The Gardenia Story

The Gardenia Story
Episode 11 Ada Apa Denganku? (part 1)


__ADS_3

EPISODE 11 ADA APA DENGANKU? (part 1)


Pagi hari nya disekolah,


“Georgy~ Apa kau tidak ingat bahwa kita punya janji kemarin?” Tanya seorang perempuan bernama Gebby. “Gebby? Memangnya kita punya janji apa?” Tanya Georgy sembari memiringkan kepalanya. “Apa kau tidak ingat? Kau pasti sengaja ingin bermain-main denganku ya?” Balas Gebby dengan wajah polos penuh kepalsuan. “Aku benar-benar tidak ingat.” Jawab Georgy singkat. Ia tidak terlalu memperdulikan Gebby, yang ada dipikirannya saat ini hanya Sara.


‘Sara, Sara, Sara. Kenapa dia bisa begitu menguasai pikiranku?’ Batin Georgy. Entah kenapa, memikirkan tentang Sara dapat membuat nya melupakan segala hal. Tanpa sadar Georgy mengulas sebuah senyum tulus di wajahnya. Dan tentu saja hal itu tidak terlepas dari pandangan Gebby.


‘Apa yang sedang ia pikirkan sampai-sampai dia tersenyum seperti itu?’ Batin Gebby. “Hm, Georgy. Kemarin kau bilang bahwa kau akan menemaniku berbelanje juga menonton film. Apa kau benar-benar tidak ingat?” Gebby mencoba memastikannya sekali lagi, ia tetap berusaha mengulas sebuah senyum palsu di wajahnya. “Sudah ku bilang aku tidak ingat.” Jawab Georgy sembari beranjak pergi. ‘Georgy, kau lihat saja. Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku.’


Georgy hanya berjalan asal, tanpa tujuan. Ia hanya tidak ingin berurusan lagi dengan Gebby, ia sudah muak. Gebby sudah sering ditolak oleh Georgy, tetapi ia masih saja mengganggunya. “Bagaimana kalau aku mengunjunginya saja? Benar juga, ini akan terasa sangat menyenangkan.” Ucap Georgy sembari mengulas sebuah senyum licik.


Sesampainya di kelas 2D,


“Permisi, apa kalian melihat Sara?” Tanya Georgy. Sara langsung menyembunyikan diri nya sendiri dibalik tumpukan buku-buku yang ia baca.


“Waahh, lihat itu Georgy.” – Siswa A


“Dimama? Dimana? Aku juga ingin lihat.” – Siswa B


“Pangeran berkunjung ke kelaskuu, kurasa aku tidak siap untuk ini.” – Siswa C

__ADS_1


Karena Georgy merasa sepertinya tidak ada yang berniat untuk menjawab pertanyaannya. Ia memutuskan untuk masuk dan menghampiri sebuah meja di sudut kelas yang di penuhi dengan berbagai macam buku. Ia memutar kursi yang ada di depan meja itu, kemudian dia duduk disana. “Akhirnya aku menemukanmu, Sara.” Ucap Georgy sembari mengambil beberapa buku yang menghalangi pandangan nya menuju Sara.


“Kau, ka-kau apa yang kau lakukan disini?” Tanya Sara dengan suara tertahan. Ia merasa sangat tidak nyaman, karena semua mata tertuju kepadanya. “Aku? Aku datang untuk mengembalikan ini.” Jawab Georgy sembari memberi kan sebuah kartu berukuran kecil pada Sara. “Ini… kartu pelajarku?” Ucap Sara tak percaya. “Dimana kau menemukannya?” Sambung nya. “Benda itu tertinggal di mobil ku.” Ucap Georgy dengan suara lantang yang disengaja. Ia merasa bahwa ini waktu yang tepat untuk menjahili Sara. Tetapi ia tau, kalau hal yang ia lakukan sekarang dapat membuat Sara dalam bahaya.


“Ada apa ini? Kenapa kartu pelajar Sara ada pada Georgy?” – Siswa D


“Kita tidak tau hal apa yang sudah mereka lakukan.” – Siswa E


“Mungkinkah Georgy tertarik pada Sara?” – Siswa A


“Tidak, aku tidak percaya Georgy akan tertarik pada perempuan kampungan seperti Sara.” –Siswa C


Georgy tidak memperdulikan komentar dari orang lain. Ia hanya fokus pada Sara. Tapi, seperti nya Sara merasa tertekan mendengar semua komentar dari teman-teman sekelasnya. Georgy yang menyadari hal itu segera mengalihkan perhatian Sara. “Bagaimana dengan luka mu?” Tanya Georgy sembari melirik ke arah pergelangan tangan Sara. “Sudah membaik, terima kasih.” Jawab Sara singkat.


“Ulurkan tangan mu.” Perintah Georgy. Sara tidak menuruti nya, ia hanya berdiam diri. “Sara, ulurkan tanganmu.” Perintah Georgy untuk kedua kalinya. Karena Georgy tidak melihat tanda-tanda Sara akan menuruti perintahnya, Georgy langsung menarik tangan Sara. Dan tentu saja ia berusaha untuk bersikap lembut, ia tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali.


