
Aku membuka mata setelah beberapa saat tidak sadarkan diri.
"Gelap, kenapa tempat ini gelap sekali, aku di mana in,i kenapa aku bisa berada di ruangan yang segelap ini, di mana ini, Azam tolong aku" kata ku melihat sekeliling.
"Hiks hiks hiks" tangisan seorang wanita lebih dari satu terdengar di telinga ku.
"Suara siapa itu, hello apa di sini ada orang?" tanya ku.
Hening tak ada jawaban yang terdengar, suara tangisan itu mendadak hilang.
"Aneh kemana hilangnya tangisan itu, aku harus cari asal suara tangis itu, aku yakin sekali kalau di tempat ini aku tidak sendirian" kata ku.
Aku berjalan di kegelapan, aku bagaikan orang buta yang tak tau arah jalan.
Brukk
"Maaf" kata ku.
Aku memegang tubuh kokoh di depan ku.
"Ini orang, bukan tembok, halo siapa kamu?" tanya ku.
Orang itu tidak menjawab.
"Hei, aku bertanya pada mu, bisakah kau jawab pertanyaan ku?" tanya ku.
Tak ada jawaban yang ku dengar.
"Halo kamu siapa, tolong bantu aku keluar dari sini, aku mohon pada mu, aku tersesat, aku mohon bantu aku, aku ingin keluar dari sini" kata ku.
"HAHAHA" tawa seorang laki-laki menggelegar dahsyat.
Tep
Seketika ruangan gelap gulita ini menjadi terang.
Aku langsung melihat sekeliling, aku menatap takjub dengan ruangan ini.
"Di mana ini, kenapa aku seperti berada di dalam istana, sebenarnya aku berada di mana?" tanya ku.
"Kau berada di dalam istana ku, aku raja di sini, mereka semua prajurit ku, oh ya kenapa kamu bisa berada di sini, di sini itu bukan tempat mu" jawab raja.
"Aku tidak tau, tadi aku melihat ada santri di sekolahan terbengkalai itu, aku menghampirinya, tapi entah kenapa setelah aku bertanya padanya tiba-tiba gelap dan aku terbangun di tempat ini" kata ku.
"Seperti apa orang yang telah memanggil mu?" tanya raja.
"Dia seorang wanita berpakaian serba putih, aku tidak tau namanya" jawab ku.
Raja itu diam tidak lagi berkata.
"Raja apakah kau bisa membawa ku pulang, aku ingin pulang, aku terpisah dari raga ku, aku ingin sekali pulang dan meminta bantuan Azam, aku mohon raja" tintah ku.
"Kau tidak usah meminta bantuan pada Azam, kau hanya tinggal menyatukan sukma mu dengan raga mu" jawab raja.
"Menyatukan sukma dengan raga bagaimana maksudnya?" tanya ku masih tak mengerti.
"Kau hanya tinggal berbaring di raga mu, maka dengan otomatis kau bisa kembali ke dalam raga mu" jawab raja.
__ADS_1
"Yang benar raja, terimakasih kau telah memecahkan masalah ku" girang ku.
"Iya aku memang sudah memecahkan masalah mu, tapi sayangnya kau tidak bisa pergi dari sini, karena aku tidak akan membiarkan kau pergi dari sini, itu kesulitan mu haha" tawa raja itu.
"K-kau tidak tulus membantu ku?" tanya ku.
"Tidak, aku hanya ingin kau berada di sini bersama santri-santri itu, lokasi sekolahan terbengkalai itu satu lokasi dengan kerajaan jin, mangkanya banyak santri-santri yang menghilang selama ini, itu semua karena ulah ku haha" jawab raja.
"Aku pasti bisa kembali, aku yakin itu" kata ku lalu berlari meninggalkan raja jin itu.
"Perajut kejar dia" teriak raja.
"Akkh berhenti jangan kejar aku" teriak ku terus berlari menghindari mereka semua.
Di belakang ku prajurit terus saja mengejar ku.
"Berhenti jangan pergi" teriak prajurit itu.
"Akkkh gimana ini, aku harus berlari kemana lagi, Azam tolong aku" panik ku terus saja berlari.
Brukk
"Akkkhh" pekik ku.
Aku terjatuh setelah menabrak seseorang.
Aku mendongak menatap orang yang aku tabrak.
