Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Menangisinya seharian


__ADS_3

Aku kembali berusaha menyatukan sukma ku dengan raga namun tak bisa, raga ku masih tetap menolak sukma ku.


"B-bagaimana ini, aku tidak bisa kembali, siapa yang harus ku mintai tolong" tangis ku kembali pecah saat usaha ku kembali gagal.


"Aku tidak boleh menyerah dulu, aku harus bisa kembali ke dalam raga lagi, aku harus bisa, cepat atau lambat aku pasti bisa kembali ke dalam raga, iya aku harus berusaha terlebih dahulu sampai bisa, aku tidak boleh nyerah dulu"


Aku kembali mencoba menyatukan raga ku dengan sukma namun tetap saja tak bisa.


Berulang kali ku coba namun hasilnya tetap sama, aku terduduk lemas di bawah dengan memeluk tubuh ku sendiri.


"Aku tidak bisa kembali ke dalam raga ku, aku juga tidak bisa begini terus, apa yang harus aku lakukan"


"Aku ingin kembali, aku ingin kembali, semesta aku mohon kembalikan ku ke dalam raga, aku mohon pada mu, izinkanlah aku kembali ke dalam raga ku, aku janji, aku tidak akan mengganggu Azam lagi, aku akan melepaskan dia, aku akan pergi dari kota ini selamanya, asalkan aku bisa kembali ke dalam raga, aku mohon kabulkanlah keinginan ku, aku mohon sekali" titah ku dengan air mata yang terus mengalir.


Rasa sakit di dada masih terasa, lama-lama rasa sakit itu membuat ku terdiam.


Aku memegangi dada ku yang terasa sakit.


"Ada apa ini, kenapa sakit sekali" aku berusaha menahan rasa sakit itu.


Sungguh rasa sakit itu begitu luar biasa, aku memegangi dada dengan melirik ke arah raga ku.


"Aku mohon bertahanlah, aku yakin aku bisa kembali, aku ingin hidup, kita akan pergi dari sini selamanya setelah aku bisa kembali ke raga lagi, aku tidak sanggup berada di sini, aku akan pergi ke tempat yang jauh dan tidak akan ada orang yang menemukan ku"


"Aku mohon pada mu, bertahanlah hanya itu yang aku inginkan"


Rasa sakit itu pelan-pelan menghilang, aku kembali bernapas lega saat dada ku tak terasa sakit seperti tadi.

__ADS_1


"Aku harus bisa pergi dari sini, aku tidak mau tinggal di kota ini lagi, aku tidak sanggup melihat Azam bersama yang lain, aku tidak sanggup, aku tidak sanggup, ayo Raisa kamu harus bisa kembali, kamu harus bisa, yakinlah kamu bisa"


Aku bangun dari duduk dan kembali berusaha menyatukan raga dengan sukma.


"Arrrrgghh" sukma ku terpental jauh yang membuat ku terduduk lemas di pojokan.


Air mata kembali tumpah saat usaha ku terus saja gagal."Kenapa aku tidak bisa kembali, ada apa ini, apa selamanya aku akan seperti ini, aku tidak mau seperti ini terus menerus, aku ingin kembali dan melanjutkan kehidupan ku, aku tidak mau begini terus, aku sudah lelah"


"Semesta apa rencana mu pada ku, kenapa kau menyiksa ku, aku tak sekuat baja, aku lemah seperti kaca, aku tidak sanggup berada di titik ini, kau jangan buat aku hancur berkeping-keping seperti ini huhu" tangis yang tak menyangka jika takdir ku seburuk ini.


Aku menangis di dalam ruangan ICU itu.


Aku tidak peduli berapa lama aku menangis sampai-sampai langit yang cerah itu kini sudah berganti gelap.


Sepanjang malam aku menangis di ruangan ICU dengan menemani raga ku yang masih terbaring lemah di brankar.


----------------


Aku masih menangis di dalam ruangan ICU ini hingga siang pun berganti menjadi sore.


Pasti Azam sekarang sudah menikahi ning Aisfa, itu yang terus ku pikirkan semenjak tadi.


Dengan lemas aku menyandarkan tubuh ku pada tembok yang ada di belakang.


"Dia sekarang pasti sudah menikah, dia akan hidup bahagia, dia akan bahagia selamanya, lalu bagaimana dengan ku, aku harus ke mana, aku tidak bisa pergi kemana-mana, raga ku terus menolak ku, bagaimana bisa aku melarikan diri dari kenyataan ini?"


"Siapa yang bisa membantu ku, aku ingin pergi, aku tidak mau berada di titik ini, aku ingin bahagia, aku ingin hidup bahagia seperti orang lain, kenapa semesta seperti tidak mau aku hidup bahagia, apa salah ku, semenjak kecil aku di pisahkan sama papa dan mama ku, dan kini ketika aku sudah menemukan mereka, rasanya sangat sulit aku bisa kembali ke dalam raga dan hidup bahagia bersama mereka"

__ADS_1


"Apa yang sudah semesta rencanakan pada ku, kenapa dia sepertinya tak ingin aku hidup bersama dengan orang-orang yang aku sayangi, salah ku di mana, tolong beri tau aku"


"Siapa yang bisa aku jadikan tempat sandaran saat ini, aku tidak punya siapa-siapa lagi, aku tidak punya siapa-siapa, bapak ibu tolong bawa aku pergi, aku ingin bersama kalian saja, di sini tidak aman ibu, bawa aku ke sana, aku mohon"


Tidak ada jawaban, tidak ada pergerakan, aku masih berada di tempat yang sama dengan luka yang sama.


Aku kembali menumpahkan semua kesedihan ku di sini, kini aku benar-benar sendirian, orang yang paling aku sayangi kini sudah menjadi milik orang lain.


Sakit, namun aku tidak bisa apa-apa, ini sudah menjadi keputusannya, percuma aku mencegahnya, aku tidak akan bisa menghentikan pernikahan itu.


"Ndok" panggilan itu membuat ku menghentikan tangisan ku.


Aku mendongak dan menatap ke arah nek Sumbi yang tengah tersenyum ke arah ku.


"Nenek" aku memeluk tubuhnya dengan sangat erat, sungguh saat ini aku butuh tempat untuk bersandar.


"Nenek dia ninggalin aku, dia menikah dengan orang lain, dia akan pergi nenek, dia akan pergi selamanya dari ku" aku mengadukan semuanya pada nenek Sumbi.


"Tenanglah cucu ku, kamu tidak usah menangis, kebahagiaan sedang berada di depan, walaupun kamu kehilangan dia, masih ada banyak laki-laki lain yang lebih baik dari dia" aku menggeleng, karena aku tidak akan pernah menemukan laki-laki yang seperti dia lagi.


"Nenek aku harus apa, aku harus kemana, nenek beritahu aku harus kemana, aku tidak mau berada di sini nenek?" nenek Sumbi tersenyum, ia tau aku sedang patah hati.


"Cepatlah pulang ke rumah sebelum terlambat" setelah mengatakan hal itu nenek Sumbi menghilang dari hadapan ku.


"Nenek, nenek di mana, nenek" teriak ku mencarinya namun di ruangan ini kosong, hanya ada aku dan juga raga ku.


"Apa maksud nenek barusan, dia nyuruh aku pulang, pulang kemana?"

__ADS_1


"Ke kontrakan ku ataukah ke rumah pa-


"Sepertinya nenek nyuruh ku datang ke rumah papa dan mama, tapi ada apa di sana, kenapa nenek bilang pulanglah ke rumah sebelum terlambat, apa yang di maksud nenek sebenernya?"


__ADS_2