Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam
Bab 45 Makan Malam


__ADS_3

Suasana canggung begitu terasa. Hal yang sama juga dirasakan Kania dan Jo menatap kedua suami istri yang terpisah 1 tahun kini berhadapan tanpa berbicara dan saling menatap satu sama lain.


"Halo, masih ada orang nih." Kania menyadarkan keduanya dan membuat Abi dan Keysha salah tingkah.


"Mas Abi"


"Keysha"


Abimanyu dan Keysha kompak secara bersamaan saling memanggil.


Melihat pemandangan didepan matanya yang begitu uwu layaknya remaja dilanda cinta, Kania semakin menjadi-jadi.


"Cie sehati ya bisa bareng gitu ngomongnya. Berarti beneran Jodoh. Iya Kan Jo?"Kania kembali menyeret nama Jo dalam kesempatan kali ini.


Sekretaris Jo hanya tersenyum dengan kelakuan Kania.


"Kalo rindu peluk dong Kak Abi Mbak Keyshanya. Kata Dilan aja rindu itu berat, makanya biar ga berat rindunya disalurkan Mas Abi ke Mbak Keysha." Kania semakin frontal. Sungguh membagongkan.


Abimanyu dan Keysha hanya saling pandang dan tersenyum kikuk.

__ADS_1


"Mas Mbak Keysha ini salah satu peserta yang akan ikut pameran UMKM besok dari Javenir mewakili Kota Solo. Mbak Keysha selama ini tinggal di Solo ya?" Kania menjelaskan pasa Kak Abi sekaligus sengaja menanyakan tempat tinggal Keysha.


"Iya Kania. Mbak membantu Bule Mbak, Beliau sebenarnya Owner dari Javenir. Hanya saja kondisi kesehatan beliau yang kurang baik, makanya Mbak yang Mendampingin Tim selama pameran UMKM disini." Keysha menjelaskan sambil menatap wajah Kania karena Abimanyu tak lepas menatap dirinya tentu membuat jantung Keysha berdegup kencang.


"Wah berarti semingguan dong Mbak Keysha ada di Jakarta? Setelah pameran Mbak Keysha kembali lagi ke Solo?" Kania semakin memperdalam pertanyaannya.


"Iya dong bu Direktur. Mbak kan sekarang tinggal disolo bersama Bule Mbak, Menemani Beliau yang sedang sakit dan membantu mengelola Javenir." Keysha menggenggam tangan Kania dan senyuman seorang kakak selayaknya menjelaskan pada adik kecilnya.


"Aku boleh main ketempat Mbak Keysha di solo?" Kania langsung cepat sigap menodong Keysha.


"Boleh dong, sekakian nanti Mbak ajak muter-muter Solo buar kenal bagaimana Solo dan keunikannya." Keysha layaknya tour guide yang menjelaskan pada wisatawan.


"Kalo Mas Abi Kania ajak boleh ga Mbak?" Kania semakin berani menyelidiki.


"Mbak harus baik-baik sama Mas Abi, Perusahaan Mas Abi salah satu investor terbesar loh dalam penyelenggaraan kegiatan pameran UMKM ini. Kalo mau terima kasih langsung ya ke orangnya soalnya Kania ga terima jastip." Kania menggoda Keysha dengan kedipan matanya.


Keysha menatap Abimanyu dengan senyumannya.


Bohong jika dada Abimanyu baik-baik saja melihat senyuman Keysha.

__ADS_1


Darah, Otak dan Junior semua berdesir menegang bagi Abimanyu.


Ingin rasanya memeluk dan menghujani Keysha dengan ciuman.


"Saya sebagai peserta pameran betul-betul menyampaikan terima kasih kepada Pak Abimanyu karena telah memberikan kepada kami kesempatan besar bagi pelaku industri UMKM didaerah." Keysha bertutur kata formal pada Abimanyu walaupun susah payah Keysha mengeluarkan kata-kata tersebut.


"Mas tidak cukup dengan ucapan terima kasih. Bagaimana kalau kita makan malam bersama?" Abimanyu is back.


Kania dan Sekretaris Jo mendengarnya dengan perasaan bahagia.


Rasanya Kania pingin sekali berteriak dan loncat-loncat saat itu juga namun semua sebatas khayalan.


"Maaf Mas Abi, Saya harus kembali ke hotel." Keysha menolak.


Abimanyu melangkah semakin dekat dan berhenti tepat didepan Keysha. Abimanyu mengikis jarak keduanya. Hingga keduanya tentu bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.


"Bukankah menolak ajakan Suami termasuk dosa besar Sayang?" Abimanyu menundukkan wajahnya mensejajarkan dengan wajah Keysha.


Sukses Abimanyu membuat Keysha diam dan tanpa mampu menolak.

__ADS_1


Kania paham dengan situasinya dan pamit dengan 1001 alasan sambil reflek menggandeng Sekretaris Jo meninggalkan keduanya.


...****************...


__ADS_2