Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
H-HANTU


__ADS_3

Aku melirik sesuatu yang membuat bibir ku menyunggingkan senyuman.


Aku mengambilnya lalu-


"Aarrrgghh" teriak mereka semua karena aku menyemprotkan mereka dengan air kran untuk membalaskan dendam ku.


"H-HANTU" teriak mereka berlari berhamburan kala melihat selang yang tiba-tiba terangkat dengan sendirinya.


"Haha tau rasa tuh, suruh siapa bermain-main dengan ku, syukurin kau" tawa ku begitu senang melihat mereka semua yang berlari terburu-buru karena ketakutan.


"Awas jangan kembali lagi" teriak ku yang jelas-jelas tak akan di dengar oleh mereka semua.


Aku melihat ke arah rumah itu kembali, aku lalu melangkah masuk ke dalam rumah itu.


"Sabar ma anak kita pasti ketemu kok, kita harus terus berdoa semoga nanti anak kita bisa berkumpul bersama kita" kata Kevin menenangkan Hana yang tengah bersedih.


"Hiks hiks kenapa sih pa mereka ngaku-ngaku sebagai anak kita, mereka tidak memikirkan perasaan mama apa" tangis Hana tak habis pikir dengan orang-orang yang berlomba-lomba menjadi anaknya.


"Mama yang sabar, ini cobaan buat kita, kita harus serahkan semua ini pada Allah, hanya dia yang tau siapa anak kita sebenarnya" kata Kevin terus menenangkan istirnya yang sangat terpukul.


Aku menatap iba ke arah ayah dan ibu yang terus bersedih karena kehilangan ku dari saat masih kecil.


"Kasihan mama, dia pasti sangat merindukan aku, aku harus bisa kembali ke dalam raga ku dan datang ke sini, ma pa tunggu aku ya" kata ku tak tahan melihat tangisan mama yang membuat hati ku hancur.


Aku pergi meninggalkan rumah itu karena tak sanggup melihat air mata penuh rindu yang terlihat di mata ayah dan ibu ku.


"Aku ini kemana lagi ya, balik ke pesantren nemuin Azam atau ke kos-kosan saja, hmm ke kos-kosan saja deh, aku kangen sama kos-kosan aku" kata ku lalu melanjutkan perjalanan ke kos-kosan.


Sampai di kos-kosan, aku melihat seluruh ruangan penuh kenangan bersama dengan Jia teman terbaik ku.

__ADS_1


"Aku kangen banget sama Jia huhu, kenapa dia tinggalin aku, tega banget" tangis ku kembali pecah.


"Jia kamu tega sekali sama aku, kenapa sih kamu pergi cepat banget, aku pasti akan kangen banget sama kamu Jia huhu" tangis ku yang ingin momen-momen indah yang di lewati bersama Jia.


Aku menangis di dalam kamar kos-kosan tempatnya dan Jia tinggal selama ini.


"Jia tolong doakan aku, aku ingin kembali ke dalam raga ku, ada orang tua ku yang selalu menunggu kepulangan ku, semoga setelah aku kembali ke dalam raga aku akan membuat kedua orang tua ku senang setelah mereka berhasil menemukan aku yang hilang selama ini" kata ku.


"Awalnya aku tidak percaya, namun bukti terus berdatangan dan tak ada sela untuk ku membantah itu semua" kata ku.


"Jia aku doakan semoga kau tenang di alam sana, terimakasih selama ini sudah menjadi teman yang paling baik dalam hidup ku" kata ku dengan air mata yang terus mengalir.


Aku masih terus menangis di dalam kamar kos-kosannya.


Malam tiba.


"Duh gimana ini kalau sampai Raisa ke rumah sakit lalu tanpa sengaja dia mencoba untuk menyatukan sukma dengan raganya, otomatis dia akan kembali ke dalam raganya" kata Azam tak tenang takut apa yang dia takutkan terjadi.


"Ya Allah hamba mohon jangan buat Raisa kembali ke dalam raganya, hamba masih tidak rela dia pergi dari hidup hamba" kata Azam lagi dengan raut yang sangat khawatir pada ku.


"Azam" panggil pak poci baru datang.


Azam tak menggubris perkataan pak poci, dia masih mondar mandir tak tenang hanya karena memikirkan ku.


"Azam kamu kenapa, kenapa kamu mondar mandir kayak gini?" tanya pak poci.


"Raisa" jawab Azam.


"Kenapa dengan Raisa?" tanya pak poci semakin penasaran.

__ADS_1


"Raisa datang ke rumah sakit, sampai sekarang dia masih belum kembali, aku takut dia bisa kembali ke dalam raganya" jawab Azam terus mondar mandir tak jelas.


"Kamu tenang jangan begini, kamu harus yakin kalau Raisa itu akan kembali" kata pak poci menenangkan.


"Tapi pak poci aku hanya takut dia benaran pergi dan tidak akan kembali" ketakutan Azam.


"Apa dia bilang akan kembali?" tanya pak poci.


"Iya dia bilang akan kembali esok hari karena dia mau ke kos-kosannya" jawab Azam.


"Kamu tenanglah, dia kan bilang mau kembali besok pagi, kamu tunggu saja, kalau sampai besok dia tidak kembali, kamu cari aja dia di rumah sakit, dia pasti ada di sana menemani raganya" kata pak poci.


"Gak bisa pak poci, aku tidak tenang, aku harus susul dia sekarang ke rumah sakit" jawab Azam yang sudah sangat khawatir pada ku.


"Jangan Azam, ini itu sudah malam, kamu jangan ke sana sekarang, nanti ada hantu di sana yang ngikutin kamu ke sini, bisa berabe kan" kata pak poci.


"Terus bagaimana dengan Raisa, aku tidak tenang membiarkan dia pergi begitu saja, aku tidak mau dia pergi secepat ini, pak poci tolong berikan aku solusi dari masalah ini" tintah Azam yang sudah tidak bisa diam sama sekali.


"Begini saja Azam, setelah Raisa kembali lagi ke sini kau katakan saja kalau kau menyukainya, biar dia terus ada di dekat mu dan kau buat kenangan yang indah-indah dengannya, biar saat dia siuman, dia bisa ingat dengan kamu" jawab pak poci.


"Aku tak yakin dia akan menerima ku, aku dan dia itu baru saja ketemu, masa secepat itu aku mengatakan hal ini, aku yakin dia akan menolak ku" kata Azam tak percaya diri.


"Kau coba saja dulu, kalau tidak berhasil terus kau coba, sampai kau mendapatkannya, jangan nyerah dulu, gimana sih kamu ini, masa belum mencoba sudah bilang gitu" jawab pak poci.


"Iya juga ya, aku harus bisa mendapatkan Raisa secepatnya, dan aku akan buat kenangan yang indah-indah bersama Raisa, biar saat dia terbangun dari tidur panjangnya, dia masih bisa ingat dengan aku, aku harus bisa mendapatkan Raisa besok, pokonya harus dapat, bagaimanapun caranya" batin Azam yang merasa ide dari pak poci sangat membantunya.


"Baiklah pak poci, aku akan mencobanya, aku akan buat anak itu tak bergerak kemana-mana lagi setelah dia berhasil aku dapatkan" kata Azam.


"Nah gitu dong, kamu harus bisa mendapatkan Raisa, masa kamu memberikan dia pergi begitu saja, aku yakin Azam dia pasti mengingat mu setelah dia siuman" jawab pak poci.

__ADS_1


__ADS_2