Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Terbengkalai


__ADS_3

"Kamu kan gadis bodoh yang masih takut di tabrak, kamu kan tidak akan mati kalau aku menabrak mu" jawab pemuda itu.


"Aku kan cuman takut mati saja, kau ini menyebalkan sekali" kata ku.


"Sejak kapan kakak ku punya calon istri seperti mu, aku saja adiknya baru tau hari ini" kata pemuda itu.


"Barusan, mangkanya kau tidak tau, tapi benar gak sih kalau kamu itu adiknya Azam?" tanya ku.


"Kau tak nampak wajah ku mirip sepertinya apa?" tanya pemuda itu.


"Mana ada mirip, beda banget, sama seperti langit dan bumi" jawab ku.


"Menyebalkan sekali kau ini, lama-lama ku kurung juga kau ini" ancam pemuda itu.


"Eh eh eh berani-beraninya kau mau mengurung calon istri ku, nanti kau yang ku kurung" kata Azam membela ku.


Pemuda itu ketar-ketir.


"Kasihan deh loh haha" tawa ku bahagia.


"Diam jangan menertawai ku, kau ini menyebalkan sekali, belum saja jadi kakak ipar sudah seperti ini, apalagi kau sudah menjadi kakak ipar ku, beh tak akan terbayang lagi bagaimana diri mu nanti" jawab pemuda itu.


"Kalau aku menjadi kakak ipar mu, aku akan mengacau mu seperti hari haha" tawa ku.


"Dasar kau ini, menyebalkan sekali, oh ya bagaimana dengan Rina kak, pak kyai tadi menyuruh ku untuk membuat Rina pergi dari sini?" tanya pemuda itu.


"Nanti aku akan cari dia, kembalilah ke kamar mu sana, masalah Rina nanti kita cari bersama-sama, aku mau istirahat sebentar dulu" jawab Azam.


"Baiklah" kata pemuda itu.


"Kalau kau tidur, terus aku bagaimana, gabut kali aku berada di sini?" tanya ku.

__ADS_1


"Nah kalau kamu gak mau gabut, lebih baik kamu ikut aku aja, kita cari Rina kamu, tau gak seperti apa Rina itu" jawab pemuda itu.


"Tau, ayo kita cari Rina, biasanya dia itu ada di asrama santriwati" kata ku.


"Aku tidak boleh ke sana, di larang santriwan masuk ke asrama santriwati tanpa di suruh oleh pak kyai atau Bu nyai, kita cari sekitaran sini saja, mungkin kita ketemu nanti sama si Rina itu, kalau tidak ketemu bagaimana lagi, kita harus tunggu pak kyai pulang kembali ke sini, baru kita minta izin padanya, kalau kita mau ke asrama santriwati untuk menangkap Rina, selesaikan" jawab pemuda itu.


"Baiklah, ayo kita cari Rina di sekitaran sini" kata ku.


"Jangan kau apa-apakan calon istri ku, awas saja, sampai kau berani menikung, ku gantung kau di atas jemuran" ancam Azam.


"Ya kali aku mau menikung mu, kagak lah, aku ini tidak suka dengan cewek modelannya kayak begini" jawab pemuda itu.


"Ah sudahlah kau jangan menghina ku terus, ayo katanya mau mencari Rina, gimana sih kau ini" kata ku.


"Iya" jawab pemuda itu.


"Dasar dua anak ini" kata Azam lalu kembali ke dalam kamarnya.


"Kok kagak ada Rina juga sih, kemana dia, biasanya dia itu lengket bener sama Azam, kenapa dia sekarang menghilang begitu saja, apa dia sudah tau ya kalau kalian mau menangkapnya" kata ku.


"Mana aku tau, kau jangan nanya sama aku, aku kan baru datang ke sini" jawab pemuda itu.


"Loh kok kamu baru datang ke sini, kamu santri baru di sini apa bagaimana?" tanya ku.


