Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Bayangan besar


__ADS_3

Azam memandangi punggung adiknya yang terus masuk ke dalam sekolahan terbengkalai, ia tak dapat ikut ke dalamnya karena pak poci dan Adam melarangnya.


Pelan-pelan punggung Adam tak dapat lagi Azam lihat karena jarak yang cukup jauh.


"Ayo Azam kita kembali ke asrama, kita tunggu Adam kembali di sana saja" ajak pak poci.


Dengan wajah yang masam Azam mengikuti pak poci untuk kembali ke dalam asrama.


"Tapi Adam akan kembali kan pak poci?" tanya Azam kembali memastikan, ia hanya takut kehilangan adiknya seperti kehilangan aku.


"Iya, dia pasti akan kembali, kamu tenang saja, dia pasti akan kembali dengan membawa Raisa" jawab pak poci.


"Ayo kita kembali ke asrama, kamu harus istirahat masalah Raisa biar Adam yang akan bawa dia kembali" ajak pak poci.


Azam hanya mengangguk dengan ekspresi wajah masam.


Pak poci dan Azam terus berjalan menuju asrama kembali.


Adam masuk ke dalam sekolahan terbengkalai itu sendirian.


"Jadi seperti ini isi di dalam sekolahan terbengkalai ini" kata Adam yang melihat ada banyak sarang laba-laba dan bangku-bangku yang berserakan tak beraturan di dalam sekolahan itu karena sudah lumayan lama sekolahan itu kosong.


"Aku harus cari Raisa, aku harus bisa bawa di kembali agar kakak gak sedih terus" kata Adam.


Adam berjalan dengan perlahan-lahan karena banyak sekali meja dan kursi yang patah dan berserakan di mana-mana.


"Raisa kamu di mana" teriak Adam.


Suara Adam memantul di dalam sekolahan terbengkalai ini.


"Raisa aku ada di sini, kamu ada di mana" teriak Adam kembali.


Tidak ada jawaban yang Adam dengar, sekolahan ini benar-benar sepi.


"Sepi banget sekolahan ini, di mana penghuni sekolahan ini yang katanya sarang hantu di pesantren ini, kenapa sekarang pada gak ada, apa mungkin mereka sudah pergi dari sini" pikir Adam yang memang tidak melihat penampakan apapun.


"Kalau memang sudah pergi, aku harus beritahu kakak kalau sekolahan ini dapat di gunakan lagi karena penghuninya sudah pada pergi, biar sekolahan yang di bangun besar dan luas kayak gini gak sia-sia" kata Adam.


Adam terus berjalan mencari keberadaan ku.


"Raisa kamu di mana" teriak Adam kembali.


Tidak jawaban yang terdengar.


"Raisa di mana sih, kok gak ketemu juga" kata Adam yang tak menemukan aku meski ia terus menerus mencarinya.


Adam melihat ke arah tembok yang ada di depannya, bertapa terkejutnya ia kala melihat jika bayangannya yang memantul di dinding terlihat sangat besar dan tinggi.


"Kenapa bayangan ku sebesar itu, siapa yang sudah berada di belakang ku" kata Adam tertegun.

__ADS_1


Adam dengan perlahan-lahan membalikan tubuhnya untuk tau siapa yang sudah berada di belakang tubuhnya.


"Allahu Akbar" kaget Adan saat melihat genderuwo dengan mata merah dan tubuhnya yang di penuhi bulu-bulu lebat tengah berdiri tepat di belakang Adam.


"D-di mana Raisa?" tanya Adam karena ia merasa aku di sembunyikan oleh genderuwo itu.


"DIA SUDAH MATI" teriak genderuwo itu dengan mata yang masih melotot tajam.


Adam yang di teriaki seperti itu sangat terkejut.


"Tidak mungkin, Raisa tidak mungkin mati, kamu pasti bohong" tak percaya Adam pada genderuwo itu.


"Hahahaha"


Tiba-tiba genderuwo itu tertawa dengan menggelegar dahsyat di sekolahan terbengkalai ini.


