Terpisah Dari Raga

Terpisah Dari Raga
Jurang pemisah


__ADS_3

Pangeran dan putri Utari kembali berjalan memasuki istana yang megah itu.


"Pangeran" panggil Shaka.


Pangeran menoleh ke arah Shaka.


"Ada apa Shaka?" penasaran pangeran pada apa yang Shaka inginkan.


"Pangeran aku ingin kembali ke kerajaan karena aku punya janji pada putri Utari kalau nanti malam aku akan ngajak dia buat nangkap kunang-kunang" jawab Shaka.


"Ya sudah pergilah" pangeran tidak curiga sama sekali pada Shaka meskipun ia tau kalau putri Utari adiknya tidak pernah akur dengan Shaka.


"Baik pangeran, putri aku pergi dulu, maaf aku tidak bisa lama-lama berada di sini" pamit Shaka sebelum pergi.


"Iya tidak apa-apa" jawab putri Nurmala.


"Aku permisi dulu" pamit Shaka.


Mereka mengangguk kemudian Shaka keluar dari dalam istana itu dengan terburu-buru.


"Untung aku bisa nemu alasan yang dapat membuat pangeran percaya" lega Shaka yang kini sudah berada di luar istana.


"Aku harus kembali ke kerajaan secepatnya, Raisa dan Adam pasti sedang nungguin aku" Shaka kembali teringat pada kami yang masih berada di istana.


Shaka menunggangi kuda itu untuk kembali ke dalam istana.


"Pangeran bilang kalau jurang pemisah antara alam gaib dengan alam manusia itu ada di tengah-tengah hutan, aku harus cek dulu keberadaannya, biar nanti saat aku mau bawa Raisa dan Adam ke sana bisa mudah, gak perlu ribet lagi" Shaka menuju ke tengah-tengah hutan.


Setelah cukup lama akhirnya dia sampai di tempat yang ia inginkan.


Sebuah jurang pemisah antara alam gaib dengan alam manusia kini ada di depan mata Shaka.


"Oh ini jurangnya, pantas saja aku tidak tau jika di dalam hutan ini terdapat jurang pemisah, rupa-rupanya keberadaan jurang ini sangat jauh" selama ini Shaka tidak pernah tau jika ada jurang pemisah antara alam gaib dengan alam manusia.


"Aku harus bawa Adam dan Raisa ke sini, biar mereka bisa kembali ke alam manusia lagi, aku tidak mau mereka tertekan seperti layaknya santri-santri itu, andai aku tau kalau cara membawa mereka ke alam manusia kembali hanya tinggal masuk ke dalam jurang ini, pasti aku akan langsung bebasin mereka, tapi sekarang semuanya sudah terlambat, mereka tidak bisa kembali, percuma aku membawa mereka kembali" Shaka sungguh sangat prihatin pada nasib santri-santri itu yang tidak akan bisa kembali ke alam manusia lagi.

__ADS_1


Shaka mendongak ke arah langit.


"Matahari sudah mulai terbenam, aku harus sampai di kerajaan sebelum makin gelap, aku udah janji akan kembali sebelum matahari terbenam" Shaka langsung di serang rasa panik ketika tau matahari sudah mulai terbenam.


Shaka menunggangi kudanya kembali.


Kuda itu berlari dengan sangat cepat untuk segera sampai di istana.


Di dalam istana aku dan Adam mondar-mandir ke sana kemari karena Shaka masih belum kembali juga.


"Shaka pergi kemana sebenernya, kenapa sampai sekarang masih belum kembali juga, apa dia lupa kalau dia udah janji buat bantuin kita?"


"Dia gak mungkin lupa sa, dia pasti nepatin janjinya" yakin Adam meski saat ini ia merasakan ketakutan yang sama.


"Tapi kenapa dia masih belum kembali Indomie, hari sudah mulai menggelap?"


"Dia pasti akan kembali Raisa, dia pasti akan kembali" jawab Adam.


