Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Muda Kejam
Bab 74 Jebakan


__ADS_3

Kania masuk mencari keberadaan Liana.


"Kania" Liana melambaikan tangannya.


Kania menghampiri Liana.


Liana yang menunggu dirinya sedang duduk bersama dengan Jo.


Kania terkejut mengapa Liana mengajak Jo.


Kania pikir hanya dirinya dan Liana.


Jo juga tampak terkejut mengetahui kalau Kania yang datang.


"Mau pesen apa Kania?" Liana berusaha biasa saja tanpa dosa.


"Liana apa yang mau kamu bicarakan padaku?" Kania tanpa bass basi.


Liana juga ingin langsung to the point.


"Kania aku menyukai Jo sejak kami kuliah bersama. Apakah kamu mengizinkannya?" Liana menatap mata Kania.


"Liana apa-apan kamu." Jo kaget dengan apa yang Liana katakan didepan Kania.


"Jo, kamu tahu kalau aku menyukaimu. Aku hanya ingin mengatakannya di depan Kania, agar kedepannya kamu dan aku bisa dengan nyaman bersama." Liana menjawab.


"Kamu tak perlu izin dariku. Hubungan ku dengan Jo hanya sebatas pekerjaan. Lagipula Jo Sekretaris Kakakku, kami tidak sedekat itu. Bukan hakku memberikan izin kepada Jo. Karena Jo bukan siapa-siapa bagiku. Maaf ada lagi yang ingin kalian samapaikan? Oh iya selamat ya semoga kalian bahagia. Jangan sungkan main ke kantor, ajak pacarmu Jo. Baiklah aku permisi dulu." Kania pergi meninggalkan keduanya.


"Kania, tunggu!" Jo hendak bangkit namun Liana menaham sekuat tenaga.

__ADS_1


"Liana, aoa maksud kamu seperti itu!" Jo meninggikan suaranya.


"Kamu tahu aku mencintaimu, mengapa kamu malah mengejar Kania, dia tidak mencintaimu Jo!" Liana meninggikan suaranya.


Kania berlari menahan sakit dihatinya, berjalan cepat meninggalkan tempat yang semestinya tidak ia datangi.


Kania berjalan tanpa memperhatikan sekitarnya.


Brakkkk!


Tubuh Kania menabrak seseorang dan membuat Kania kehilangan keseimbangan.


Tangan kekar meraih pinggang Kania dan menarik tubuh limbung Kania dalam dekapannya.


"Kania!"Aditya menangkap tubuh Kania.


Jo langsung mengejar dan meninggalkan Liana dengan segala pikirannya.


Matanya tertuju melihat Kania berada dipelukan Aditya.


Jo menghampiri mereka.


"Kania tunggu! Aku bisa menjelaskan padamu!" Jo reflek menarik tangan Kania dari pelukan Aditya.


"Jangan kasar Jo, sedang apa kamu disini." Aditya mengcengram tangan Jo menahan agar tak meraih Kania.


"Aku mau berbicara dengan Kania. Kania ikut aku." Jo kembali berusaha meraih Kania.


"Cukup!" Kania berteriak.

__ADS_1


"Urus kekasihmu sendiri. Jangan libatkan aku dengan hubungan kalian. Adit, tolong antar aku pulang. Aku muak melihat pasangan sok pamer ini!" Kania berjalan melewati Jo dan tentu Aditya mengikuti Kania.


"Jo," Liana mengejar Jo yang pergi begitu saja meninggalkannya.


Aditya menanyakan kepada Kania apa yang terjadi.


"Tanyakan pada sepupumu Liana. Dan katakan padanya aku tidak perduli dan Liana tak perlu khawatir karena Jo bukan siapa-siapa bagiku! Terima kasih sudah mengantarkan aku pulang." Kania keluar mobil segera masul ke gedung apartemennya.


Aditya tersenyum. Paling tidak tahap awal berhasil.


Aku akan terus disisimu Kania hingga kami jatuh cinta pada Aditya Pratama.


Telpon Aditya berdering


"Bagaiman?"


"Jo marah padaku, ini tidam sesuai rencana!" Liana membentak kesal.


"Slowly but sure, girl. Temui Jo dikanto?rnya besok, Aku akan mampir menemui Kania. Semua akan berjalan baik. Percayalah."


Aditya tersenyum puas.


Sedikit demi sedikit rencananya memiliki Kania akan segera terwujud.


Kania aku tak sabar memiliki dirimu.


Aku akan bermain cantik tak seperti Albert,


Aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku.

__ADS_1


Senyuman Aditya mengantarkannya seiring mesin mobil yang kembali dinyalakan.


...****************...


__ADS_2