“K-kau, lepaskan.” Ucap Sara. Lagi-lagi perempuan itu berusaha untuk membantahnya. Georgy sudah benar-benar dibuat kesal dengan tingkah Sara, tapi entah kenapa ia tetap tidak bisa melampiaskan amarahnya pada perempuan itu.


“Kau melepas perbannya?” Tanya Georgy. “A-aku, ….” Sara mencoba untuk terus melawan, tetapi aura yang dikeluarkan Georgy saat ini benar-benar menakutkan. “Ikut aku.” Georgy menarik Sara menuju ruang kesehatan.


“Aku harus memberitahu Gebby tentang hal ini.” Seorang perempuan yang sedari tadi terus mengawasi gerak-gerik Georgy, ia merekam semua kejadian menarik yang telah ia lihat. “Gebby pasti akan meledak setelah mendengar hal ini. Aku sudah tidak sabar untuk melihat pertunjukkan menarik lainnya.” Gumam perempuan itu.

__ADS_1


“Gebby! Tadi aku melihat Georgy pergi menemui Sara.” Ucap seorang perempuan itu mendatangi Gebby. “Sara? Siapa? Aku tidak tau ada siswi di sekolah ini yang bernama Sara.” Ucap Gebby tak perduli. “Ya ampun, Gebby. Sara kelas 2D, aku melihat Georgy menariknya pergi. Percayalah padaku.” Ucap perempuan itu berusah meyakinkan Gebby. “Lolita. Aku sedang banyak pikiran sekarang. Sebaiknya kau bantu aku cari cara untuk menaklukkan Georgy.” Ucap Gebby. “Gebby, apa kau masih tidak mengerti situasi nya? Georgy sedang pergi bersama perempuan lain.”


Mendengar hal itu, Gebby tersadar dan mulai mencerna perkataan Lolita. “Apa?! Mereka pergi kemana? Cepat beritahu aku!” Seru Gebby yang baru saja berhasil mencerna semua perkataan Lolita. “Hm, aku tidak yakin dengan hal itu. Tapi tadi mendengar sesuatu tentang luka? Mungkin mereka pergi ke ruang kesehatan.” Ucap Lolita. “Baiklah, aku akan ke sana.” Ucap Gebby yang langsung beranjak pergi.


Di ruang kesehatan,


“Kenapa kau tidak mau menurut sedikit saja? Apa kau begitu membenci ku sehingga kau selalu berusaha melawan ku?” Tanya Georgy sembari membalut luka Sara. Sara tidak menggubris perkataan Georgy, ia sengaja ingin membuat lelaki itu kesal dan kemudian membencinya. Sehingga ia tidak perlu lagi berusuran dengan lelaki ini. “Jawab aku, Sara.” Ucap Georgy dengan nada penuh penekanan. “Aku tidak tau.” Jawab Sara singkat. “Kau…” Georgy yang masih ingin mengeluarkan kata-kata, tertahan karena tiba-tiba seseorang membanting pintu ruangan.


“Georgy! Apa yang kau lakukan disini?! Keluar! Kita harus bicara.” Ucap Gebby dengan emosi yang meledak. “Cih, merepotkan.” Ucap Georgy sembari menatap pintu dengan malas. “Zhuzu, tolong kau jaga dulu perempuan pembangkang ini. Aku akan urus yang didepan terlebih dahulu.” Zhuzu yang sedang menjalankan tugas di ruang kesehatan hanya mengangguk singkat. Georgy pun keluar dari ruangan, meninggalkan Sara dengan Zhuzu di dalam.


“Namamu Sara, kan?” Tanya Zhuzu tiba-tiba. “Eh? Ah i-iya, benar.” Jawab Sara. “Tunggu, darimana kau tau namaku?” Tanya Sara. “Aku sering melihatmu bermain bersama Arora.” Jawab Zhuzu. “Bolehkah aku bertanya sesuatu?” Sambung Zhuzu. “Bo-boleh.” Jawab Sara terbata. “Sudah berapa lama kalian berteman?” Zhuzu terlihat bingung untuk memulai pertanyaannya. “Hm, belum tertalu lama. Aku bertemu mereka di hari penyambutan siswa baru.” Karena penasaran, Sara memutuskan untuk balik bertanya. “Memangnya kenapa?”


“Tidak apa-apa. Aku hanya ingin tau.” Jawab Zhuzu sembari beranjak pergi menjauh dari Sara. Sara mengalihkan perhatiannya menuju ke arah pintu. “Ah, merepotkan sekali. Aku benar-benar muak dengannya.” Ucap Georgy. “Zhuzu, bagaimana lukanya?” Sambung Georgy yang mencoba meredam emosinya. “Dia baik-baik saja.” Jawab Zhuzu sembari mengambil kotak obat. “Berikan ini secara teratur. Lukanya akan membaik dengan cepat.” Sambungnya.


*******************


Terima kasih untuk para pembaca semua.


Terima kasih juga untuk vote, like, comment, favorit, dan bintang nya.


Thank you all ~~

__ADS_1


__ADS_2