
Keysha meminta tin Javenir untuk kembali duluan ke kamar mereka masing-masing.
Keysha tahu tatapan penuh pertanyaan menatap tertuju padanya.
Keysha membalas pelukan Kania keduanya melepas rindu.
Sekretaris Jo juga tak bisa menutupi betapa senang sekali bisa bertemu Keysha.
"Mbak jahat sama aku, masa pergi ga bilang-bilang." Kania menggandeng lengan Keysha.
"Kamu apa kabar Kania? Hebat ya sekarang. Aku jadi ngeri nih ada bu Direktur." Keysha sengaja mengalihkan pembicaraan.
Kania hanya merajuk menggandeng lengan Keysha dengan erat.
"Nyonya bagaimana kabar Anda?" Sekretaris Jo begitu formal bagaimanapun baginya Keysha masih istri SAH Tuan Muda.
"Keysha Jo, Aku bukan lagi Nyonya." Keysha tersenyum namun hatinya sedikit tercuil perih.
"Mbak Keysha sayang, mbak itu masih kakak iparku. Pokoknya titik!" Kania merajuk seperti anak kecil akan ditinggal ibunya.
Keysha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Kania.
__ADS_1
"Mbak Keysha tambah cantik aja sie, apalagi tadi pas pemaparan, duhhh aku saja perempuan sampai terpesona loh Mbak. Benar kan Jo?" Kania mulai melancarkan aksinya kini mengajak Jo dalam aksinya.
"Betul sekali Nona Kania, Nyonya Keysha terlihat berbeda hampir Saya tidak mengenali Nyonya, Nona Kania yang langsung beri tahu kalau ternyata benar Nyonya Keysha yang berbicara tadi." Sekretaris Jo langsung mendalami permainan Kania.
"Keysha Jo, Without Nyonya." Keysha kembali mengoreksi panggilan Jo pada dirinya.
"Mbak sekarang hebat ih, aku makin kagum sama Mbak Keysha. Besok Mbak ada kan selama pameran?" Kania mulai menyelidiki Keysha.
"Iya ada Kania. Kan Mbak mewakili Javenir dari Kota Solo." Keysha mengingatkan Bu Direktur yang sedang lengket dilengannya.
"Kalau begitu Mbak Keysha sekarang menginap dimana? Gimana kalo ke Apartement aku saja?" Kania langsung menawarkan, padahal ia sendiri sudah lama tidak ke apartemennya.
"Semua peserta pameran sudah disedia tempat tinggal bersama Tim. Jadi kamu tidak usah mengkhawatirkan Mbak." Keysha mengusap kepala Kania layaknya kakak pada adiknya dengan penuh rasa sayang.
Sekretaris Jo kagum dengan usaha Kania dan benar-benar gigih.
"Iya Nyonya kami berdua merasa kehilangan setelah kepergian Nyonya Keysha." Sekretaris Jo juga semakin semangat mendukung rencana Kania.
"Iya Mbak juga kangen sama Kania, Kangen banget. Jo Saya ga mau ngomong lagi deh sama kamu kalo masih panggil saya nyonya?" Keysha mencuil dagu Kania gemas dan pura-pura melotot karena Keysha tidak nyaman jika sampai ada yang mendengar ia dipanggil Nyonya.
"Mbak Keysha ga mau tanya kabar Mas Abi?" Kania sudah ingin buru-buru sampai tujuan dan ingin melihat reaksi Keysha.
__ADS_1
Keysha tertegun dengan pertanyaan Kania. Keysha sadar dengan kepergiannya ke Jakarta bersama Javenir akan ada kemungkinan kecil hal seperti ini akan terjadi.
Keysha tetap melangkah karena ia harus bisa bersikap profesional jangan karena persoalan pribadinya Javenir kehilangan kesempatan emas.
Namun Keysha hanyalah wanita biasa yang punya hati, dan hati Keysha bukan terbuat dari batu dan kaca, hatinya bisa terluka, sakit dan luluh lantah.
"Kok bengong sih Mbak Keysha, Aku tanya Mbak Keysha ga mau tanya kabar Mas Abi? Kangen ga sama Mas Abi?" Kania membuyarkan lamunan Keysha karena wajah Keysha langsung termenung saat Kania menyebut Mas Abi.
"Aku merindukanmu Keysha, Jangan Pergi Lagi!"
Abimanyu kini berdiri dihadapan Keysha.
Kedua mata mereka bertemu.
Tak ada satupun yang berkedip.
Kania dan Sekretaris Jo saling tatap dan melempar senyuman dari wajah keduanya, betapa senangnya Kania saat Kak Abi datang menemui Keysha disini.
Sambil menatap Jo Kania berbicara dalam hatinya " Jo langkah awal sukses, semoga rencana kita segera berhasil."
Jo yang menatap Kania dalam diam batinnya berkata " Kania, apapun yang bisa membuatmu bahagia aku akan selalu mendukungmu seperti kali ini aku pun berharap Tuan Muda bisa kembali bersama dengan Nyonya Keysha.
__ADS_1
...****************...