
Kania sengaja menunggu sampai selesai acara Technical Meeting tersebut.
Layaknya Kania yang senang dan bahagia, Sekretaris Jo juga menunjukkan hal yang sama.
"Nona bagaimana kalau kita memberi tahu Tuan Muda, pasti Tuan Muda senang." Sekretaris Jo masih belum menyadari apa yang sudah di lakukan oleh Kania.
"Ga perlu Jo, lagi pula biar saja Kak Abi dengan segala kegengsiannya. Toh Kak Abi juga tidak berusaha mencari Mbak Keysha selama ini, kerjanya hanya mabuk-mabukan dan bersenang-senang." Kania sengaja memasang tampang kesal menunggu reaksi Jo.
"Tidak benar Nona, Tuan Muda sebenarnya mencintai Nyonya Keysha. Tuan Muda pernah mencari namun ia tidak melanjutkannya karena merasa bersalah dan takut." Sekretaris Jo membela Tuan Muda karena ia tahu betul perasaan Abimanyu sejak dulu.
"Maksudmu Kak Abi? Mana mungkin!" Kania semakin memancing.
"Nona tahu saat malam terakhir sebelum Nyonya Keysha pergi meninggalkan rumah tanpa memberitahukan siapapun. Saat itu Tuan Muda mabuk-mabukan hingga pingsan namun mulutnya tak berhenti meracau tentang perasaan bersalahnya pada Nyonya Keysha, bahkan Saya dengar dengan jelas Tuan Muda Sayang dan Cinta pada Nyonya Keysha. Saat itu memang hari ke 100 pernikahan mereka dimana sesuai Kontrak Pernikahan yang Tuan Muda buat saat awal menikah mereka akan berpisah. Namun Tuan Muda telat mengatakan maksud hatinya untuk membatalkan saja Kontrak Pernikahan itu sialnya Nyonya Keysha sudah terlanjur pergi dan tak bisa dihubungi. Hingga Tuan Muda terpaksa melepas Nyonya dengan fikiran mungkin itu jalan kebahagiaan yang diinginkan bagi Nyonya Keysha." Sekretaris Jo menjelaskan duduk persoalannya kepada Kania
Kania mengetahui dengan jelas karakter Kakaknya terutama sikap dan perasaan Abimanyu terhadap wanita.
__ADS_1
Setahun Kania memperhatikan memang Abimanyu mengalami kekosongan dan kehilangan sosok Keysha disampingnya.
Namun sekali lagi, Kania paham betul Kakak nya adalah Pria paling gengsi seantero jagat raya. Hingga Abimanyu memilih bersikap seperti orang bodoh selama ini.
Kania memantapkan hatinya untuk menyatukan Kak Abi dan Mbak Keysha dengan segala cara.
Kania ingin melihat kebahagiaan lagi di hidup Kakaknya Abimanyu.
Kania sedih melihat Abimanyu selama ini layaknya mayat hidup.
"Jo kali ini aku butuh bantuanmu!" Kania menyeringai dengan senyum penuh siasat.
"Maksudnya Nona?" Jo menatap wanita yang selalu mampu membuat Jo tak berpaling dengan karaktek Kania yang cerdik dan tak terduga.
"Bantu aku menyatukan keduanya. Aku ingin Mbak Keysha tetap menjadi Kakak Iparku." Kania sudah memiliki banyak siasat dikepalanya.
__ADS_1
"Tentu Nona dengan senang hati. Akupun senang bila Tuan Muda kembali bersama Nyonya Keysha." Sekretaris Jo tak kalah bahagianya karena masa-masa suram ia menangani Tuan Muda kala mabuk dan jackpot akan berakhir.
"Daddy, Mommy tenang saja Kania akan bawa menantu Dad and Mom yang selama ini kalian rindukan sosoknya." batin Kania yang tahu betul kedua orang tuanya telah menyelidiki Keysha dan kagum dengan menantunya meski belum pernah ditemuinya.
Kania dan Jonatan melihat Keysha keluar Ballroom bersama Tim Javenir tampak sedang berbincang dengan santai dan ceria.
Kania dan Sekretaris Jo beranjak menghampiri Keysha tak mau membuang kesempatan yang ada didepan matanya.
Keysha yang sedang berbincang dan bercanda gurau bersama Tim Javenir terkejut dan menghentikan langkahnya menatap perempuan yang merupakan adik iparnya sekaligus adik yang ia rindukan.
Kania berjalan perlahan mendekati Keysha diikuti oleh Sekretaris Jo dan kini keduanya berada dalam jarak dekat.
"Apa kabar kakak iparku sayang? adik iparmu merindukanmu." Kania tanpa basa basi Kania memeluk Keysha, menyapa Keysha dengan sebutan Kakak Ipar, membuat Tim Javenir kaget begitupun Keysha.
...****************...
__ADS_1