"Begini, aku memang santri di sini, tapi bukan di pondok ini, waktu itu setelah aku lulus dari pondok sebelah, aku mau mondok di sini, tapi sama pak kyai aku langsung di tugaskan di cabang pondok pesantren ini yang ada di luar kota begitu, mangkanya aku masih belum pernah tau seperti apa hantu Rina itu, aku memang mendengar ceritanya dari teman-teman ku, tapi aku masih belum melihat langsung seperti apa orangnya" jawab pemuda itu.


"Owh seperti itu, kenapa bukan Azam aja yang di kirim ke luar kota, kenapa harus kamu yang payah itu?" tanya ku.


"Sialan kau ini, aku tidak payah, aku pintar, enak saja kau main bilang seperti itu, tak benar kau ini" jawab pemuda itu.


"Ah sudahlah kau mengaku saja kalau kau itu benar-benar payah, oon lagi, eh pak poci dari mana?" tanya ku kala melihat pak poci.

__ADS_1


"Dari rumah ku, kau tak lihat pohon pisang itu, di sana itu rumah ku, apakah kau bertamu?" tanya pak poci.


"Oh tidak, aku tidak mau, eh pak poci kamu lihat Rina gak, ini Indomie nyariin dia" jawab ku.


"Enggak, dari kemarin malam aku tidak melihatnya, gak tau dia ada di mana sekarang, aku rasa dia sudah tau kalau Azam mau menangkapnya, kamu hati-hati ya, jangan sampai kamu di celakai sama Rina" kata pak poci.


"Baiklah pak poci, terimakasih atas peringatannya, ayo Indomie kita lanjut cari Rina lagi" ajak ku.


Indomie mengikuti ku dari belakang.


Kami terus berjalan mencari keberadaan Rina.


"Cantik gak yang namanya Rina itu?" tanya Indomie.


"Lumayan sih, kenapa kau mau menikahinya, aku setuju kokz sangat setuju, aku nanti yang akan ngundang semua penghuni pesantren ini di acara pernikahan mu dengan Rina" jawab ku.


"Hei apakah kau gila, aku tidak mau menikah dengan makhluk halus, aku masih waras, aku hanya sekedar bertanya saja, tidak lebih" kata Indomie.


"Tak kirain gitu, kau jangan marah-marah, ayo kita cari saja Rina sampai ketemu, eh itu ruangan apa sih, kok kayak gak terpakai" tunjuk ku pada bangunan yang terbengkalai itu.


"Jangan ke sana, kata kakak di sana itu sarang terbesar makhluk halus yang menghuni pondok pesantren ini" jawab Indomie.


"Owh gitu, tapi bangunannya lumayan besar, itu sebenarnya tempat apa sih dulu, kok tidak di tempati lagi sekarang?" tanya ku.


"Sekolah, dulu sekolah itu di tempati oleh santriwati, tapi karena ada sebuah kejadian banyaknya santriwati yang kesurupan, membuat pak kyai menukar asrama santriwan dengan santriwati, dulu sering sekali ada santriwati yang menghilang saat bersekolah di sana, gak tau kemana, masih menjadi misteri yang belum bisa di terpecahkan sampai sekarang, bahkan kakak ku saja tak dapat memecahkannya" jawab Indomie.


"Oh begitu, kemana sih mereka sebenarnya, tak mungkin mereka menghilang tanpa sebab, aku yakin pasti ada yang telah menculik mereka" kata ku.


"Ya iyalah, kalau tidak ada yang menculik, tak mungkin santriwati itu menghilang bagaimana kamu ini" jawab Indomie.


"Indomie aku penasaran tau dengan sekolah itu, ayo kita ke sana sebentar saja, kita gak akan hilang kok" ajak ku.

__ADS_1


"Aku masih belum menikah, aku tak mau mati, kau jangan mencari petaka, simpan saja rasa penasaran mu itu dulu, ayo kita cari saja Rina, jangan mencari gara-gara mau masuk ke sana, nanti bisa-bisa kakak ku akan menghajar ku habis-habisan kalau kamu sampai hilang" jawab Indomie.


__ADS_2