Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Aku harus tolongin dia


__ADS_3

"Kenapa pangeran ingin menyulik gadis ini, apa dia menyukai gadis ini, baru kali ini dia menjebak manusia untuk masuk ke dalam kerajaan jin, kalau benar, kasihan manusia ini, dia tidak akan bisa kembali setelah lewat 7 hari" batin pemuda itu.


"Aku harus tolongin dia, tak akan aku biarkan pangeran merenggut kebahagiaannya begitu saja, aku harus bantu dia" batin pemuda itu.


"Aku akan membantu mu, tapi kamu tunggu dulu di kamar ini, jangan kemana-mana, kamu jangan keluar kalau ada orang yang mengetuk pintu, karena itu bukan aku" kata pemuda itu.


"Terimakasih, aku akan menuruti mu yang penting kau mau membantu ku untuk bisa keluar dari alam ini" jawab ku.


"Aku mau keluar dulu, kamu jangan pernah keluar dari kamar ini, aku mau melihat keadaan dulu seperti apa situasi di luar, biar aku bisa dengan mudah membawa mu kembali ke alam mu" kata pemuda itu.


"Baiklah, aku akan tetap di sini" jawab ku.


Pemuda itu keluar dari kamar ini.


"Huft untung aku bertemu dengan orang yang sangat baik sepertinya, kenapa dia beda sekali dengan pangeran, tapi aku masih belum yakin kalau dia mau membantu ku, kalau dia malah memberitahu pangeran kodok itu kalau aku ada di sini gimana, bisa berabe lah nanti, aku tidak mau mati, aku masih mau hidup" kata ku cemas.


"Aku keluar gak ya, kalau aku keluar aku pasti akan tertangkap oleh prajurit itu, Raisa Vallensia kamu diam dulu, jangan berisik, jangan pula cemas, kamu tunggu saja pemuda itu kembali ke sini, kalau dia menipu mu kau tinggal melarikan diri saja, kalau dia memang benar-benar membantu mu, kau aman" kata ku meyakinkan diri.


Aku diam di kamar ini menunggu pemuda itu kembali.


Di sisi lain.


Suhu tubuh Azam semakin tinggi saja membuat Ustadz Rehan cemas sendiri.


"Kenapa suhu tubuh Ustadz Azam semakin tinggi, perasaan sudah ku berikan obat, kenapa tidak turun" cemas Rehan.


"Raisa, Raisa kamu di mana" kata Azam dengan mata yang masih tertutup.


"Raisa, siapa gadis itu, kenapa aku baru mendengar namanya, saat ini siapa santriwati bernama Raisa yang Ustadz Azam sebut, aku rasa gadis bernama Raisa ini bukan santriwati di sini" batin Agam.


"Raisa" panggil Azam dengan wajah pucatnya.


"Kamu tenang dulu Ustadz Azam, istirahat dulu, biar obat yang saya berikan bisa bekerja dengan baik" kata Rehan.


"Enggak tadz, saya harus cari Raisa, di mana adik saya?" tanya Azam.


"Beliau ada di depan" jawab Rehan.

__ADS_1


"Saya minta tolong panggilkan dia ke sini" tintah Azam.


"Baik, kamu tunggu di sini dulu" jawab Rehan.


Rehan meninggalkan Azam sendirian.


"Raisa, kenapa perasaan aku gak enak banget, ada apa dengannya, aku harus bisa bawa dia kembali ke sini lagi" kata Azam cemas.


Ia takut ada apa-apa yang terjadi pada ku.


Rehan mendekati Adam yang cemas memikirkan Azam yang tiba-tiba jatuh sakit.


"Ustadz Adam, anda di panggil sama Ustadz Azam, ayo ikuti saya" ajak Rehan.


"Baik tadz" jawab Adam.


Mereka berdua masuk ke dalam klinik.


"Ada apa kak?" tanya Adam.


"Ayo bantu aku datang ke sekolahan berhantu itu, perasaan ku tidak enak banget, aku takut ada apa-apa sama Raisa" ajak Azam.


"Enggak, aku gak mau, ayo antarkan aku ke sana saja, aku takut ada apa-apa sama Raisa, aku gak mau kehilangan dia" kata Azam.


"Baiklah, ayo aku akan temani kakak ke sana, tapi kakak jangan masuk ke dalam, kondisi kakak masih lemah, nanti kakak akan sulit keluar kalau memang benar ada sarang makhluk halus di sana" jawab Adam.


