Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Cinta yang rumit


__ADS_3

"Terimakasih pak poci, kau sudah memecahkan masalah ku, aku akan tunggu kepulangan Raisa, jika sampai besok dia tidak datang ke sini, aku akan cari dia ke rumah sakit, aku yakin dia pasti berada di sana, dia sudah izin pada ku mau ke sana tadi" kata Azam.


"Kau beristirahat saja sana, jangan terus memikirkan Raisa, dia pasti akan kembali ke sini lagi, percayalah" suruh pak poci.


"Baik pak poci" jawab Azam lalu masuk ke dalam kamarnya.


Pak poci menatap punggung Azam dengan tersenyum.


"Semoga Azam bisa bersama dengan Raisa dan terbebas dari Rina yang kejam itu, aku harus kasih tau nek Sundu tentang hal ini, biar dia bisa memberikan solusi jika Rina melakukan hal yang tidak-tidak pada Raisa nantinya" kata pak poci lalu melompat-lompat menuju sekolahan.


Pak poci terus melompat-lompat menuju ke sekolahan untuk menemui nek Sundu tiba-tiba.


"Hai pak poci, ngapain kau mau ke sekolahan?" tanya Rina menghampiri pak poci.


"Emang kenapa kalau aku ke sana, tidak ada larangan yang mengatakan kalau aku tidak boleh ke sana bukan" jawab pak poci dingin.


Dia sudah sangat membenci Rina yang terus meresahkan santri-santri yang mondok di pesantren ini.


"Kenapa kau berkata dingin saat aku bertanya pada mu, tapi saat Raisa yang bertanya, kau malah lemah lembut terhadapnya, kenapa dengan aku berbeda?" tanya Rina yang sudah mulai kesal.


"Tanyakan saja pada diri mu sendiri, pantaskah kau di sapa dengan lemah lembut, sedangkan hati mu busuk dan penuh dengan dendam, aku tidak mau meladeni makhluk seperti itu, kembalilah ke alam mu, sudah lama kau berada di sini, jangan menyiksa diri mu sendiri, ingat baik-baik kau dan Azam itu dua orang yang berbeda alamz kalian berdua tidak akan bisa bersama, jangan melawan takdir" jawab pak poci yang berhasil menampar Rina dengan kata-katanya.


"Aku akan melawan takdir, aku akan menjadi satu-satunya makhluk yang melawan takdir, kau lihat saja nanti, aku pasti akan mendapatkan Azam, aku tidak peduli lagi dengan diri ku sendiri, yang penting aku bisa bersama dengannya" kata Rina yakin sekali.

__ADS_1


"Haha Azam saja tidak menyukai mu, kau jangan terlalu banyak bermimpi Rina, kau harus buka mata mu, lihat Azam siapa dan kau siapa, Azam itu seorang Ustadz, dia tau mana yang baik mana yang tidak, tak mungkin dia menjalin hubungan dengan makhluk halus yang sudah jelas-jelas sangat kejam lebih kejam dari psikopat" jawab pak poci menertawakan Rina dengan sangat keras.


Wajah Rina langsung terlihat murka setelah di tertawakan oleh pak poci di depannya.


"Diamlah kau pak poci, pergi sana, jangan suka menertawakan aku, aku yakin aku bisa mendapatkan Azam, dia akan luluh nanti setelah seiring berjalannya waktu" yakin Rina.


"6 tahun kau mengemis cinta pada Azam, 6 tahun, banyangkan itu, tapi lihat sampai sekarang saja Azam tidak melirik mu sedikitpun, berlajarlah dari kenyataan kalau semau hal yang di inginkan tidak harus bisa di dapatkan" kata pak poci lalu meninggalkan Rina seorang diri.


"Aarrgggh dasar pocong gila, ingat ya aku akan membuktikan kalau aku bisa, aku yakin itu, kau akan ternganga melihat apa yang akan aku lakukan ke depannya, lihat saja nanti Raisa, aku akan buat kau pergi dari sini, tak akan aku biarkan kau mengambil Azam dari ku, dari awal dia sudah menjadi milik ku dan akan terus menjadi milik ku, tak akan aku biarkan ada seorangpun yang mengambilnya dari ku, termasuk diri mu" kata Rina lebih dengan dendam yang berkobar di matanya.


