
"Iya, itu lebih baik, untuk saat ini lebih baik kita berada di sini dulu, karena di luar masih banyak orang yang berkeliaran, akan sulit jika kita nekat keluar dari sini detik ini juga" kata Adam.
Aku mengangguk mengerti karena untuk keamanan bersama aku akan bersabar menunggu matahari terbenam baru setelah itu berusaha keluar dari tempat ini.
"Kalian tunggulah di sini, aku mau ke kerajaan sebelah dulu, nanti sebelum matahari terbenam aku akan kembali ke sini lagi, ingat kalian jangan coba-coba keluar dari dalam kamar ini, karena jika sampai kalian ketahuan, kemungkinan besar aku tidak akan bisa membantu kalian lagi" peringatan Shaka.
"Iya, kami akan tetap berada di sini, kami tidak akan pergi kemanapun" jawab Adam.
"Bagus" kata Shaka.
"Shaka kamu ngapain mau ke kerajaan sebelah, ada urusan apa kamu ke sana?" tanya ku penasaran.
"Aku tidak punya urusan apapun dengan kerajaan itu, di sini yang punya urusan itu pangeran, katanya dia ingin menemui putri Nurmala, maka dari itu dia ngajak aku ke sana, mau tidak mau aku harus ikut, kalau aku tidak ikut, maka pangeran pasti akan curiga pada ku" jawab Shaka.
"Oh seperti itu, tapi kamu janji kan akan kembali sebelum matahari terbenam?" tanya ku memastikan.
"Aku berjanji, kalian tunggulah di sini, jangan keluar, aku akan kembali secepatnya" jawab Adam.
Kami berdua mengangguk mengerti.
"Jika ada yang ngetuk pintu, jangan di buka, karena itu bukan aku" kata Shaka.
"Iya, kami tidak akan buka, kamu tenang saja" jawab Adam.
"Aku pergi dulu, tetap dian di sini, jangan kemana-mana" kata Shaka.
Kami mengangguk, kemudian Shaka keluar dari dalam kamar ini dan berjalan menuju tempat pangeran berada.
"Huft untunglah masih ada Shaka yang mau membantu ku, kalau tidak, aku pasti akan terjebak di dalam alam ini selamanya, aku kan gak mau, aku masih mau hidup, gak mau mati dulu, kalau aku pengen mati, aku gak akan capek-capek ngemis-ngemis sama Azam agar dia mau bantuin aku buat ngembaliin aku ke dalam raga" kata ku.
"Kamu sih pake terjebak di sini segala, kan jadi susah buat keluarnya" omel Adam yang rada-rada menyesal sebab nekat mencari ku ke sini.
"Aku juga gak mau terjebak di sini, kalau aku tau hal ini akan terjadi, aku pasti akan ngindar, dan ya ngapain kamu datang ke sini buat bantuin aku kalau pada akhirnya gak ikhlas" kata ku.
"Kalau aku gak ke sini, aku yakin banget kamu gak akan bisa keluar dan juga kakak ku akan terus meracau kemana-mana karena kehilangan kamu, dan dia akan nyalain aku untuk seumur hidupnya karena gara-gara kamu bisa hilang" jawab Adam.
__ADS_1
"Gimana ya keadaan Azam sekarang, dia masih sakit apa enggak?" tanya ku yang kembali teringat padanya.
"Sakitnya parah gak Indomie?" tanya ku.
"Parah, sampai-sampai kakak aku pingsan saat dengar kamu hilang" jawab Adam yang membiat ku semakin cemas memikirkannya.
"Kenapa kamu pake bilang, seharusnya kamu gak usah bilang kalau hilang" kata ku yang tiba-tiba khawatir pada Azam setelah mendengar ucapan Indomie.
"Kalau aku gak bilang, pas kakak aku nanya kamu ke mana, aku harus jawab apa, kamu gak mikirin itu" jawab Adam.
"Seharusnya kamu itu cari alasan, biar Azam gak tau kalau aku hilang, kan dia gak akan sakit kalau gak tau aku hilang" kata ku.
"Enak banget ngomongnya, coba kamu yang jadi aku, kamu pasti gak akan bisa berpikir ke situ" jawab asam.
"Iya juga sih" batin ku.
"Kamu tau gak aku ini ke sini ke paksa, kalau kakak aku gak nyuruh aku buat nyari kamu, aku ogah banget masuk ke sini, apalagi di sini itu alam jin, banyak jin yang berkeliaran, kalau aku sampai di kurung sama mereka, kemungkinan kecil untuk ku bisa kembali ke alam manusia lagi" kaga Adam.
"Seharusnya itu kamu bersyukur, aku masih mau nyariin kamu, kalau aku biarkan kamu berada di sini aku yakin kamu akan sulit untuk keluar, kamu pikir dengan adanya Shaka kamu bisa keluar apa, enggak, dia memang bisa bantuin kamu, tapi dia itu anggota kerajaan ini juga, kalau semisal saat kalian berusaha untuk keluar dari sini ketahuan, aku jamin bukan kamu saja yang akan kena masalah tapi Shaka, dia pasti gak akan bisa bantuin kamu lagi dan kamu akan berada di alam ini SELAMANYA" kata Adam penuh penekanan.
"Dengarin baik-baik" kata Adam.
"Di bantuin malah nyeselin, nyesel banget aku datang ke sini, tau gini aku gak mau susah-susah nyariin kamu ke sini, resiko masuk ke sini itu besar, pertama aku sulit untuk keluar karena di sini banyak setannya, mereka bukan manusia yang bisa di sogok, kalau semisal mereka melihat aku di sini, mereka pasti akan langsung menangkap aku dan masukin aku ke dalam penjara, kamu bayangin bagaimana hidup di dalam penjara selamanya, kamu mau masuk ke sana hah" kata Adam.
"Ya enggaklah, mana mau aku hidup di tempat itu" jawab ku.
"Mangkanya gak usah berisik, terima aja nasib mu, jangan nyalahin orang lain" omel Adam lagi.
tok
tok
tok
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuat kami berdua langsung panik.
__ADS_1
"Adam siapa yang ngetuk pintu?" tanya ku dengan suara pelan.
"Mana aku tau" jawab Adam.
"Terus gimana ini, kita buka apa bagaimana?" tanya ku.
"Jangan, jangan di buka, Shaka bilang kalau ada yang ngetuk pintu jangan di buka, karena itu bukan dirinya, itu pasti orang lain" jawab asam.
"Terus kita harus apa ini, masa kita biarkan aja, kalau dia itu masuk ke sini bagaimana, kita akan kena masalah" kata ku yang sudah mulai cemas.
"Kita harus sembunyi rai, kita gak boleh ketahuan, bakalan berabe kalau kita sampai kita ketahuan" jawab Adam.
"Tapi sembunyi di mana?" tanya ku.
Adam melihat ke sekitarnya.
"Di sana ,aku rasa di sana adalah tempat yang terbaik untuk kita jadikan tempat sembunyi" jawab Adam.
"Sepertinya iya, ayo kita sembunyi sekarang" kata ku.
Adam mengangguk setuju lalu kami beduah bersembunyi di tempat yang Adam tunjukkan.
tok
tok
tok
"Shaka"
Panggil seseorang yang berada di balik pintu.
"Shaka kamu ada di dalam gak?" tanya orang itu lagi.
Namun tidak ada yang menjawab.
__ADS_1
"Shaka aku masuk ya" kata orang itu.
Pelan-pelan pintu terbuka kemudian orang yang bernama putri Utari masuk ke dalam kamar Shaka.