Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Tercekat


__ADS_3

Mereka semua tercekat kala melihat wajah Rina yang benar-benar seram dan menakutkan.


Kini orang yang tadi mereka bicarakan hadir di dalam kamar ini yang membuat mereka semua diam mematung setengah tidak percaya.


"K-ka-u" kaget mereka semua tak percaya kalau orang yang sedang mereka hina-hina tengah berada tepat di hadapan mereka.


"B-bagaimana dia bisa ada di sini" kata Amaira tercekat kala melihat Rina yang sudah jelas-jelas meninggal beberapa tahun yang lalu.


Rina memberikan tatapan tertajamnya pada mereka semua yang gemetaran, ia melangkah mendekati mereka dengan tangan yang sudah siap untuk mencekik mereka.


Wajah mereka tercekat melihat Rina yang begitu menyeramkan, seketika jantung mereka berhenti berdetak kala Rina terus mendekati mereka.


"Aarrrgghh hantu tolong" teriak mereka berlari keluar karena sangat ketakutan pada Rina yang tiba-tiba muncul di kamar mereka.


Rina melihat ke arah pintu dengan tatapan tajam, terlihat api yang berkobar di dalam matanya.


"Kalian tidak akan bisa lari dari ku, aku akan berikan kalian pelajaran biar kalian tidak seenaknya menghina ku" kata Rina yang sudah di penuhi dendam yang begitu besar pada mereka berempat.


Setelah mengatakan itu Rina kemudian menghilang dari sana.


Mereka berempat berlari berhamburan karena sudah sangat ketakutan.


Sebisa mungkin mereka harus bisa terbebas dari Rina yang sedang marah besar karena tanpa sengaja mereka kembali menoreh luka di hati Rina karena cerita yang membuat Rina hancur berkeping-keping.


Ria berlari tanpa henti, ia berpisah dari teman-temannya.


"Semoga dia tidak mengejar ku" harapan Ria terus berlari tanpa henti.


Ria melihat ke belakang untuk melihat situasi.


Betapa terkejutnya Ria kala melihat Rina yang terbang di atasnya dan terus mengejarnya.


"Gawat hantu itu ngikutin aku, aku harus bisa pergi darinya" kata Ria.


Ria berlari secepat kilat.


"Aarrrgghh tolong hantu" teriak Ria histeris.

__ADS_1


"Tolong ada hantu" teriak Ria lagi.


"Tolong dia akan mencelakakan aku" teriak Ria terus berlari tanpa henti, saat ini tubuhnya sudah di selimuti rasa takut yang sangat-sangat besar.


"Aku tidak akan memberikan mu lolos, kau harus tamat" kata Rina yang membuat Ria menelan ludah pahit mendengar kata-kata Rina barusan.


"Tolong aku" teriak Ria masih terus berlari tanpa henti.


"Kau mau kemana, tak akan aku biarkan kau pergi haha" tawa sinis Rina yang menggema di telinga Ria yang saat ini sudah di serang rasa takut.


"Aarrrgghh tolong aku, siapapun tolong aku, ku mohon, aku tidak mau mati" teriak Ria terus saja berlari tanpa tujuan.


Ria terus berteriak-teriak namun tak ada satupun santriwati yang keluar dan membantunya.


"Aku akan membuat mu menjadi seperti ku, biar kau tidak seenaknya menghina orang, kau kira aku ini sudah pergi, tidak aku masih tetap ada di sini sampai Azam mau menerima cinta ku" kata Rina yang sudah di penuhi dendam yang berkobar.


"Tolong, tolong aku dari dia, dia akan membunuh ku, aku tidak mau mati" teriak Ria terus berlari tanpa mempedulikan kata-katanya yang Rina ucapkan barusan.


Ria masih terus berlari, tubuhnya di banjir keringat-keringat dingin, rasa takut telah menyatu di dalam tubuhnya, namun yang bisa dia lakukan hanya terus berlari untuk menghindar dari Rina yang tengah marah besar.


