangannya balik ke Indonesia dan mau membantunya diperusahaan pasti memiliki alasan.
Abimanyu menyelidiki hal tersebur tanpa sepengetahuan Kania.
"Aku akan menyusul. Sharelock segera!" Abimanyu mematikan HP nya segera ia bersiap menyusul Kania.
Abimanyi selaku menganggap Kania adik yang iya sayangi dan jaga.
__ADS_1
Abimanyu tahu pasti saat ini Kania sedang terguncang.
Kania bahkan belum sempat mengenal orang tuanya.
Sepanjang perjalanan Abimanyu memikirkan Kania.
Pikiran Abimanyu terbelah juga dengan memikirkan keadaan Keysha.
"Kamu dimana Sayang? aku merindukanmu."batin Abimayu menjerit perih.
Saat akan bersiap tadi Abimanyu masuk ke kamar Keysha.
Didapatinya barang-barang Keysha sudah tidak ada.
Abimanyu menatap Keysha meninggalkan semua pemberiannya.
Abimanyu meraih kotak cincin. Ia membukanya perlahan.
"Bahkan kamu enggan menyimpan cincin pernikahan kita." Abimanyu menutup kotak cincin itu dengan mata terpejam tak membiarkan airmatanya menetes.
Abimanyu kesal dan marah.
Surat itu dirobeknya hingga tak berbentuk.
Abimanyu tak mampu lagi menahan airmatanya untuk tak menetes.
"Aku benar-benar pergi meninggalkanku Keysha." Abimanyu berlalu dari ruang kerjanya dan bergegas menyusul Kania dan Jo.
Sepanjang perjalanan Abimanyu terus mencoba menghubungi Keysha namun nihil tak ada jawaban.
"Dasar bodoh kau Abimanyu!" Abimanyu teringat HP pemberiannya oun Keysha tinggalkan bersama barang lain pemberian Abimanyu dikamarnya.
Abimanyu mengutuki dirinya sendiri.
__ADS_1
Abimanyu berusaha mengontrol perasaannya karena akan bertemu Kania yang tentu membutuhkan support darinya sebagai kakak.
Abimanyu termenung, mengingat semua perjalanan pernikahannya bersama Keysha yang berlangsung selama 100 hari.
Abimanyu mengingat saat pertama kali bertemu Keysha bersama Firman si Berengsek serta ibu tiri dan adik tiri Keysha.
Abimanyu sadar bagaimana sikapnya selama ini dengan Keysha begitu kejam.
"Keysha maafkan Mas!" Abimanyu memegang kepalanya denga suara lirih.
Sopir Abimanyu melihat kondisi Tuan Mudanya dari kaca mobil sedang tidak baik-baik saja namun memilih diam agar tidak terkena imbas.
Terlintas dalam pikiran Abimanyu apakah Keysha kembali ke rumah Firman.
Namun Abimanyu paham betul seperti apa hubungan keluarga mereka.
Abimanyu berpikir panjang bagaimana Keysha diluar sana menjalani hidupnya, yang Abimanyu tahu Keysha tidak memiliki sanak famili.
Abimanyi mengusap wajahnya dengan kasar.
Berat kepala Abimanyu saat ini rasanya.
Memang penyesalan selalu datang terlambat.
Aku telah menyia-nyiakan berlian dan mengedepankan sakit hatiku akan dendam dan pengkhiatan terhadap Claudia.
"Mas memang bodoh Key, Mas mengabaikanmu dan terus menyakitimu."
"Semoga Tuhan masih berbaik hati kepada Mas untuk bisa bertemu denganmu meminta maaf atas semua perbuatan Mas kepadamu."
"Mas akan mengikuti apapun keputusanmu, jika memang itu membuatmu bahagia Key, Meski hati ini menyadari cinta itu ada untukmu, walau kini sudah terlambat."
Abimanyu meratapi kebodohan dan kebutaan mata hatinya yang tertutup dendam dan kebencian.
__ADS_1
...****************...