
"Kalian sekarang ikut aku ke jurang pemisah itu, kalian harus kembali ke alam manusia malam ini juga karena aku takut keberadaan kalian di ketahui sama anggota kerajaan ini" ajak Shaka.
"Ya udah ayo kita ke sana" jawab Adam yang sudah tidak sabaran.
"Sebentar aku mau lihat situasi dulu, kalian tunggu di sini sebentar saja, aku akan kembali secepatnya" tintah Shaka.
Kami mengangguk patuh.
Shaka keluar dari dalam kamar ini, ia berjalan menuju pintu belakang.
Setelah sampai di pintu belakang Shaka membukanya namun tidak bisa.
"Pintu ini di kunci, bagaimana caranya aku bawa Raisa dan Adam pergi, tak mungkin aku bawa mereka pergi dengan melewati pintu depan, bisa langsung ketahuan kan jadinya" Shaka di landa kebingungan karena pintu belakang itu tak bisa ia buka.
"Kunci pintu belakang ini pasti ada yang megang, aku harus cari tau" Shaka kembali berjalan ke depan ia berniat akan bertanya pada dayang tentang keberadaan kunci belakang itu.
Tiba-tiba ia menghentikan langkah ketika melihat pamannya yaitu raja dan seorang dayang yang tengah berbincang-bincang.
"Raja ini kunci pintu belakang" dayang itu memberikan kunci pintu belakang pada raja.
Raja mengambil kunci pintu belakang itu."Kau yakin sudah ngunci pintu belakang itu?"
"Sudah raja" jawab dayang.
"Ya sudah pergilah" dayang itu pun pergi meninggalkan raja sendirian.
"Dengan begini tidak akan ada penyusup yang masuk ke dalam istana ini, mereka tidak akan nekat masuk ke dalam istana ini dari pintu depan, aku yakin sekali" raja memperhatikan kunci itu ia lalu pergi dari sana.
"Jadi kunci belakang itu di pegang paman, bagaimana caranya aku ngambil kunci itu, aku butuh kunci itu untuk bawa Adam dan Raisa keluar dari sini"
"Aku harus bisa ambil kunci itu mau tidak mau, karena kalau aku diam saja, aku tidak akan bisa bawa mereka pergi dari sini"
"Tapi risikonya memang gak main-main, namun aku yakin aku bisa, aku harus rela berkorban demi mereka, mereka itu pantas hidup, aku tidak boleh biarkan mereka bernasib sama seperti santri-santri itu, aku harus bisa tolong mereka sebelum waktu mereka habis"
__ADS_1
"Sekarang aku harus ikut kemana paman akan pergi, saat ada kesempatan baru aku akan ngambil kunci itu" Shaka berjalan mengikuti raja dari belakang dengan sangat hati-hati, ia berusaha untuk tidak ketahuan.
"Paman kali ini aku tidak akan biarkan orang baik tersiksa karena mu lagi, maaf aku tidak berada di pihak mu, ini semua aku lakukan demi rasa kemanusiaan saja, tidak lebih" Shaka terus mengikuti raja dari belakang.
Raja merasa ada seseorang yang mengikutinya, lantas ia langsung berbalik badan untuk mencari tau siapa yang saat ini berada di belakangnya.
"Tidak ada siapapun, kenapa aku merasa ada seseorang yang ngikutin aku, apa mungkin tadi itu hanya prajurit ataupun dayang yang berlalu lalang di belakang ku?" pikir raja.
Raja melihat ke kanan dan kiri yang banyak dayang dan prajurit yang berlalu lalang.
"Sepertinya memang iya, aku tidak usah berpikir macam-macam karena tidak akan mungkin ada penyusup yang masuk ke dalam istana ini, sebab pintu belakang sudah di kunci, dia tidak akan bisa masuk dari pintu belakang, kalau dia masuk lewat pintu depan dia seperti menyerahkan diri karena di pintu depan banyak prajurit-prajurit yang menjaga dan mereka pasti akan langsung nangkap mereka dengan mudah"
Raja kembali melanjutkan langkahnya, ia berjalan dengan sangat tenang tak ada rasa was-was sedikitpun di hati raja.
