
Keysha turun dari ojek online.
Keysha memasuki gerbang kediaman Abimanyu.
Sudah 2 bulan iya tinggal disini sejak menikah.
Keysha menyapa petugas keamanan rumahnya dengan ramah.
"Apa dia sudah pulang ya?"Keysha membuka pintu rumah dan disambut oleh asisten rumah tangga.
"Nyonya baru pulang. Tuan Muda sudah pulang Nyonya. Sekarang sedang berada diruang kerjanya." Asisten rumah tangga menyapa Keysha yang baru tiba.
"Terima kasih bik."Keysha segera menemui Abimanyu diruang kerjanya.
Dengan langkah perlahan Keysha mengetuk pintu.
Tak ada suara menjawab ketukannya.
Keysha memberanikan diri membuka pintu ruang kerja Abimanyu.
Perlahan didorongnya dan masuk kedalam.
Sepi tampak tidak ada Abimanyu disana.
Keysha memanggil Tuan Muda menuju toilet dalam ruangan itu.
Hampir sampai langkahnya didepan pintu toilet.
Seseorang memeluknya dari belakang dengan cepat.
__ADS_1
Keysha terkejut. Keysha reflek hendak melepaskan pelukan tersebut.
"Diam jangan bergerak!"Abimanyu meninggikan suaranya.
Keysha merasa kikuk dipeluk sedemikian rupa oleh Abimanyu.
Hatinya berdebar. Tak biasanya Abimanyu memperlakukan ia seperti itu.
"Tuan Muda, maaf lepasin Saya susah nafas."Keysha mencari alasan karena takut Abimanyu mendengar jantungnya yang berdebar kencang.
Abimanyu memutar tubuh Keysha.
Ditatapnya mata Keysha sambil tangannya membelai pipi istrinya.
"Darimana? Aku khawatir."suara Abimanyu perlahan.
Keysha sedikit mundur. Abimanyu mengikis jarak mereka membuat Keysha seakan sesak nafas menerima perlakuan tak biasa Abi.
"Saya tadi pulang dari kantor ke Gramedia. Mau membeli novel. Terus mampir sebentar minum kopi di Starbuck. Setelah itu pulang." Keysha menjelaskan detail mengenai dirinya.
...What?Dia asik jalan-jalan minum kopi, sementara aku seperti orang gila mencarinya kesana kemari.batin Abimanyu dengan kesal....
"Saya kasih kamu telpon untuk digunakan, bukan untuk koleksi!"Abimanyu kembali dengan mode juteknya.
Keysha mengecek HP nya, ternyata lowbat. Ia pun meminta maaf pada Abimanyu.
"Kamu baru kerja sehari sudah ga inget waktu, bukannya pulang malah keluyuran. Ga lihat sekarang jam berapa?"Abi semakin kesal dengan Keysha.
Keysha memutar tangan kanannya.
__ADS_1
"Dimana jam tanganku? Seingatku tak pernah melepasnya?" Keysha panik jam tangan pemberian Abimanyu kini hilang.
"Apa!jam tangan kamu hilang?Keysha,,, kamu ceroboh sekali! Kamu tahu tidak jam tangan itu berapa harganya? 1 Milyar!"Abimanyu kesal bukan karena harganya tapi ia merasa Keysha tidak memperhatikan pemberian tulus darinya.
"Apa! 1 Milyar."Keysha begitu terkejut, ia sama saja menghilangkan uang 1 Milyar.
"Tuan Muda, maafkan Saya ya, Saya betul-betul tidak mengetahui jam tangan tersebut hilang dan juga maafkan Saya telah menghilangkan pemberian Tuan Muda yang begitu berharga."Keysha meminta maaf dengan kesungguhan hatinya hingga tak sadar airmatanya menggenang.
Abimanyu tak menjawab, iya duduk di meja makan.
Keysha membuntuti suaminya dan berdiri disamping suaminya.
"Tuan Muda, maafkan Saya ya, Saya janji akan menggantinya, meski saat ini Saya tidak punya uang untuk menggantinya."Keysha menangis takut Abimanyu murka.
Abimanyu memalingkan wajahnya, ia tersenyum mendengar jawaban Keysha.
Tentu saja ekspresi tersebut tidak dilihat Keysha.
"Benar kamu akan menggantinya?"Abimanyu mulai muncul ide jahil.
"Benar Tuan Muda, Saya akan melakukan apapun yang Tuan Muda suruh dan perintahkan."Keysha langsung menyanggupinya karena takut Abimanyu semakin marah.
"Baik. Malam ini kamu harus menuruti kemauanku. Aku mau melakukan sesuatu yang menyenangkan bersamamu dikamar."Abimanyu mendekatkan suaranya pada telinga Keysha dan berbisik.
Keysha mundur terkejut dengan apa yang dikatakan Abimanyu.
Abimanyi tersenyum dengan penuh arti membuat Keysha takut setengah mati melihat ekspresi wajah Abimanyu.
...****************...
__ADS_1