
Tidak ada siapapun yang putri Utari lihat di dalam kamar Shaka, kamar itu nampak kosong, orang yang ia cari tidak berada di dalam kamar tersebut.
"Shaka di mana, kenapa gak ada di kamarnya" kata putri Utari merasa aneh.
"Perasaan tadi aku dengar Shaka pamit mau ke kamarnya, kenapa sekarang malah gak ada, pergi kemana dia, apa dia tadi bohong sama ayah, hmn ku rasa memang benar" kata putri Utari.
"Sekarang Shaka sudah berlajar bohong, aku harus lapor pada ayah biar dia di hukum" kata putri Utari.
Putri Utari hendak keluar dari dalam kamar Shaka.
Kontak
Adam tak sengaja menyenggol benda yang membuat bunyi senyaring itu.
"Gawat" batin Adam langsung menutup mulutnya karena takut ketahuan.
Putri Utari berhenti dan melihat ke belakang lagi.
"Suara apa itu?" tanya putri Utari.
Kami yang berada di bawah kolom tempat tidur langsung di serang rasa panik.
"Bagaimana ini Indomie, kita harus apa" kata ku pelan.
"Diam saja, jangan berisik" jawab Adam.
Putri Utari berjalan mendekati tempat tidur.
Kami yang mendengar suara langkah kakinya yang mendekat langsung di serang rasa ianik.
"Jangan dekati kami, jangan dekati kami, kami masih hidup, jangan dekati kami" batin ku yang sangat takut ketahuan.
tap
tap
tap
Suara langkah kaki itu terus mendekat.
"Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, kalau sampai dia tau ada aku berada di sini, pasti semuanya akan kacau" batin Adam yang juga merasa kekhawatiran yang sama.
tap
tap
__ADS_1
tap
Suara langkah kaki itu semakin kama semakin mendekat.
"Siapapun tolong bantu kami, usir putri itu dari sini, jangan biarkan dia melihat kami, aku mohon sekali" batin ku.
Langkah kaki putri Utari semakin mendekat saja.
"Putri"
Panggilan seseorang yang membuat langkah putri Utari terhenti.
"Ada apa dayng?' tanya putri Utari.
"Ratu mengangguk putri" jawab dayang.
"Baik aku akan segera ke sana" kata putri Utari.
Dayang keluar dari dalam kamar Shaka setelah mendengar jawaban putri Utari.
Putri Utari melihat ke arah tempat tidur sebentar, kemudian keluar dari dalam kamar Shaka.
Aku dan Adam yang berada di dalam kolom tempat tidur merasa sangat lega.
"Selamat" kata ku.
"Adam ayo kita keluar dari sini, aku gak mau berada di sini lebih lama lagi, aku hanya takut ada orang yang masuk lagi ke sini dan akan menangkap basah kita, bisa-bisa semuanya akan gagal total, perjuangan mu buat nuelamyin aku akan gagal" kata ku yang sangat takut jika hal itu terjadi.
"Tapi sa kalau kita nekat keluar dari dalam kamar ini detik ini juga, aku hanya takut semuanya tambah kacau, lebih baik kita tunggu Shaka kembali, dia pasti akan kembali kok, dia pasti akan bantuin kita, lagi pula kita gak tau bagaimana cara keluar dari dalam alam ini, hanya Shaka yang tau" jawab Adam.
"Iya juga, kita akan lewat mana kalau mau keluar dari alam gaib?" tanya ku yang tidak tau menahu akan hal itu.
"Nah mangkanya itu kita harus tunggu Shaka, dia pasti akan kembali sebentar lagi" jawab Adam.
"Baiklah aku akan tunggu dia" kata ku.
Kami menunggu kedatangan Shaka yang saat ini masih berada di perjalanan menuju ke istana sebelah.
"Shaka apa kau beneran tidak melihat gadis yang ku bawa itu?" tanya pangeran.
"Tidak pangeran, aku tidak melihatnya" bohong Shaka.
"Kemana dia ya, kenapa pergi begitu saja, apa dia sudah kembali ke alam manusia lagi, tapi tak mungkin, dia pasti tidak akan tau bagaimana caranya keluar dari alam gaib ini" yakin pangeran.
"Emang bagaimana caranya pangeran?" tanya Shaka.
__ADS_1
"Caranya sangat mudah yaitu tinggal lompat ke dalam jurang yang berada di tengah-tengah hutan itu, otomatis dia akan sampai di alam manusia lagi" jawab pangeran.
"Jadi seperti itu caranya, aku harus bisa bawa Raisa dan Adam ke sana nanti malam, aku harus bisa bantu mereka buat pergi dari sini" batin Shaka.
"Kenapa kau bertanya hal itu, apa ada yang kau rencanakan?" tanya pangeran.
"Tentu saja tidak ada pangeran, aku tidak merencanakan apapun, aku hanya sekedar bertanya saja karena memang aku tidak tau menahu tentang hal itu" jawab Shaka.
"Tapi Shaka aku masih heran kenapa gadis itu pergi begitu saja, apa ada orang yang sudah membantunya ya?" tanya pangeran.
"Aku rasa tidak mungkin pangeran, mana mungkin ada yang berani berkhianat" jawab Shaka.
"Terus pergi kemana dia, kenapa aku tidak bisa nemuin dia?" tanya pangeran.
"Kemungkinan besar dia itu sudah kembali ke dalam alam manusia" jawab Shaka.
"Tidak mungkin itu terjadi, dia tidak mungkin tau caranya" yakin pangeran.
"Mungkin saja dia tau pangeran, entah itu taunya dari orang lain ataukan tidak sengaja masuk ke dalam jurang itu, kan tadi ada banyak prajurit yang katanya lagi ngejar dia" kata Shaka.
"Bisa jadi dia tidak sengaja masuk ke dalam jurang itu dan kembali ke dalam alam manusia, sia-sia deh aku ngajak dia ke sini, aku kan cuman ingin membuatnya bahagia di sini, tapi dia malah pergi" pangeran mengembuskan napas karena kepergian ku.
"Tapi pangeran cara mu untuk membahagiakan dia itu salah, dia tidak akan bahagia malahan dia akan tersiksa" batin Shaka.
"Shaka kenapa kau diam, apa yang kau pikirkan?" tanya pangeran.
"Tidak ada pangeran, aku tidak memikirkan apapun, lihat kita sekarang sudah sampai" jawab Shaka.
Keduanya turun dari punggung kuda itu.
"Ayo Shaka kita masuk ke dalam" ajak pangeran.
Shaka mengangguk lalu masuk ke dalam kerajaan itu.
Kerajaan itu tampak megah dan sangat mewah, tak kalah dari kerajaan yang selama ini menjadi tempat tinggal Shaka.
"Pangeran, kenapa kau ke sini?" tanya putri Nurmala yang tak sengaja melihat pangeran.
"Aku hanya ingin menemui mu, apa tidak boleh" jawab pangeran.
"Tentu saja boleh, silahkan masuk pangeran" kata putri Nurmala sangat senang hati menyambut sang calon suami.
Mereka masuk ke dalam kerajaan itu.
"Pangeran mau nginap di sini?" tanya putri Nurmala.
__ADS_1
"Iya, aku akan nginap di sini malam ini" jawab pangeran.
"Kalau pangeran mau nginap di sini, bagaimana dengan nasib Raisa dan Adam, mereka sedang nungguin aku kembali, aku harus cari alasan untuk pergi dari sini, aku harus bisa bantu mereka, sebelum waktu mereka habis" batin Shaka yang merasa terkejut pada jawaban pangeran.