Rina kemudian menghilang dari sana.


Pak poci sudah sampai di sekolah, ia mencari-cari keberadaan nek Sundu untuk memberitahukan berita yang dia dapatkan barusan.


"Nek Sundu di mana kau" kata pak poci mencari nek Sundu di area sekolah.


"Nek, aku ingin meminta bantuan mu, ku mohon muncullah" kata pak poci lagi.


Tiba-tiba nek Sundu muncul tepat di hadapan pak poci.


"Ada apa pak poci, kenapa kau mencari nenek?" tanya nek.


"Nek Azam ingin mengikat Raisa dalam sebuah hubungan" jawab pak poci yang begitu sangat senang.

__ADS_1


"Terus apa yang menjadi kesulitan mu?" tanya nek Sundu.


"Aku takut nek kalau Rina akan membuat Raisa tidak tenang, aku yakin sekali Rina akan melakukan hal yang tidak-tidak pada Raisa, tolong kasih tau cara untuk membuat Rina tidak mengganggu Raisa lagi, kasihan dia, dia pantas bahagia bersama Azam" jawab pak poci yang sangat takut hal itu akan terjadi.


"Nenek mengerti maksud mu pak poci, tapi nenek rasa keduanya kuat menjalani kehidupan dengan adanya badai di setiap harinya" kata nek Sundu.


"Jika nanti ulah Rina keterlaluan pada Raisa, nenek yakin Azam tidak akan tinggal diam, dia pasti akan membuat Rina pergi untuk selamanya dari sini, dia tau caranya pak poci, kau jangan khawatir, terus infokan tentang mereka bertiga pada nenek, nenek ingin lihat bagaimana reaksi Azam saat Rina melakukan hal yang tidak-tidak pada Raisa, biarlah hal ini menjadi urusan Azam dia harus di uji dulu baru bisa memiliki Raisa, kita jangan ikut-ikut dalam masalah ini, biarkan anak itu yang melakukan semuanya sendiri, dia sudah dewasa, dia tau mana yang terbaik untuk semuanya" kata nek Sundu.


Mendengar hal itu pak poci menjadi sedikit tenang.


"Baiklah nek, aku akan infokan perkembangan ketiganya pada mu" setuju pak poci.


"Iya nenek akan menunggu setiap informasi yang akan kau berikan pada nenek"


jawab nek Sundu.


"Tapi nek saat ini Azam sedang kesulitan, dia itu takut saat Raisa kembali ke dalam raganya, Raisa akan melupakan dia, apakah itu akan terjadi nenek?" tanya pak poci.


"Antara iya dan tidak, memang ada yang melupakan semuanya dan ada yang masih mengingat jelas semuanya, ini semua tergantung pada Raisa sendiri" jawab nek Sundu.


"Jika Raisa melupakan Azam, aku rasa Azam akan kecewa dengannya" kata pak poci.


"Kau jangan memikirkan hal itu, jika Raisa memang melupakan Azam, Azam masih bisa memulai semuanya dari awal, dia pasti bisa hidup bahagia bersama Raisa kalau memang Raisa itu adalah jodohnya, kembalilah ke dalam pesantren pak poci, lihat apa yang terjadi di sana, kalau kau melihat Rina berulah, hentikan dia, jangan biarkan dia terus mengganggu santri-santri yang mondok di sini, kasihan mereka, mereka itu ingin mencari ilmu yang insyaallah bermanfaat bagi mereka sendiri dan juga orang lain" suruh nek Sundu.

__ADS_1


"Baik nek, aku akan ke sana nenek, jangan khawatir masalah Rina, aku yang akan mengurusnya" jawab pak poci lalu pergi meninggalkan nek Sundu.


"Kisah cinta yang rumit, kenapa pemuda itu malah mencintai orang yang sukmanya sedang terpisah dari raganya, benar-benar aneh, Azam-azam" kata nek Sundu geleng-geleng kepala.


__ADS_2