Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Berusaha melupakan dia


__ADS_3

Adam diam, ia tak tau harus berpihak pada siapa, di satu sisi ia kasihan pada ku di sisi lain dia juga kasihan pada kakaknya.


"Adam kenapa kamu diam, cepat kejar Raisa, jangan biarkan dia pergi, aku mohon Adam" Adam masih tetap diam tak bergerak.


"Adam cepat kejar Raisa, aku mohon, bawa dia kembali ke sini, sebelum dia makin jauh" tintah Azam lagi.


"Kak Raisa itu sudah waktunya kembali ke dalam raganya, kakak jangan halangi dia lagi, dia itu sudah lama berpisah dari raganya, sudah waktunya dia kembali ke dalam raganya, aku takut kalau dia terlalu lama berada di sini dia raganya tak dapat bertahan"


"Tapi aku gak mau dia pergi Adam, aku gak mau kehilangan dia"


"Dia gak akan pergi kak, dia gak akan pergi, kakak harus relain dia, kakak gak boleh egois, kalau kakak benar-benar mencintainya biarkan dia pergi, cinta tak selamanya bersama kak"


Azam langsung terdiam, ia tak lagi berusaha membujuk adiknya untuk mengejar ku.


"Kakak gak usah halangi Raisa lagi, kalau kakak memang sayang padanya, dia itu berhak hidup seperti apa yang dia inginkan, kakak jangan ngekang dia lagi, nanti dia bisa tertekan"


Azam mengangguk dengan perasaan yang hancur lebur.


"Kakak istirahat saja, gak udah mikirin Raisa dulu, dia akan baik-baik aja kak, kakak gak usah khawatir" Azam mengangguk lalu pura-pura memejamkan.


Kemudian Adam keluar dari dalam kamar kakaknya.


Saat Adam keluar Azam kembali membuka mata.


"Raisa aku mohon kembalilah, aku gak mau kehilangan kamu secepat ini, aku mohon Raisa tolong kembalilah" harapan besar Azam.


Azam teringat pada ucapan adiknya.


"Kalau kakak benar-benar mencintainya biarkan dia pergi, cinta tak selama bersama kak"


"Benar kata Adam aku harus relain Raisa, dia berhak kembali ke dalam raganya dan hidup bahagia meski tanpa aku di dekatnya, mulai dari saat ini aku harus bisa lupain dia, jika dia jodoh ku kita pasti akan bersama walau sebesar apapun jarak yang ada"


Azam terus memikirkan ku, dengan menatap ke langit-langit kamarnya.

__ADS_1


Di rumah sakit aku menemui raga ku yang berada di ruangan ICU.


Dari kaca itu aku melihat raga ku yang di tubuhnya terpasang selang-selang kecil yang selama ini menguatkannya untuk tetap bertahan.


Aku masuk ke dalam kamar ICU itu.


"Kasihan sekali raga ku, dia pasti tertekan sekali selama ini, raga ku sukma mu saat ini sedang berusaha untuk kembali, aku mohon tetap bertahanlah, sebisa mungkin aku akan kembali dan hari ini usaha ku telah membuahkan hasil"


"Aku sudah tau caranya kembali ke dalam raga lagi, setelah ini aku pasti bisa melihat dunia dalam wujud manusia lagi" senang ku yang sudah tak sabar kembali ke dalam raga lagi.


Aku teringat pada ucapan raja jin yang menjelaskan tentang bagaimana caranya kembali ke dalam raga lagi.


"Aku harus lakuin apa yang raja jin bilang, setelah kembali ke dalam raga ku, aku akan langsung datangin papa dan mama ku, biar mereka gak sedih lagi dan mereka gak akan terus menerus di bohongi sama orang-orang yang terus menyamar menjadi diri ku"


Aku gembira saat teringat pada papa dan mama, aku pasti akan memiliki keluarga yang lengkap lagi setelah berhasil siuman.


Aku memejamkan mata sebelum masuk ke dalam raga ku.


"Pasti bisa"


Aku menatap tak percaya ke arah raga ku.


"K-kenapa aku gak bisa kembali, ada apa ini, apa memang aku gak akan bisa kembali ke dalam raga ku lagi?" panik ku dengan hati yang bercampur aduk.


"Gak mungkin, itu gak mungkin terjadi, aku pasti bisa kembali, aku gak mau terus-terusan kayak gini"


"Aku harus coba lagi, aku yakin aku pasti bisa kembali"


Aku kembali mencoba menyatukan sukma ku ke dalam raga namun tetap saja tidak bisa yang membuat ku kembali keluar dari dalam raga dengan dada yang terasa sakit.


"Ada apa ini, kenapa aku tidak bisa kembali, kenapa aku gak bisa kembali" teriak ku yang tak percaya jika usaha ku kembali gagal.


Aku melihat kedua tangan ku dengan air mata yang terus mengalir.

__ADS_1


"Apa aku benar-benar tidak bisa kembali, apa selamanya aku akan begini?"


"Tidakkk, aku tidak mau seperti ini terus, aku ingin kembali menjadi manusia, aku gak mau seperti ini" teriak ku yang sangat frustasi.


Aku terduduk di bawah dengan air mata yang terus mengalir sebab usaha ku kembali ke dalam terus tak kunjung bisa.


"Bagaimana ini, kenapa aku gak bisa kembali, siapa yang harus ku mintai tolong huhu?" tangis yang merasa sangat kacau.


Aku terus menangis dengan memeluk tubuh ku.


"Azam, aku harus tanya sama dia kenapa aku gak bisa kembali, aku yakin sekali dia pasti tau jawabannya, iya dia pasti tau"


"Sekarang aku harus balik ke pondok lagi, aku harus bisa cari tau kenapa aku gak bisa kembali ke alam raga ku lagi" aku menyeka sedikit air mata lalu berlari keluar dari dalam ruangan ICU meninggalkan raga ku.


"Aku harus cepat-cepat sampai di pondok, aku harus bisa cari tau kenapa aku gak bisa kembali ke dalam raga ku, apa karena aku udah meninggal sehingga aku gak bisa kembali?"


"Gak mungkin, itu gak mungkin terjadi, aku masih hidup, aku gak meninggal, aku pasti bisa kembali ke dalam raga lagi, aku yakin itu" aku terus berjalan keluar dari dalam rumah sakit.


"Dokter Kevin" panggil suster.


Aku yang mendengar nama dokter Kevin yang tak lain adalah ayah ku langsung menghentikan langkah.


"Ada apa suster?" dokter Kevin melihat suster itu yang mendekatinya.


"Dokter saya mendapatkan informasi kalau orang yang sudah nyulik anak dokter saat masih bayi telah di temukan" jawab suster.


Wajah dokter Kevin langsung berbinar."Di mana orangnya, cepat baru tau saya, saya ingin menjemput anak saya"


"Dia tinggal di jalan melati nomor 04 dokter" jawab suster.


"Saya akan ke sana, terima kasih suster atas informasinya" suster itu mengangguk.


"Sama-sama dokter" dokter Kevin berjalan dengan terburu-buru untuk segara keluar dari dalam rumah sakit ini.

__ADS_1


"Apa tadi mereka bilang, orang yang sudah nyulik anaknya dokter Kevin?"


"Apa mungkin orang itu yang sudah buat aku berpisah dari papa dan mama, aku harus lihat seperti apa orangnya, aku harus ikut papa ke sana" aku berjalan membuntuti dokter Kevin dari belakang.


__ADS_2