Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Panas dingin


__ADS_3

"Sepertinya sudah aman, ayo kamu sekarang ikutin aku" kata Shaka dengan suara pelan, ia sengaja melakukan hal itu agar tidak ada orang yang mendengarnya.


Adam dengan cepat keluar dari tempat persembunyian dan berjalan mengikutinya Shaka dari belakang.


Dengan perlahan-lahan keduanya berjalan, mereka terus waspada takut ada orang melihatnya.


"Shaka"


Suara panggilan itu membuat Shaka panas dingin dengan sendirinya.


"Aduh bagaimana ini" panik Shaka.


Adam juga tak kalah paniknya saat mendengar suara panggilan itu yang akan dapat membuatnya ketahuan jika sampai pemilik suara panggilan itu melihatnya.


"Kau cepatlah sembunyi, biar aku yang ngadepin dia" kata Shaka.


Adam mengangguk mengerti lalu mencari tempat persembunyian.


"Shaka kamu di mana" panggil pangeran dengan sedikit berteriak karena masih belum menemukan keberadaan Shaka.


"Iya, ada apa pangeran?" tanya Shaka mendekati pangeran.


"Ayo ikutlah dengan ku sebentar" ajak pangeran.


"Kemana pangeran?" tanya Shaka.


"Ke kerajaan sebelah, aku ingin menemui putri Nurmala di sana" jawab pangeran.


"Oh baiklah kalau seperti itu, sebelumnya aku mau ngambil sesuatu di kamar ku, untuk itu pangeran lebih baik tunggu di depan kerajaan, aku akan ke sana secepatnya" kata Shaka.


"Baiklah, aku tunggu kamu di sana, ingat jangan lama-lama" tintah pangeran.


"Iya pangeran, aku akan ke sana secepatnya, pangeran tenang saja" jawab Shaka.


"Aku tunggu di sana" kata pangeran kemudian berjalan menunggu Shaka di depan istana.

__ADS_1


"Huft untunglah pangeran tidak liat Adam, kalau tidak, Adam pasti akan terkena masalah besar, tak cuman Adam saja, akupun juga akan terkena imbasnya" syukur Shaka yang bernapas lega walaupun sedikit.


"Adam keluarlah" tintah Shaka saat di rasa tidak ada orang lain lagi yang berada di sekitarnya.


Adam kemudian keluar dari dalam tempat persembunyiannya.


"Ayo kita ke kamar ku secepatnya, karena setelah ini aku mau ikut pangeran ke kerajaan sebelah, kamu tunggu saja di sana, setelah aku kembali, aku akan membantu mu dan Raisa keluar dari sini" kata Shaka.


"Iya, ayo antarkan aku ke Raisa, aku ingin melihat keadaannya" jawab Adam.


Shaka mengangguk lalu kembali berjalan dengan Adam yang mengikutinya dari belakang.


Mereka dengan perlahan-lahan berjalan menuju kamar Shaka.


Shaka berhenti tepat di depan kamarnya.


Sebelum Shaka membuka pintu kamarnya, ia melihat ke kanan dan kirinya.


"Aman, ayo masuk sebelum ada yang liat" ajak Shaka.


Aku yang melihat Adam langsung bangun dari duduk ku.


"Indomie" panggil ku yang mengenali pria yang masuk ke dalam kamar ini.


"Raisa kamu gak apa-apa, kamu baik-baik aja kan?" tanya Adam yang sangat khawatir pada ku.


"Aku gak apa-apa, kamu ke sini sama siapa, pasti sama Azam kan?" tanya ku.


"Sekarang di mana Azam, kenapa gak di sini, apa dia ada di luar, suruh dia masuk sebelum ada orang yang lihat dia" kata ku yang tidak menemukannya.


"Kakak ku gak ikut, dia lagi sakit, aku ke sini sendirian, sebenarnya dia mau ikut, tapi aku ngelarang, karena aku gak mau kondisinya makin parah" jawab Adam.