"Iya, ayo kamu antarkan aku ke sana" kata Azam.


Kakak beradik itu melangkah menuju sekolahan berhantu.


"Ada apa mereka berdua mau ke sana, bukannya pak kyai sudah melarang santri ke sana, terus siapa gadis yang bernama Raisa, kenapa Ustadz Azam menyebut namanya dan juga dia bilang kalau dia tidak bisa kehilangan Raisa, sebenarnya siapa gadis itu, setahu ku Ustadz Azam tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita manapun, apa hubungan mereka baru ya" kata Rehan dengan memandang punggung mereka.


Di alam jin.


Pemuda yang tak lain bernama Shaka mendekati singgasana raja.


"Salam paman" kata Shaka membungkukkan badan.

__ADS_1


"Salam, ada apa Shaka, kenapa kamu menemui ku?" tanya raja.


"Tidak ada apa-apa paman, Shaka hanya ingin berbicara tentang gadis yang di bawa oleh pangeran, tak sengaja tadi Shaka dengar pembicaraan prajurit kalau pangeran telah membawa manusia ke dalam kerajaan ini, apa itu benar paman" jawab Shaka.


"Benar sekali Shaka, paman juga tidak tau apa maksud pangeran membawanya ke sini, dia masih ikut mengejar gadis itu bersama prajurit lainnya" kata raja.


"Salam raja" kata prajurit yang tadi mengejar ku.


"Salam, bagaimana prajurit apakah kalian sudah menangkap gadis itu?" tanya raja.


"Mereka tidak berhasil ayah, Raisa pergi, gak tau kemana, aku tadi juga ikut mencarinya, tapi tidak ketemu juga" jawab pangeran.


"Apa maksud pangeran membawa masuk gadis itu ke sini?" tanya Shaka.


"Tidak ada maksud tertentu,hanya saja aku ingin dia berada di alam ini, tidak lebih" jawab pangeran.


"Tak mungkin pangeran tidak punya alasan tertentu, saya yakin ada sesuatu di baliknya bukan" tebak Shaka.


"Yes aku menyukainya, aku tak mau Ustadz pondok itu memilikinya, aku juga kasihan padanya karena dia tak kunjung di bantu oleh Ustadz pondok untuk kembali ke dalam raganya, lebih baik dia di sini saja bersama ku" jawab pangeran.


"Tidak boleh pangeran, ayah tidak mau kamu menikahi manusia, ayah tidak setuju, kamu seharusnya menikah dengan makhluk sebangsa kita, jangan manusia yang tidak di ketahui latar belakangnya" larang raja.


"Tidak mau ayah, aku hanya ingin dia, tak mau yang lain, ayah harus setuju, plis ya" mohon pangeran.


"Jangan putra ku, kamu harus menikah dengan Nurmala, dia itu cocok bersanding dengan mu, manusia itu masih remaja, dia juga pasti belum tamat sekolah, kamu tidak cocok bersanding dengannya, lebih baik bersama Nurmala saja, kamu tau kan kalau kami sudah menjodohkan kamu dengan Nurmala sejak kamu masih kecil, jadi kamu tidak boleh menikahi wanita lain selain Nurmala" jawab ratu.


"Aku kan nanti akan menjadi penerus kerajaan ini, aku bisa memiliki istri lebih dari satu, aku pokoknya mau Raisa, masalah Nurmala dia akan aku nikahin juga, ibunda jangan khawatir" kata pangeran.


"Tidak bisa putra ku, peraturan di sini itu pangeran harus menikah satu kali untuk seumur hidupnya, tidak boleh lebih" jawab ratu.


"Peraturan macam apa itu" tak suka pangeran.


Mereka semua terkekeh geli melihat pangeran yang keinginannya tak dapat terwujud.


"Bagus lah dengan adanya peraturan seperti itu, pangeran tidak akan bisa menikahi Raisa dan Raisa bisa kembali ke alamnya, aku harus cek kembali ke kamar, aku harus pastikan masih ada di sana atau tidak" batin Shaka.


"Paman, bibi, aku permisi mau ke kamar dulu" kata Shaka.

__ADS_1


"Iya, kembalilah kamu ke sana" jawab ratu.


Shaka dengan langkah terburu-buru berjalan mendekati kamarnya kembali.


__ADS_2