Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Gawat


__ADS_3

"1 Bulan, perasaan mereka sudah hilang sudah bertahun-tahun" terkejut Adam


mendengar ucapan Shaka.


"Hitungan hari di alam gaib dan di alam bumi itu berbeda, satu hari di sini bisa saja di bumi sudah 60 hari satupun lebih, mangkanya kalau 1 bulan di sini di alam bumi pasti sudah bertahun-tahun lamanya"


Adam begitu terkejut mendengarnya.


"Kalau begitu aku harus cepat-cepat bawa Raisa kembali, sebelum dia tidak bisa kembali" kata Adam hendak pergi untuk kembali mencari ku.


"Tunggu" cegah Shaka.


Adam berhenti dan melihat kembali ke arah Shaka.


"Raisa, kau menyebut nama Raisa?" tanya Shaka kembali memastikan.


"Iya Raisa, dia sukma yang terpisah dari raganya dan tak sengaja masuk ke sini, aku harus tolongin dia, dia pasti butuh bantuan ku" jawab Adam.


Adam hendak kembali berjalan untuk mencari ku.


"Tunggu dulu" kata Shaka.


"Ada apalagi?" tanya Adam.


"Orang yang kamu cari sedang berada di kamar ku" jawab Shaka.


"Yang benar saja, kau tidak bohong kan?" tanya Adam masih tidak percaya.


Matanya langsung berbinar saat mendengar jawaban Shaka.


"Aku tidak bohing, dia saat ini berada di dalam kamar ku" jawab Shaka.


"Kalau seperti itu ayo sekarang bawa aku ke kamar mu, aku ingin membawa Raisa kembali sebelum waktunya habis" tintah Adam yang sudah tidak sabar pergi dari sini.


"Aku akan mengantar mu tapi kamu tidak bisa membawanya pergi saat ini" kata Shaka.


"Kenapa?" tanya Adam penasaran.


"Karena akan sulit bagi mu untuk bisa membawanya pulang, sebab banyak prajurit dan anggota kerajaan yang berkeliaran, kalian akan tertangkap jika nekat pergi dari sini saat ini juga" jawab Shaka.


"Lalu kapan aku bisa membawanya pergi dari sini?" tanya Adam.


"Nanti, saat hari sudah gelap, untuk saat ini jangan, akan ada banyak kendala jika kau nekat membawanya keluar dari dalam istana ini, baru saat malam hari tiba dan semua orang sedang tidur, kau bisa membawanya keluar dari sini" jawab Shaka.


"Baiklah kalau seperti, tapi bawa aku ke Raisa, aku ingin melihat keadaannya" tintah Adam.


"Aku akan mengantar mu, ayo ikutlah dengan ku" ajak Shaka.


Adam berjalan di belakang Shaka untuk menemui ku yang masih diam di dalam kamar Shaka.


Baru beberapa langkah mereka berjalan, mata mereka sudah melihat prajurit yang akan melintas.


"Gawat, kita harus sembunyi" panik Shaka.

__ADS_1


"Sembunyi di sana" tunjuk Adam pada patung besar yang berada di samping kirinya.


Dengan cepat mereka berdua langsung bersembunyi di balik patung itu.


tap


tap


tap


Seorang prajurit berjalan dan suara langkah kakinya terdengar jelas di telinga keduanya.


Mereka berdua diam dengan menahan napas berharap prajurit itu tidak menyadari keberadaan mereka.


Prajurit itu lewat dan benar saja, ia tidak sadar kalau ada dua makhluk yang berbeda alam yang kini tengah bersembunyi di balik patung.


"Alhamdulillah dia tidak tau kalau kita berada di sini" syukur Adam yang bernapas lega.


"Iya, tapi ayo kita harus pergi dari sini, kita harus sampai di kamar ku sebelum ada prajurit atau anggota kerajaan lainnya yang melihat kita, sungguh kau tidak aman berkeliaran di sini lebih lama lagi, ayo kita ke kamar ku saja, kau pasti aman berada di sana" ajak Shaka.


