Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Drop


__ADS_3

"Baiklah aku tak jadi ke sana, ayo kita cari Rina lagi, kemana dia sebenarnya, kenapa dia tidak muncul hari ini, huft memperlambat pekerjaan ku saja" kata ku.


"Sudahlah, kau jangan berisik, ayo kita kembali ke kakak ku saja, jangan di sini, kita juga gak ketemu sama Rina, lama-lama capek juga muter-muter dari tadi" jawab Indomie.


"Aku kok gak capek pun" kata ku.


"Kau kan setengah hantu, mana punya rasa lelah" jawab Indomie.


"Hei jangan kau asal ngomong, aku ini manusia, bukan hantu mau, ku hajar kau ya" kata ku tak terima.


"Aku kan bilang SETENGAH HANTU, bukan hantu saja kan, gimana sih kuping mu itu, kenapa tidak bisa mendengar dengan baik" jawab Indomie.


"Tap-


"Ah sudahlah, tak usah pake tapi-tapian, ayo kita kembali ke kakak ku saja, jangan ngomong lagi" ajak Indomie.


"Dasar sialan kau Indomie" kesal ku.


"Hei aku punya nama, nama ku bukan Indomie, tapi Adam ingat itu baik-baik" jawab Adam.


"Tidak mau, aku akan terus memanggil mu Indomie selamanya, aku tidak peduli siapapun nama asli mu" kata ku.


"Terserah, aku juga tidak peduli, ayo pulang" ajak Adam berjalan di depan ku.


Aku melihat ke belakang, tiba-tiba sosok-sosok santri-santri terlihat di sekolahan yang terbengkalai itu.


"Hai kemarin lah" kata hantu santri itu.


"Gimana ini, apa aku harus ke sana atau ikut Indomie saja kembali ke Azam, tapi aku penasaran dengan mereka semua, kalau aku ngajak Indomi,e dia pasti tidak akan mau" kata ku melihat Adam yang terus saja berjalan tak menyadari kalau aku berhenti.


"Kemarilah, jangan kamu pikirkan dia" kata hantu S itu.


"Ke sana sebentar saja deh, gak akan hilang juga" kata ku lalu mendekati mereka.


"Hai siapa kau?" tanya ku.


Klotak


Gelap, itu yang aku rasakan saat ini.


Aku tidak tau apa yang terjadi dengan sukma ku setelah aku bertanya pada hantu S itu, yang aku rasakan sebelum kegelapan ini menyerang ku, aku hanya merasa ada benda jatuh menimpa kepala ku.


Adam terus saja berjalan tak sadar jika aku tak lagi mengikutinya.


"Kamu itu kok bisa ketemu sama kakak ku, gimana sih ceritanya, kamu tau gak dia itu gak pernah suka sama yang namanya wanita, kok bisa gitu dia suka sama kamu yang separuh manusia separuh hantu?" tanya Adam.

__ADS_1


"Woy jawab, kenapa kamu tiba-tiba bisu begini?" tanya Adam terus berjalan tanpa melihat ke belakang.


"Raisa" panggil Adam.


Adam berbalik badan menghadap ke belakang.


"Loh kemana anak itu, perasaan tadi dia di belakang ku, pergi kemana dia, apa dia putar balik ya, atau jangan-jangan dia sudah sampai di tempat kakak, wah tak benar ini, kenapa dia tidak menunggu ku, dasar dia itu, akan aku hajar dia nanti" kata Adam.


Adam berjalan menuju kamar Azam.


"Sudah tidurnya?" tanya Adam yang melihat Azam tengah duduk di teras.


"Sudah, di mana Raisa, kenapa kamu balik sendirian" jawab Azam.


"Loh dia tidak ke sini, aku kira dia datang ke sini, soalnya pas aku mau ke sini, dia sudah menghilang, aku pikir kalau dia langsung menghilang dan mendarat di sini" kata Adam.


"Dia itu sukma, bukan makhluk halus yang bisa ngilang, gimana kamu ini, tadi kamu kemana saja kok bisa kehilangan Raisa?" tanya Azam.


"Tadi kami keliling-keliling di dekat sini, lalu tak sengaja kami berkeliling hingga sampai di sekolahan berhantu itu" jawab Adam.


