
"Masa sih mereka sampai segitunya cuma ingin hidup bergelimang harta, masa mereka mau mengaku-ngaku menjadi anak dari dokter itu" tak percaya ku kala mendengar jawaban nenek.
"Mereka itu bisa melakukan apapun demi harta, mereka sudah gelap mata maka dari itu kau harus segera kembali ke dalam raga mu dan langsung katakan kalau kau itu anaknya, mereka pasti akan percaya, tanpa mereka sadari wajah mu dengan wajah ayah mu itu sangat mirip, mereka pasti percaya kok, nenek yakin itu" jawab nenek itu.
"Nenek siapa namanya?" tanya ku penasaran.
"Nenek Sumbi" jawab nek Sumbi.
"Nenek kenapa mereka masuk ke dalam rumah itu, mereka mau apa?" tanya ku semakin penasaran.
Tak ada jawaban yang terdengar di telinga ku.
Aku melirik ke samping yang kosong.
"Loh kok nenek Sumbi hilang sih, pergi kemana dia, apa dia sudah kembali ke alamnya, yah aku kan masih belum selesai bertanya kok main ngilang aja" kata ku.
"Aku penasaran tau kenapa mereka semua di perbolehkan untuk masuk ke dalam, aku harus ke sana, aku harus lihat apa yang akan mereka lakukan pada orang tua ku, tak akan aku biarkan mereka mengaku-ngaku sebagai diri ku dan ingin mengambil ayah dan ibu ku dari ku, tak akan aku biarkan itu terjadi" kata ku lalu melangkah memasuki rumah itu.
"Mama aku ini anak mama" kata gadis berkuncir dua yang tengah mengaku-ngaku menjadi diri ku.
"Iya Bu Pak, ini anak kalian yang hilang sekitar 17 tahun yang lalu, saya menemukan anak ini di pinggir jalan" kata ibu gadis berkuncir dua.
"Jangan percaya ma, aku ini yang anak mama, dia itu pembohong" kata gadis berambut panjang.
"Iya Bu yang ini yang asli, ibu jangan percaya sama anak ini, dia itu pembohong" kata ibu gadis berambut panjang membela anaknya.
"Dia juga pembohong Bu yang ini yang asli, ibu jangan percaya sama mereka berdua" kata ibu gadis berkaca mata.
"Iya ma, aku anak mama yang hilang, mama harus percaya sama aku" kata gadis berkaca mata.
Hana dan Kevin bingung harus percaya pada yang mana.
"Begini saja kalian bertiga ini tes DNA saja, biar kita tau yang mana yang asli anak saya" kata Kevin agar semuanya jelas.
Mereka semua diam saat mendengar hal itu.
__ADS_1
"Bagaimana kalian setuju?" tanya Hana yang melihat mereka semua yang tiba-tiba diam.
"Pa aku ini takut banget sama darah, aku gak mau melihat darah" kata gadis berambut panjang beralasan semoga terbebas dari tes DNA yang Kevin ingin lakukan.
"Iya pa aku juga takut" kata gadis berkaca mata.
"Aku juga takut pa, papa jangan tes DNA ya, aku ini gak bohong pa, aku beneran loh anak papa sama mama" kata gadis berkuncir dua.
"Tidak bisa, kalian harus di tes DNA biar kita tau siapa anak kita yang asli, kalau tidak pakai tes DNA, pasti akan ada banyak yang mengaku-ngaku sebagai anak kita nantinya" kata Hana tegas.
"Ish dasar tukang mengaku-ngaku kalian ini, bukan siapa-siapa mama sama papa aku, jangan ngaku-ngaku, lihat aja, aku akan buat kalian semua jera mengaku-ngaku sebagai orang lain" kata ku yang sungguh tak terima melihat mereka semua yang terus mengaku-ngaku menjadi diri ku.
"Gimana kalian mau?" tanya Kevin sekali lagi.
Mereka semua diam tak bergeming.