"Kok Azam bisa sakit, dia sakit apa?" tanya ku yang langsung cemas memikirkannya.


"Demam, gara-gara mikirin kamu, mangkanya tadi dia terus menerus mendesak aku buat nyari kamu di sekolahan terbengkalai itu" jawab Adam.

__ADS_1


"Eh tunggu-tunggu, kenapa kamu bisa berada di sini, apa kamu tadi nekat masuk ke sini?" tanya Adam.


"Aku kan udah ngelarang kamu, tapi kenapa kamu langgar" kata Adam.


"Aku gak langgar Adam, aku bisa berada di sini karena gak sengaja liat ada santri di sekolahan terbengkalai itu, pas aku dekati dia, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh menimpa kepala ku, setelah itu semuanya gelap, pas aku buka mata, aku malah berada di tempat ini" jawab ku.


"Kenapa kamu malah samperin dia" tak habis pikir Adam.


"Karena aku penasaran, ya udah aku samperin dia, aku kan gak tau kalau dia akan dapat membuat ku seperti ini, kalau aku tau hal ini akan terjadi, malas banget aku nyamperin dia, kamu sih pake cerita segala tentang sekolahan terbengkalai itu, kan aku jadi penasaran" kata ku menyalahkan Adam.


"Lah kok aku, kamu yang salah, gak usah bawa-bawa nama ku, nanti kakak ku akan menghukum ku jika mendengar hal itu" jawab Adam.


"Kan emang kamu yang salah, aku kan harus bilang yang sebenarnya" kata ku.


"Sampai kamu bilang, akan aku masukin kamu ke dalam botol biar kamu gak bisa keluar selamanya, mau" ancam Adam.


"Jangan, aku masih mau hidup, aku gak mau mati dulu" kata ku.


"Ya sudah gak usah banyak omong, sekarang kita harus pergi dari sini, kakak ku pasti sedang cemas mikirin kamu" kata Adam.


"Iya ayo, aku juga udah gak betah banget berada di sini, sekarang bawa aku pergi dari sini, sebelum pangeran jin itu nemuin aku, aku gak mau berada di sini selamanya, di sini bukan tempat ku" jawab ku yang sudah tak betah berada di dalam tempat ini.


"Tapi kalau menurut aku jangan pergi sekarang, di luar banyak orang, kalian pasti akan mudah untuk di tangkap, nanti aja saat matahari sudah terbenam baru kalian bisa pergi dari sini" kata Shaka.


"Tapi Shaka aku udah gak mau lagi berada di sini" jawab ku.


"Aku tau kamu udah gak betah, tapi kalau menurut aku jangan, kamu tahan dulu sebentar, kamu jangan gegabah, biar gak ada penyesalan di akhir cerita" kata Shaka.


"Benar Raisa, kita lebih baik pergi dari sini saat malam hari, kalau kita pergi sekarang, akan ada banyak rintangan yang harus kita hadapi, kamu tau gak, pas aku mau masuk ke kamar ini saja, udah ada banyak sekali halangannya, apalagi keluar dari alam ini, pasti akan susah, karena di luar itu ada banyak prajurit dan anggota kerajaan lainnya yang berlalu lalang, kalau semisal kita sampai di tangkap sama mereka, kita pasti tidak akan bisa pergi dari sini sama seperti santri-santri lainnya" kata Adam.


"Kamu emangnya mau berada di alam ini selamanya?" tanya Adam.


"Enggak, aku gak mau, mangkanya aku ngajak kamu buat cepat-cepat pergi dari sini" jawab ku.


"Ya sudah kalau seperti itu kita diam saja di sini, kita tunggu malam tiba, baru kita keluar dari sini, karena pada saat-saat waktu seperti itu, kita bisa melarikan diri dengan mudah" kata Adam.

__ADS_1


"Baiklah aku akan tunggu sampai matahari terbenam, baru setelah itu kita harus berusaha keluar dari alam ini, aku tidak mau berada di sini selamanya" jawab ku setuju.


__ADS_2