Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Mengevakuasi


__ADS_3

"Azam bangun Azam" kata pak kyai.


tok


tok


tok


Pak kyai mengetuk pintu kamar Azam.


"Azam bangun nak" kata pak kyai lagi.


"Ada apa pak kyai?" tanya Azam keluar dari dalam kamarnya.


"Ada dua santriwati yang terluka, kamu ajak santri-santri lain dan ikut saya ke sana untuk mengevakuasi kedua santri itu sebelum mereka tak tertolong lagi" jawab pak kyai.


"Baik pak kyai" kata Azam lalu mencari santri.


"Ada apa ini sebenarnya, kenapa kok bisa ada dua santriwati yang terluka begini, gak beres ini, aku harus cari tau setelah ini" kata Azam di perjalanan.


Azam masuk ke dalam kamar santriwan.


"Hei bangun, ayo bantu saya" kata Azam menepuk pipi mereka.


"Ayo bangun ada dua santriwati yang terluka, kalian ikut saya ke asrama santriwati" kata Azam.


Mendengar nama santriwati mereka yang tertidur dengan nyenyak langsung terbangun.


"Yang bener tadz?" tanya santri itu.


"Iya, ayo bantu saya ke sana, pak kyai sudah nungguin di depan" jawab Azam.


"Weh bangun, ayo kita ke asrama santriwati ada dua santriwati yang terluka, kita sudah di tungguin sama pak kyai di depan" kata ketua kamar.


Mereka semua terbangun.


"Ayo ikuti saya kita temui pak kyai dulu" ajak Azam.


"Baik tadz" jawab mereka.


"Ini pak kyai santri yang berhasil di bangunkan" kata Azam saat sampai di sana.


"Ayo kita ke asrama santriwati dan cari dua santri yang terluka itu" ajak pak kyai.


Mereka mengikuti pak kyai dari belakang.


"Kalian berpencar, sebagian ke sana, sebagian lagi ikut saya ke jemuran, Azam kamu pimpin sebagian santri itu" kata pak kyai.


"Baik pak kyai" jawab Azam.


"Ayo ikuti saya" ajak Azam.


"Ada apa sebenarnya ini tadz, kok pak kyai nyuruh kita nyari santriwati, kenapa sebenarnya mereka?" tanya santri itu.


"Saya juga tidak tau, kita cari saja dulu santriwati yang terluka di sekitaran sini" jawab Azam.

__ADS_1


Mereka berempat terus saja berjalan dan mencari.


"Azam" panggil pak poci.


"Kalian cari di sebelah sana, saya mau mencari ke sana sendirian" kata Azam.


"Baik tadz" jawab mereka menurut.


"Ada apa pak poci?" tanya Azam.


"Ayo kamu ikut aku ke sana ,aku tadi lihat ada santriwati yang terjatuh di tangga itu" jawab pak poci.


"Kalian ayo ikut saya" teriak Azam.


Mereka secepat kilat mendatangi Azam dan mengikutinya.


"Lihat di sana santriwati itu" tunjuk pak poci.


"Kalian evakuasi santriwati itu, jangan sampai kulit kalian bersentuhan dengan kulit santriwati itu" suruh Azam.


"Baik tadz" jawab mereka mengevakuasi.


"Ini mau di bawa kemana tadz?" tanya santri itu.


"Bawa saja kediamannya pak kyai sana, saya mau nyusul pak kyai dulu" jawab Azam.


"Baik tadz" kata mereka.


Mereka mengendong santriwati itu dan membawanya kediaman pak kyai.


"Begini Azam tadi aku tak sengaja mendengar kalau dua santriwati yang terluka itu karena Rina, dia yang telah mencelakai mereka berdua" jawab pak poci.


"Kenapa Rina melakukan itu?" tanya Azam.


"Salah satu di antara mereka itu menceritakan Rina seorang santriwati yang rela mati karena cintanya di tolak oleh mu, tak sengaja mereka menghina Rina, Rina tak terima lalu melakukan ini semua jumlah mereka itu berempat, 2 selamat, 2 lagi sudah di celakai oleh Rina" jawab pak poci.