"Kalau kalian tidak mau, berati kalian memang bukan anak kami" kata Hana.
"Aku beneran kok anak mama sama papa, aku mau deh di tes DNA biar mama sama papa percaya kalau aku anak kandung kalian" kata gadis berambut panjang.
"Aku juga" kata gadis berkuncir dua.
"Ayo kalian ikut ke ruangan saya, saya akan ambil darah kalian untuk di tes kebenarannya" kata Kevin.
Mereka bertiga mengikuti Kevin sedangkan ibu-ibu kandung mereka ketar-ketir takut ketahuan.
Waktu berlalu tes DNA selesai di lakukan, Kevin melihat hasil dari tes yang telah di lakukan.
"Gimana pa hasilnya, kalian percayakan kalau aku anak kalian yang hilang" kata gadis berambut panjang percaya diri.
"Hei kau jangan mengaku-ngaku, aku yang anak papa sama mama yang asli, bukan kau" kata gadis berkuncir dua tak terima.
"Kalian jangan ngaku-ngaku, aku yang anak kandung mereka" kata gadis berkaca mata.
"Gimana pak hasilnya?" tanya ibu gadis berambut panjang.
__ADS_1
"Tidak cocok, kalian bukan anak saya yang hilang" jawab Kevin tegas.
"Gak mungkin, aku ini anak papa, papa harus percaya itu" kata gadis berambut panjang menolak fakta yang sebenarnya.
"Masa sih pa, aku ini beneran anak papa loh" kata gadis berkuncir dua.
"Aku gak bohong pa, aku ini beneran anak papa sama mama" kata gadis berkaca mata.
"Kalian jangan bohong lagi, jelas-jelas tes DNA ini tidak cocok, kalian jangan mengaku-ngaku sebagai anak saya, satpam usir mereka" suruh Kevin yang sudah naik darah.
"Baik pak" jawab satpam.
"Ayo pergi dari sini, jangan ganggu tuan sama nyonya lagi" kata satpam tak bersahabat.
"Pa aku ini beneran anak papa, papa harus percaya" teriak gadis berambut panjang.
Satpam menarik paksa mereka semua untuk keluar dari dalam rumah.
"Pa aku ini beneran anak kala dan mama, papa harus percaya, tes itu salah" teriak gadis berambut panjang tak menyerah.
"Sudah jangan berpura-pura lagi, jelas-jelas kalian itu bukan anak nyonya sama tuan, kenapa sih kalian mengaku-ngaku sebagai anak tuan dan nyonya yang hilang selama ini, kalian ini mau mengambil kesempatan dalam kesempitan, dasar tidak tau diri" hina satpam itu yang tak habis pikir dengan jalanan pikiran mereka.
"Ishh berisik kau itu" kata ibu gadis berambut panjang tak terima.
Dengan cepat satpam itu menutup pagar rumah lalu menguncinya agar mereka semua tidak bisa masuk.
"Jangan kembali lagi" kata satpam tegas lalu meninggalkan mereka yang sudah sangat kesal.
"Arrrrgghh kita gagal, kenapa sih pak Kevin pake minta buat di tes DNA, kan langsung ketahuan kita mah" kata ibu gadis berambut panjang.
"Tau kita jadi ketahuan kan" kata ibu gadis berkaca mata.
"Andai aja gak usah pake di tes DNA, anak ku bisa dengan mudah menjadi anak pak Kevin dan Bu Hana" kata ibu gadis berkuncir dua begitu sangat berharap.
"Gagal deh jadi orang kaya, ayo ma kita pulang aja, satpam itu juga tidak akan membiarkan kita masuk lagi" ajak gadis berambut panjang.
__ADS_1
"Enak saja kau ini sudah mengaku-ngaku sebagai diri ku, sekarang kau mau pergi dengan tenang, hei tak akan aku biarkan hal itu terjadi rasakan in" kata ku yang sudah memiliki dendam pribadi pada mereka semua.