Shaka yang bersembunyi di balik tembok yang ada di seberang bernapas lega saat raja tidak curiga padanya.
"Aku harus hati-hati ini, aku tidak boleh gegabah, kalau sampai aku ketahuan, semuanya akan runyam, bisa-bisa aku akan di usir dari sini karena berusaha bebasin Adam dan Raisa"
Sebelum kembali berjalan Shaka mengintip, ia mendapati jika raja terus berjalan menuju kamar.
Shaka dengan mengendap-endap keluar dari dalam tempat persembunyiannya dan kembali mengikuti raja dari belakang.
Raja masuk ke dalam kamarnya lalu menutupnya.
Shaka menghentikan langkahnya tepat di depan kamar raja.
"Paman masuk ke dalam kamarnya, apa paman akan tidur di jam segini?"
"Tak biasanya paman tidur di jam segini, biasanya kan dia selalu tidur ketika larut malam"
"Aku tunggu saja paman keluar dari dalam kamarnya, kalau dia keluar berati dia hanya mengambil sesuatu, tapi kalau dia tidak keluar-keluar berarti paman memang tidur"
Shaka menunggu raja kembali keluar dari dalam kamar itu namun sangat lama sekali, pintu kamar raja tidak kunjung terbuka membuat Shaka mondar-mandir ke sana kemari karena tak tenang.
__ADS_1
"Kenapa paman tidak kunjung keluar juga, apa dia memang tidur ya?"
"Aku harus cek ke dalam, tapi aku takut kalau tenyata paman gak tidur, dia pasti akan mergokin aku, aku bakal kena masalah nantinya" khawatir Shaka yang sangat takut jika hal itu terjadi.
"Tapi kalau aku tetap mondar-mandir gak jelas di sini, aku gak akan dapat apa-apa, lebih baik aku cek aja, biar semuanya jelas"
Shaka mengembuskan napas terlebih dahulu sebelum memberanikan diri untuk masuk ke dalam kamar raja.
Shaka membuka pintu kamar raja.
"Ada apa Shaka?" Shaka langsung terkejut saat melihat raja yang ternyata belum tidur.
"Paman aku ingin meminjam kunci, kunci di kamar ku rusak, aku tidak punya kunci cadangan, tadi aku nanya pada dayang kalau paman punya kunci cadangannya" jawab Shaka.
"Oh seperti itu, ini ambilah, setelah itu langsung kembalikan pada ku kalau sudah selesai" Shaka mengambil kunci itu.
"Baik paman" jawab Shaka lalu keluar dari dalam kamar raja.
Raja tidak menaruh rasa curiga pada Shaka walau sedikitpun.
Shaka berlari menuju pintu belakang, ia harus bisa membuka pintu belakang itu lalu kembali memberikan semua kunci itu pada raja karena takutnya raja curiga pada Shaka.
Shaka mencoba satu persatu dari kunci-kunci yang super banyak itu, namun tetap saja tidak ada yang cocok.
"Ini mana yang cocok, kenapa tidak ada satupun" Shaka terus mencoba-coba kunci-kunci itu dengan keringat-keringat dingin yang terus berjatuhan sebab ia sangat khawatir jika raja memergokinya.
Shaka terus mencoba membuka pintu dengan melihat ke belakang takut ada yang melihatnya.
Ceklek
Senyuman terukir di wajah Shaka saat pintu belakang itu akhirnya terbuka.
"Jadi ini kuncinya, aku harus simpan kunci ini, nanti aku akan balikin ketika udah kembali ke istana lagi, sekarang aku harus cepat-cepat ngasih kunci-kunci ini ke paman lagi, baru ajak Raisa dan Adam buat keluar dari sini"
__ADS_1
Shaka berlari mendekati kamar raja kembali.