"Kurang ajar Rina itu, kenapa dia sudah berulah lebih gila lagi, tak cukupkah dia membuat santriwati di pondok pesantren ini memutuskan untuk berhenti, sekarang dia malah mencelakai mereka sampai seperti ini, kalau mereka tidak tertolong bagaimana, nama pesantren ini yang akan tercemar, awas saja kalau aku menemukan Rina, akan aku kurung dia, tak akan aku biarkan dia berkeliaran di sini lagi, itu janji ku" kata Azam geram.


"Zam kamu temui saja pak kyai sana, mungkin beliau membutuhkan bantuan mu" kata pak poci.


"Baik pak poci, kalau pak poci ketemu sama Rina tolong kasih tau aku segera" jawab Azam.


"Iya, aku akan kasih tau kamu" kata pak poci.


Azam pergi meninggalkan pak poci.


"Aku harus lapor hal ini pada nek Sundu" kata pak poci meninggalkan tempat itu.


"Tidak, aku tidak mau di kurung, aku harus mengindari Azam beberapa waktu dulu, aku yakin dia akan mengurung ku kalau dia sampai menemukan aku" kata Rina yang tak sengaja mendengar percakapan mereka.


"Aku harus bisa bersembunyi dulu, pokoknya harus bisa, aku tidak mau di kurung" kata Rina lalu menghilang.


Pak kyai dan beberapa santri itu sampai di jemuran.


"Itu santriwati yang terluka, kalian bawa ke rumah saya, tolong bantu angkat dia" kata pak kyai melihat Amaira yang lemas.

__ADS_1


"Baik pak kyai" jawab santri itu.


Mereka membawa Amaira kediaman pak kyai dan berusaha untuk tidak bersentuhan kulit dengan santriwati itu.


"Pelan-pelan saja" kata pak kyai.


Mereka semua menuruni tangga jemuran.


"Bagaimana Azam, apakah kamu telah menemukan santriwati itu?" tanya pak kyai.


"Sudah pak kyai, dia sekarang sedang di bawa kediaman anda" jawab Azam.


"Kamu ikut saya, ada hal yang mau saya bicarakan" kata pak kyai.


"Baik pak kyai" jawab Azam menurut.


"Aduh bagaimana ini, aku yakin pak kyai pasti akan membicarakan tentang Rina, tenang lah Azam, kau jangan tegang dulu, bismilah saja tidak ada apa-apa" batin Azam tak tenang.


Santri yang membawa ria sampai di kediaman pak kyai.


"Assalamualaikum Bu nyai, ini mau di tarok di mana?" tanya santri yang membawa Ria.


"Wa'alaikum salam tarok di sofa dulu" jawab Bu nyai.


"Ria" teriak keduanya kaget.


"Ria bangun, kamu kenapa huhu" tangis keduanya.


"Kalian menemukan Ria di mana?" tanya Bu nyai.


"Kami menemukannya di tangga Bu nyai" jawab santri itu.


"Wahai Akhi apakah kalian tidak menemukan teman kami lagi?" tanya Maria


Kedua santri itu menundukkan pandangan.


"Satunya sedang di evakuasi oleh Ustadz Azam dan pak kyai" jawab santri itu.


"Huhu Ria bangun" tangis Fatimah.


"Ya Allah separah ini kondisi Ria, kemana Abi, kok belum sampai juga" kata Bu nyai cemas.


Azam dan pak kyai sampai di rumah.


"Abi bagaimana kondisi Amaira?" tanya Bu nyai.


"Kondisinya lemah Ummi, kalian bawa santriwati yang terluka ke dalam mobil, dia harus di bawa ke rumah sakit" tintah pak kyai.


"Baik pak kyai" jawab mereka menurut.


"Abi Ummi ikut" kata Bu nyai.


"Jangan Ummi, Ummi jaga dua santriwati ini saja, masalah santriwati yang teluka biar Abi dan Azam yang akan mengurusnya" larang pak kyai.


"Baiklah, Ummi akan jaga di sini aja" jawab Bu nyai.

__ADS_1


Mobil membawa mereka ke rumah sakit.


__ADS_2