Adam menutup telinganya saat suara genderuwo itu menusuk tajam ke dalam telinganya.


"Wahahaha" teriak genderuwo itu semakin nyaring yang membuat Adam terus menutup telinga sambil memejamkan mata.


Adam kembali membuka mata saat suara genderuwo itu tidak lagi terdengar.


"Di mana genderuwo itu, kenapa tiba-tiba menghilang?" tanya Adam yang tak melihat keberadaan genderuwo seram itu di depannya.


"Apa mungkin dia sudah pergi ya, tapi pergi kemana?" tanya Adam.


"Aku harus cari dia, aku yakin sekali dia tau di mana Raisa berada" feeling Adam.


Adam berjalan tiba-tiba kakinya tersandung kayu yang berserakan di lantai dan membuatnya jatuh.


Brukkk


"Aauw" rintih Adam saat dahinya jatuh tepat pada potongan kaca yang berada di lantai.


Adam memegangi dahinya yang terus mengeluarkan darah.


"Aduh kenapa ini" kata Adam saat kepalanya berputar-putar tak karuan, serasa semua benda berputar-putar dengan sendirinya setelah ia terjatuh.


Semua benda terus berputar-putar di kepala Adam hingga membuatnya tak kuat lagi menahan rasa sakit yang menyerang kepalanya.


Adam memejamkan mata dengan memegangi kepalanya.


Tiba-tiba kegelapan menyergap Adam.


Adam membuka mata tetapi semuanya tampak gelap.


"Di mana aku ini, kenapa di sini gelap sekali?" tanya Adam.


hiks

__ADS_1


hiks


hiks


Telinga Adam tak sengaja mendengar suara tangisan.


"Kok ada orang nangis, aku berada di mana sebenarnya, kenapa semuanya gelap gulita seperti ini?" tak mengerti Adam pada tempat yang menurutnya sangat aneh.


hiks


hiks


hiks


Suara tangisan itu kembali terdengar namun Adam tak dapat melihat seperti apa pemiliknya karena sekelilingnya gelap gulita.


"Di mana kalian, biasakan kalian jelaskan aku ada di mana sekarang?" tanya Adam dengan meraba-raba karena sungguh tempat yang ia datangi begitu gelap.


Mendadak suara tangisan itu menghilang entah kemana.


"Kok udah gak ada lagi, kemana suara tangisan itu, tadi suaranya berada di sini, kenapa sekarang menghilang" tak mengerti Adam.


"Sebenarnya aku berada di mana, kenapa ku bisa berada di tempat yang segelap ini, aku harus cari jalan keluar dari tempat gelap ini" kata Adam.


Adam dengan meraba-raba berjalan di kegelapan yang membuatnya tak dapat melihat apapun yang berada di sekitarnya.


Sungguh ia seperti layaknya orang buta yang tak dapat melihat apa-apa.


Bruk


Tiba-tiba Adam menabrak seseorang yang membuatnya berhenti..


"Siapa kau?" tanya Adam.


Seketika kegelapan di tempat ini langsung sirna.


"Hah di mana aku ini" terkejut Adam saat melihat tempat yang begitu megah dan mewah seperti layaknya berada di dalam istana.


Adam melihat penjuru ruangan yang begitu megah dan sangat besar hingga tatapannya jatuh pada santri-santri yang menangis dengan tangan dan kaki yang di ikat dengan rantai.


"Tolong kami" teriak mereka dengan terus menangis.


Adam hendak mendekat untuk menolong mereka.


"Jangan tolong mereka, percuma kau menolongnya karena mereka tidak aka bisa kembali ke alamnya" kata Shaka.


"Kenapa mereka tidak bisa kembali?' tanya Adam penasaran.


"Karena waktu sudah lewat 7 hari, mereka semua itu sudah berada di sini selama 1 bulan, kalaupun kau membebaskannya itu percuma, karena mereka tidak akan bisa kembali lagi" jawab Shaka.

__ADS_1


__ADS_2