"Tolong aku, dia akan menangkap ku" kata ku bersembunyi di belakangnya.
"Salam pangeran" kata prajurit itu dengan membukukan badan.
"Pangeran, alamak dia pangeran, aku harus pergi" kata ku hendak berlari.
Sebelum aku berlari sebuah tangan mencekal pergelangan tangan ku.
"Mau kemana kamu" kata pangeran.
"Aku mau pergi, aku mohon lepaskan aku, kasihanilah aku, jangan tangkap aku" jawab ku.
Pangeran itu diam tak menjawab.
"Plis ku mohon tolong aku, aku tidak mau mereka menangkap ku, aku mohon bantulah aku keluar dari sini" mohon ku.
"Siapa kamu, kenapa kamu ada di sini?" tanya pangeran.
"Nama ku Raisa, aku bisa ke sini itu setelah aku menghampiri santri yang berada di sekolahan terbengkalai itu, aku tidak tau kenapa aku bisa berada di sini, ku mohon pangeran bantulah aku keluar dari sini, aku mau pulang, aku tidak mau di sini" jawab ku.
Pangeran menyunggingkan senyum.
"Dan santri itu aku, aku yang membawa mu ke sini, aku sengaja menyerupai santri itu biar kamu mau mendekati ku" kata pangeran.
Aku ternganga mendengar hal itu.
"K-kau, kenapa kau mau membawa ku ke sini?" tanya ku kaget.
"Aku tidak punya alasan yang akurat, hanya saja aku ingin kamu berada di alam ini, dari pada kamu berada di alam manusia, lebih baik kamu di sini saja, di sini lebih baik dari pada alam manusia" jawab pangeran.
__ADS_1
"Aku tidak mau, aku mau pulang, aku masih mau hidup, aku tidak mau mati, aku mohon lepaskan aku" kata ku.
"Tidak mau, kau harus berada di alam ini bersama ku" jawab pangeran semakin mencekal pergelangan tangan ku.
"Aku tidak mau di sini, aku mau pulang" kata ku.
Pangeran terus mencekal kuat lengan ku sehingga membuat ku gak berkutik.
Aku dengan berani menggigit tangannya.
"Arrrrgghh" teriak pangeran melepaskan tangan ku.
Aku dengan cepat langsung berlari sekencang-kencangnya.
"Prajurit kejar dia" teriak pangeran.
"Baik pangeran" jawab prajurit lalu mengejar ku.
Pangeran memegang tangannya yang sakit karena gigitan ku.
"Sialan gadis itu, aku tidak akan biarkan dia pergi, lihat saja, kau pasti akan kembali" kata pangeran.
Aku terus berlari dari prajurit yang terus mengejar ku.
"Berhenti jangan pergi" teriak prajurit.
"Akkkh aku harus kemana, aku tidak mau mereka menangkap ku, aku harus kemana lagi ini, aku tidak mau di tangkap" kata ku panik.
Aku melihat ke sebelah kiri, tiba-tiba aku melihat ada pintu terbuka.
Dengan cepat aku langsung masuk ke dalamnya lalu menutupnya.
"Kemana gadis itu, kenapa dia sudah menghilang begitu saja?" tanya prajurit.
"Kita harus cari dia sampai ketemu nanti, kita yang akan di hukum sama raja jika tidak menemukan gadis itu" jawab temannya.
"Kita harus cari ke sana" ajak prajurit itu.
Mereka semua pergi lalu mencari keberadaan ku di sebelah kanan.
"Huft akhirnya mereka pergi juga" kata ku bernapas lega.
Aku membalikkan badan menghadap ke belakang.
"S-siapa k-kau, kenapa kau ada di sini?' tanya ku terkejut.
"Kau yang siapa, kenapa kau berada di kamar ku?" tanya pemuda itu.
"Kau bukan pangeran di istana ini kan?" tanya ku.
"Bukan, tapi aku sepupunya" jawab pemuda itu.
Tiba-tiba tubuh ku menjadi lemas, aku langsung terduduk di bawah.
"Hei, kenapa kau jadi seperti ini?" tanya pemuda itu.
"Tolong aku, pangeran telah menjebak ku, dia menyamar menjadi santri untuk membuat ku mendekatinya dan sekarang dia ingin menangkap ku, aku mohon tolong aku, aku ingin pulang, aku tidak mau di sini" jawab ku melemas.
__ADS_1