
Bule Lastri dan Jojo mengantar seluruh Keluarga Daddy Satria untuk kembali ke Jakarta.
Sementara Jojo oleh Mommy dan Daddy serta yang lainnya diminta untuk menemani Ibu Lastri agar bisa saling membangun Chemistry antara ibu dan anak yang baru disatukan Tuhan.
Abimanyu dan Keysha juga akan berbulan madu. Jadi tidak jadi masalah Jojo cuti sementara waktu.
Mereka berpamitan dan saling bersalaman.
Mommy memeluk Bule Lastri dan menepuk Jojo sambil mengatakan jaga ibu.
Kemudian Keysha dan Abimanyu sekalian ijin dan minta didoakan karena mereka akan berhoneymoon selama 2 minggu.
"Doakan kami Bule," Keysha memeluk Bule begitupun Abimanyu.
"Sehat-sehat dan Pokoknya cetak yang buanyak cucu buat kami. Ya Nak Abi?" Bule tersenyum pada Abimanyu.
Abimanyu cuma bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mengangguk pada Bule Lastri.
"Bule, Kania pamit pulang ya, Ah,,, Kania bakal kangen masakan Bule, Bule sering-sering ke Jakarta ya, Jo antar Bule ya." Kania memeluk erat Bule Lastri dan Bule Lastripun mengusap Kepala Kania dengan rasa sayang.
Entah mengapa melihat kedua wanita yang dicintainya saling menyayangi membuat hati Jojo hangat.
"Bakal rindu berat Bule sama anak cantik yang satu ini."Bule mencuit dagu Kania.
Akhirnya semua telah kembali keaktivitasnya masing-masing.
Bu Lastri kini menikmati Sarapan pagi bersama sang putra Jojo.
Bule Lastri begitu bersyukur karena Gusti Allah begitu baik kepada dirinya memberikan kesempatan yang sangat luar biasa, bagaikan mukjizat bagi Bu Lastri bisa bertemu lagi dengan putranya Jojo yang hilang.
__ADS_1
Tanpa terasa Bu Lastri menatap penuh cinta sambil menangis.
Jojo melihat wajah ibunya yang tersenyum seketika menangis langsung mendekat disisi ibunya. Jojo memegang tangan Bu Lastri dan khawatir terjadi sesuatu yang menbuat airmata itu membasahi wanita yang selama ini dicari Jojo.
"Bu kenapa nangis? Ibu sakit? Atau ada yang dirasakan? katakan pada Jojo Bu?" Jojo khawatir dan terus mencari jawaban dari tatapan ibunya.
"Jojo, ibu tidak sakit Nang, Ibu bahagia sekali. Ibu bersyukur Akhirnya ibu menemukan kamu. Bayi kecil ibu kini sudah menjelma menjadi seorang pria dewasa yang gagah dan tampan. Ibu bangga sekali padamu. Dan ibu sangat amat berterima kasih kepada Gusti Allah karena melalu tangan Tuan Satria dan Bu Elisa serta anak-anaknya Kami bisa menjadi seperti sekarang. Mereka keluarga yang baik Jo." Ibu Lastri menatap wajah putranya yang ia sayangi.
"Iya Bu, Jojo pun sangat amat berhutang budi kepada keluarga Tuan Besar, Nyonya Elisa, Tuan Muda Abimanyu dan Nona Kania. Mereka adalah orang baik. Sudah selayaknya Jojo terus berusaha membantu dan mengabdi kepada mereka, karena lewat tangan mereka Jojo bisa berkumpul bersama ibu." Jojo dengan airmata yang tak lagi mampu ia tahan.
Kini Bu Lastri mengajak Jojo masuk keruang tempat koleksi benda kerajinan dan membawa album foto yang tampak sedikit usang.
Bu Lastri membuka album tersebut dan menunjukkan foto dirinya dan ayah Jojo.
Disana juga ada foto almarhumah ibu Keysha tidak lain adalah Bude Jojo. Disana ada foto Keysha lengkap dengan ibu dan ayahnya, Firman.
Jojo menatap foto dengan perasaan haru.
Kini Allah menjawab doa-doa Jojo dengan diberika kesempatan bisa berkumpul dengan ibu tercintanya.
Bu Lastri kini mengajak Jojo kependopo rumah mereka.
Suasana sore disini begitu sejuk dan indah.