"Aku minta maaf, tolong lepaskan aku, aku ingin hidup, jangan bunuh aku, berhentilah mengejar ku huhu" tangis Ria terus berlari tanpa tujuan tertentu.


"Tidak semua hal itu selesai dengan kata maaf saja, aku harus beri kau pelajaran biar kau jera dan tidak lagi menghina orang seenak jidat mu" kata Rina terus mengejar Ria.


Rina tidak akan mau melepaskan Ria begitu saja setelah Ria dan teman-temannya sudah berhasil membuat Rina marah besar.


"Aku mohon, lepaskan aku huhu" tangis Ria masih terus berlari tanpa henti.


"Tidak bisa, kau harus mati, aku tidak mau melepaskan mu begitu saja, suruh siapa kau menghina ku, aku akan buat kau merasakan sakitnya sakaratul maut ,aku berjanji akan membuat mu merasakan hal itu" kata Rina yang tidak memiliki rasa iba sedikitpun pada Ria.


Dia tak akan memberikan Ria lolos begitu saja, sebelum dendam yang membara di hatinya tersampaikan.


"Jangan lakukan itu, ku mohon berhentilah mengejar ku, lepaskan aku huhu" tangis Ria terus berlari menjauhi Rina yang semakin gila mengejarnya.


"Aku tidak mau, kau jangan pernah bermimpi hal itu akan terjadi" jawab Rina dengan suara yang begitu menakutkan yang terdengar di telinga Ria.


Ria semakin mengeraskan tangisannya mendengar itu semua, dia hanya bisa lari dan menghindari Rina yang terus mengejarnya, karena saat ini dia tidak punya cara apapun untuk menghadapi kemarahan Rina.

__ADS_1


Ria terus berlari, ia terus menghadap ke belakang dan-


Brukk


"Aarrrgghh" teriak Ria panjang.


Tubuh Ria menghantam tembok, darah keluar dari kepala Ria membuat gadis itu kehilangan keseimbangan saat berjalan, ia kembali berjalan menghindari Rina meski keadaannya seperti itu.


"Tolong aku, dia akan membunuh ku, siapapun tolong aku" teriak Ria, sebisa mungkin dia akan berusaha untuk terbebas dari Rina yang masih terus mengerjainya.


Darah yang mengalir dari kelapa Ria berjatuhan di sepanjang jalan.


"Mau kemana kau hah, aku tidak akan biarkan kau selamat" kata Rina penuh penekanan.


Mendengar perkataan Rina, Ria semakin di serang rasa panik, ia terus berlari tak memikirkan kepalanya yang terluka.


"Tidak jangan kejar aku, pergi kau" teriak Ria mulai menitihkan air mata karena sudah sangat tegang sekali.


Ria terus berlari ke sembarang arah tiba-tiba.


Brukk


Tubuh Ria terjatuh dari tangga membuat Ria terguling-guling di sana hingga kepala Ria menghantam lantai yang membuat darah semakin deras keluar dari sana.


"Aauw" rintih Ria yang merasakan sakit yang begitu sangat di kepalanya.


Mata Ria tertutup rapat, kegelapan menyergapnya, dia tidak sadarkan diri setelah dua kali terjatuh akibat ketakutan karena di kejar oleh Rina.


Rina berhenti dan melihat Ria yang sudah terluka sangat parah.


"Rasakan itu, suara siapa kau bermain-main dengan ku" kata Rina senang di antara penderitaan orang lain.


"Aku harus cari yang lainnya, akan aku berikan mereka pelajaran juga" kata Rina yang masih belum puas setelah membuat Ria terluka sangat parah.


Sorot mata Rina terlihat memancarkan dendam yang begitu besar dan dendam itu tidak akan reda sebelum musuhnya dapat dia celakai.


"Akan aku pastikan mereka bernasib sama dengannya" kata Rina lalu menghilang.

__ADS_1


__ADS_2