"Kamu gak cerita apa-apa kan tentang sekolah berhantu itu?" tanya Azam.


"Aku cerita semuanya, soalnya dia nanya sama aku kenapa sekolahan itu terbengkalai" jawab Adam.


"Tentu saja iya, dia malahan tadi ngajak aku ke sana, tapi aku gak mau dan aku malah ngajak dia kembali ke sini, tapi pas di jalan sudah mau hampir ke sini, aku sudah gak lihat dia lagi" jawab Adam.


"Apa iya Raisa nekat masuk ke sekolah berhantu itu, aku harus ke sana" kata Azam.


"Kak di sana itu banyak hantu, kamu jangan ke sana" cegah Adam merentangkan tangan.


"Aku harus cari Raisa, ayo kamu ikut aku juga ke sana" ajak Azam lalu melewati adiknya.


Adam lalu mengikuti Azam dari belakang.


"Kenapa kamu pake acara datang ke sekolahan itu, gak tau apa kalau aku selama ini aku berusaha untuk mengalihkan topik kalau Raisa memohon untuk meminta bantuan pada ku tentang kapan aku mau membantunya kembali ke dalam raganya" kata Azam.


"Emang kenapa kakak masih gak mau membantu Raisa, aku tau kok kalau kakak bisa membantunya?" tanya Adam.


"Aku tak mau kalau dia melupakan aku setelah dia berhasil kembali ke dalam raganya, mangkanya aku tak kunjung mau membantunya, aku hanya takut kehilangan dia" jawab Azam.


"Tapi kasihan dia kak, biasanya ada waktu tertentu, jika dalam waktu yang di tentukan itu Raisa tidak kembali, maka dia tidak akan kembali untuk selamanya" kata Adam.


Azam menghentikan langkahnya ia berbalik menatap dengan hati yang sangat terkejut.


"Yang benar saja kamu ini, kamu tau dari mana, jangan buat hati ku hancur

__ADS_1


seperti ini?" tanya Azam.


"Loh beneran, gimana sih kakak ini, kakak gak boleh egoisz kakak harus kembalikan Raisa ke dalam raganya, dia bisa meninggal dunia nantinya" jawab Adam.


Azam memegang dadanya yang tiba-tiba sesak.


"Kakak" panggil Adam.


"Kakak kenapa, kakak bilang pada ku, apanya yang sakit" kata Adam panik.


Azam terduduk di bawah.


"Kakak kamu kenapa, kakak katakan sesuatu, jangan begini, jangan buat aku panik" kata Adam.


"Kakak" teriak Adam.


"Ada apa dengan Ustadz Adam?" tanya santri menghampiri.


"Tolong kakak ku, dia tiba-tiba sakit, bantu aku membawanya ke klinik pesantren" tintah Adam.


"Ayo tadz saya bantu" kata santri itu.


Azam di bawa ke klinik yang ada di pesantren.


Suhu tubuh Azam mendadak menjadi panas sekali membuat Adam cemas.


"Ustadz Rehan, tolong Ustadz Azam" kata santri.


"Kenapa dengan Ustadz Azam?" tanya Rehan.


"Dia tiba-tiba sakit tadz" jawab Adam.


"Bawa masuk ke dalam, saya yang akan memeriksanya" tintah Rehan.


"Baik tadz" jawab mereka.


Mereka membawa Azam masuk, di dalam Azam di bandingkan di brankar.


"Kalian keluar dulu, saya mau memeriksa keadaan Ustadz Azam dulu" perintah Rehan.


"Baik tadz" jawab mereka keluar dari sana.


"Aduh bagaimana ini, kenapa kakak tiba-tiba sakit begini, aku kan cuman bilang itu aja, kok bisa dia langsung drop seperti ini, apa aku salah ngomong ya, kakak maafkan aku" kata Adam mondar-mandir di depan klinik.


"Kakak maafkan aku, bagaimana kalau kakak kondisinya parah, aku yang akan di marahin Abi dan Ummi, ya Allah tolong sembuhkan kakak hamba, hamba mohon ya Allah" kata Adam yang sangat cemas sekali.

__ADS_1


__ADS_2