Bu Lastri membuat wedang jahe sebagai pelengkap menemani obrolan sore dengan putranya.
Baru beberapa hari Bu Lastri sedikit banyak bisa menilai Jojo seperti apa dan bagaimana.
Termasuk dengan sikap Jojo kepada Kania yang tak luput dari perhatian Bu Lastri.
__ADS_1
"Jo, kamu lama cuti tidak apa memang? Ibu senang kamu disini, namun kamu punya tanggung jawab di kantor. Apalagi Nak Abi sedang tidak ada ditempat. Tentu Kania akan repot disana." Bu Lastri mengingatkan akan tanggung jawab Jojo sekaligus membuka pertanyaan tentang Kania.
"Tak apa bu Tuan Besar dan Nyonya justru meminta Jojo untuk mendampingi ibu. Sejak Mbak Keysha rujuk dengan Kak Abi tentu ibu disini akan kembali sendiri. Apakah tidak sebaiknya ibu ikut Jojo ke Jakarta. Jojo sejujurnya khawatir dengan kesehatan ibu." Jojk memikirkan kesehatan ibunya.
"Ibu mau ikut kamu kemanapun Jo, namun seperti yang kamu katakan, Keysha sudah punya tanggung jawab. Tentu Ibu akan kembali mengurus Javenir. Karena Javenir bukan hanya sekedar bisnis tapi oenghiduoan banyak orang Nak. Ibu tentu harus bertindak masak-masak." Bu Lastri juga memikirkan Kelangsungan Javenir sepeninggal Keysha.
"Jojo akan bantu semampu Jojo, mengingat Jojo juga masih ada tanggung jawab dengan Kak Abi sebagai sekretarisnya Bu." Jojo ingin membantu ibunya mengelola Javenir namjn ia sendiri masih berstatus sekretaris Abimanyu.
"Jangan terlalu kamu khawatirkan, sebelum ada kejadian ini dan itu, Keysha dan Ibu audah mulai mendelegasikan Javenir kepada orang-orang yang kami anggap bisa menangani dan dipercaya. Insya Allah akan ada jalan bagi kita selama niat kita terus membantu orang lain." Bu Lastri dengan pandangan dan sikap hidup yang selalu berprasangka baik.
"Iya Bu, jika ibu perlu bantuan Jojo jangan sungkan-sungkan. Katakan saja ya Bu. Maafkan Jojo kalau belum bisa mendampingi Ibu di Solo. Semiga ibu mengerti dan Jojo akan selalu berdoa untuk kesehatan ibu. Sering-sering telpon Jojo ya Bu." Jojo memeluk Bu Lastri dengan keharuannya.
Makan malam mereka kini berdua dan tampak lebih sepi. Seketika Bu Lastri teringat dengan Kania.
"Jo ibu lihay makanan jadi inget Nak Kania. Ibu kok Yo seneng bener sama Nak Kania. Anaknya cantik, Baik, ga jaim, apa adanya. Ibu suka banget. Menurut kamu bagaimana Jo?" Bu Lastri langsung penasaran dengan jawaban putranya.
Jojo yang sedang menikmati makanan, tiba-tiba tersedak. Bu Lastri segera memberikan air keoada Jojo untuk meminumnya.
"Kalo kata bapakmu waktu makan tersedak berarti ada yang kangen Jo. Walah,,, Kamu sudah punya pacar Jo di Jakarta?" Bu Lastri semakin mendalam.
"Tidak Bu, Jojo tidak punya pacar. Jojo selama ini hanya sekolah kemudian kuliah dan bekerja. Begitulah Bu keseharian Jojo selama ini." Jojo menunduk dan meneruskan makannya.
" Kalo Nak Kania sudah punya pacar Jo?" Bu Lastri mencoba menyelidiki Kania melalui Jojo.
"Jojo tidak tahu juga Bu," Jojo menjawab singkat.
"Kalau menurut kamu Kania cantik ga? Ibu senang Loh kalau punya menantu seperti Nak Kania." Bu Lastri yang sudah gemas dengan jawaban-jawaban Jojo.
Kali ini Jojo tidak hanya tersedak tapi batuk-batuk. Bu Lastri bangun dari kursi membantu Jojo minum dan Menepuk punggung Jojo.
__ADS_1
"Ealah Le, kenapa jadi sering tersedak begini. Kamu gapapa?" Bu Lastri takut anaknya sakit atau ada apa-apa.
...****************...