"Semoga saja gitu, aku udah gak mau lagi berada di sini, di sini bukan tempat ku"


Aku mengangguk mendengar hal itu.


Kami berdua menunggu Shaka kembali dengan tidak tenang, mondar-mandir ke sana kemari itulah yang bisa kami lakukan sebab matahari sudah terbenam secara sempurna namun Shaka masih belum kembali juga.


"Shaka kamu di mana, kamu udah janji akan bawa kami ke alam manusia kembali, tapi kenapa kamu sampai sekarang gak balik-balik, pergi kemana kamu sebenarnya" batin ku yang merasa cemas sekali.


"Shaka kamu bilang akan kembali sebelum matahari terbenam tapi sekarang matahari sudah terbenam secara sempurna, tapi kenapa kamu masih belum kembali" batin ku yang terus mondar-mandir ke sana kemari.


"Di mana Shaka, kenapa belum datang juga, apa yang sudah terjadi padanya, kenapa dia masih belum kembali sampai saat ini" batin Adam yang juga merasakan kekhawatiran yang sama.


"Indomie gimana ini, Shaka masih belum kembali, kita harus pergi dari sini, aku gak mau berada di sini lebih lama lagi"


"Aku juga tidak tau Raisa, Shaka masih belum kembali, kita harus tungguin dia, kalaupun kita keluar dari sini tanpa Shaka percuma, karena kita gak tau bagaimana caranya keluar dari alam ini" jawab Adam.


"Masa kamu gak tau, kamu kan anak indigo, kenapa kamu bisa gak tau"

__ADS_1


"Aku memang anak indigo, tapi aku gak tau bagaimana caranya, kalau aku tau aku pasti akan ngasih tau" jawab Adam.


"Payah, masa beginian aja gak tau" kesal ku.


"Raisa aku memang gak tau, kamu jangan marah sama aku, di sini itu kita sama-sama pada gak tau, mangkanya kita harus tungguin Shaka aja bentar lagi dia pasti akan kembali" jawab Adam.


"Tapi Indomie udah dari tadi kita nungguin Shaka, namun dia masih belum kembali juga, apa dia memang gak mau bantuin kita" pikiran buruk itu tiba-tiba muncul di benak ku.


"Dia pasti mau bantuin kita Raisa, dia itu baik, kamu jangan overthinking dulu, kita tungguin aja sebentar lagi, kalau sampai larut malam Shaka tidak kembali, terpaksa kita pergi dari sini dan cari jalan keluarnya sendiri" jawab Adam.


Krieet


Kami yang ada di dalam kamar langsung terkejut saat mendengar suara pintu yang tiba-tiba terbuka itu.


"Shaka"


Terkejut kami yang melihat kedatangan Shaka.


"Iya ini aku, kenapa kalian terkejut?" penasaran Shaka.


"Tidak, kami hanya ngira kalau kamu itu putri tadi, mangkanya kami terkejut" jawab Adam.


"Putri, apa tadi yang masuk ke dalam kamar ini?" Shaka langsung di serang rasa panik setelah mendengar ucapan Adam.


"Iya" jawab kami.


"Dia lihat kalian?" Shaka dag dig dug takut di hukum sebab menyembunyikan kami di dalam kamarnya.


"Enggak sampe karena kami ke buru sembunyi, dia gak sampe liat kami"


"Syukurlah kalau seperti itu, kalau sampai ada anggota kerajaan yang lihat kalian ada di dalam kamar ku, maka semuanya akan runyam" Shaka bernapas lega mendengar jawaban ku.


"Mangkanya dari tadi kami sangat cemas sebab kamu masih belum datang juga, kami kira kamu tidak akan datang"


"Aku sudah janji akan bantu kalian, aku tadi telat datang ke sini karena masih mencari jurang pemisah antara alam gaib dengan alam manusia yang berada di tengah-tengah hutan" jawab Shaka.

__ADS_1


"Oh pantesan aja kamu lama datangnya"


__ADS_2