"Iya ayo" jawab Adam.


Dengan perlahan-lahan Shaka keluar dari balik patung itu.


Sebelum melangkahkan kakinya untuk berjalan kembali ke dalam kamar, Shaka melihat ke kanan dan kirinya yang sepi.


"Aman, ayo kita langsung ke kamar ku saja" ajak Shaka.


Adam mengangguk setuju lalu berjalan dengan mengendap-endap mengikuti Shaka.


tap


tap


tap


Telinga Shaka mendengar suara langkah kaki yang bergitu mendekat.


"Gawat kita harus pergi dari sini" panik Shaka yang mendengar suara langkah kaki itu mendekatinya.


"Kita harus sembunyi di mana?" tanya Adam yang juga panik takut ketahuan.


Shaka diam dan terus melihat sekitarnya semoga ada tempat yang tepat untuk di jadikan tempat bersembunyi.


tap


tap


tap


Suara langkah kaki itu semakin lama semakin mendekat.


"Kita harus sembunyi, kita gak bisa diam aja" kata Adam yang semakin panik sekali.

__ADS_1


Shaka masih diam dengan wajah yang sangat cemas.


tap


tap


tap


Suara langkah kaki itu semakin mendekat membuat keduanya ketar-ketir.


Tiba-tiba mata Shaka jatuh pada vas bunga besar yang terbuat dari tanah liat yang berada di samping kirinya.


"Kau sembunyi di sini" kata Shaka dengan menunjuk ke arah vas bunga itu.


"Lalu kau bagaimana?" tanya Adam.


"Aku anggota kerajaan ini, aku tidak akan tertangkap, tak akan ada yang curiga pada ku, sekarang cepatlah bersembunyi di sana, aku akan ngalangin tubuh mu agar tidak ada orang yang melihatnya" jawab Shaka.


Dengan cepat Adam bersembunyi di belakang vas bunga itu, kemudian Shaka menghalangi vas bunga itu dengan tubuhnya.


tap


tap


tap


Suara langkah kaki itu semakin mendekat, Shaka diam di tempat bagaikan satpam, ia tak bisa pergi karena jika sampai ia pergi Adam akan ketahuan dan akan membuatnya juga terjerumus.


tap


tap


tap


"Semoga tak ada yang curiga pada ku" batin Adam yang ketar-ketir di balik vas bunga itu.


Raja di kerajaan jin ini lewat dan mendapati Shaka yang diam di tempat, dan hal itu berhasil membuatnya sangat penasaran.


"Shaka" panggil raja.


"Ada apa paman, apa yang paman butuhkan?" tanya Shaka dengan di iringi senyuman manis.


"Tidak, kenapa kau berada di sana, apa yang kau tunggu?" tanya raja yang sangat penasaran.


"Tidak ada paman, aku barusan cuman melihat santri-santri yang berada di penjara" jawab Shaka.


"Oh seperti itu, bagaimana apa yang hilang di antara santri itu?" tanya raja.


"Tidak ada paman, mereka semua lengkap, tak ada satupun yang hilang, lagian mereka tidak akan bisa pergi kemanapun, karena mereka sudah hilang bertahun-tahun di alam manusia" jawab Shaka.


"Iya, mereka tidak akan bisa kembali lagi, kalaupun aku bebaskan mereka, mereka tidak akan bisa kembali menjadi manusia, Shaka nanti suruh prajurit untuk membebaskan tawanan kita yakni santri-santri itu, biarkan mereka berkeliaran di sini, mereka juga tidak akan bisa kembali ke alam manusia" tintah raja jin.


"Baik paman, aku akan bilang pada prajurit secepatnya, paman tidak usah khawatir" jawab Shaka yang begitu senang sekali.

__ADS_1


Raja jin kemudian kembali berjalan meninggalkan Shaka yang masih berdiri di tempat bagaikan patung.


Shaka masih diam di tempat dan terus melihat punggung raja jin yang kemudian menghilang karena di telan jarak.


__ADS_2