
EPISODE 30 KENCAN? (part 3)
“Jadi, apa yang ingin senior katakan?” Tanya Chemira dengan lembut. Ia bisa saja langsung diangkat menjadi seorang aktris dengan kemampuan acting serta parasnya yang cantik dan menawan itu.
“Em, apa kau tau akan ada acara tahunan bulan depan?” Tanya Delvin. “Acara tahunan? Aku tidak tau tentang itu.” Jawabnya. “Ah, jadi kau tidak tau ya.” Ucapnya kecewa.
“Acara apa?” Tanya Chemira. “Hari jadi sekolah.” Jawab Delvin yang langsung membuang jauh-jauh rasa kecewanya. “Eh? Disini ada acara seperti itu?” Tanya Chemira dengan polosnya. “Pfft.” Delvin berusaha untuk tidak tertawa.
“Hey, apa yang kau tertawakan. Aku serius.” Ucap Chemira dengan wajah kesal. ‘Sial dia mentertawakan aku.’ Batinnya kesal.
“Chemira, aku tau di Indonesia jarang ada acara seperti itu. Tapi berbeda dengan disini, acara seperti itu diadakan setiap tahunnya.” Jawab Delvin yang masihn dengan kekehan menyebalkannya.
“Hmph, kau tau kondisinya seperti itu dan masih saja mentertawakanku.” Ucap Chemira dengan ekspresi sebal. “Aku tidak bisa tidak tertawa. Kau dan pertanyaanmu itu terlalu polos.” Jawabnya.
“Yasudah, kalau begitu aku pulang saja.” Ucap Chemira yang segera memanggil taksi untuk pulang. Delvin langsung panik, ia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa mengerti situasi. “Tunggu, Chemira. Maafkan aku, aku bersalah. Jangan tinggalkan aku.” Ucap Delvin memohon.
“Kau menyebalkan.” Jawab Chemira yang masih kesal dengan perkataan Delvin. “Baiklah, aku memang menyebalkan. Maaf kan aku. Aku harus apa supaya kau memaafkanku?” Tanya Delvin, ia mencoba untuk membujuk Chemira kembali.
Chemira berpikir sejenak. Ia merasa sangat kesal dengan seniornya yang satu ini. “Aku akan memaafkanmu jika kau bersedia menemaniku berkeliling mall. Bagaimana?” Chemira mengajukan persyaratan yang menurutnya cukup rumit.
“Hanya berkeliling? Baiklah, aku terima.” Jawab Delvin dengan percaya diri. Ia punya seorang kakak perempuan yang akan selalu merepotkannya untuk membantunya membawa belanjaan dan memintanya untuk menemaninya seharian berkeliling berbagai pusat perbelanjaan. Hanya berkeliling mall selama beberapa jam bukan masalah besar baginya.
“Bagaimana jika sebagai permintaan maaf yang tulus darimu, kau akan membantu ku membayar beberapa barang untukku?” Chemira berusaha membuat Delvin menyerah dengan permintaan maaf ini.
“Kau ingin aku membayar barang belanjaan mu? Apa kau tidak kasihan dengan diriku ini? Aku hidup sendirian disini. Aku juga bukan orang yang punya banyak uang.” Jawab Delvin yang mencoba bernegosiasi.
“Demian Caliandra. Dia saudaramu kan?” Tanya Chemira dengan mengembangkan seringai licik. Delvin terbelalak mendengar ucapan Chemira. ‘Sudahlah, percuma aku berbohong. Dia bukan wanita bodoh yang mudah ditipu.’ Pikirnya. “Iya, dia saudaraku. Kau kenal dia?”
__ADS_1
‘Heh, jika bukan karena perjodohan sialan itu. Mana mungkin aku kenal pria brengsek seperti itu?’ Batin Chemira. “Ya, aku kenal dia. Jadi, karena kau telah mengakuinya dengan lantang, apa kau menerima persyaratan ku?”
“Tentu, aku sudah berjanji.” Jawab Delvin. “Em, permisi nona. Apa kau tetap ingin naik taksi?” Tanya supir taksi yang sedari tadi menunggu Chemira. “Pak, ke mall terbesar di kota. Aku ingin memuaskan pacar ku untuk berkeliling.” Jawab Delvin gamblang dengan seringai licik yang sama.
‘Dia sama brengseknya dengan saudaranya itu.’ Batin Chemira.
‘Haah, wanita zaman sekarang sama saja. Memang segalanya butuh uang.’ Batin pak supir.
Delvin membukakan pintu mobil untuk Chemira. “Masuklah.” Ucapnya. Chemira masuk dan duduk di dalam. Setelah Chemira, Delvin ikut masuk dan duduk bersebelahan dengan Chemira.
“Kenapa kau duduk disini?” Tanya Chemira dengan ketus. Delvin melepaskan tasnya dan melemparnya ke kursi depan. “Kau lihat, aku tidak bisa duduk di kursi depan.” Jawab nya sembari mengangkat bahu dengan pandangan menyebalkan.
“Hmph, terserah kau saja.” Ucap Chemira sembari melemparkan pandangannya ke jendela, ia menolak untuk melihat ke arah Delvin. ‘Sangat menggemaskan.’ Batin Delvin.
‘Memang pasangan muda saat ini sangat berbeda.’ Pikir pak supir yang segera menyalakan mobilnya.
Sesampainya di mall,
“Haah, baiklah.” Delvin merogoh kantong dan mengambil dompetnya. Ia mengeluarkan beberapa lembar uang kertas. “Ini pak. Terima kasih.” Ucapnya sembari memberikan uang itu.
“Kalian sedang bertengkarnya?” Tanya pak supir. “Ah, sebenarnya dia bukan pacarku.” Jawab Delvin sembari bersandar pada pintu mobl. “Eh? Tadi bukannya kau bilang dia pacarmu?” Tanya pak supir dengan nada ragu. “Belum, aku sedang berusaha.” Jawabnya dengan gamblang.
“Haah, kalau begitu kau harus berusaha keras. Menaklukkan wanita bukan hal yang mudah. Untuk melakukannya kau hanya punya dua pilihan, membuatnya tunduk dengan kekuasaan atau meluluhkan hatinya dengan kelembutan.” Ucap pak supir memberi nasihat.
“Menurut bapak, aku harus melakukan yang mana?” Tanya Delvin. “Jika pemikiranku benar, berdasarkan pembicaraan yang ‘tidak sengaja’ aku dengar, kau adalah bagian dari keluarga yang kaya raya dan punya kekuasaan. Kau bisa saja membuatnya tunduk dengan kekuasaanmu. Tapi sepertinya kau lebih memilih meluluhkan hatinya.” Jawab pak supir.
“Aku tidak ingin meninggalkan kesan buruk padanya. Aku ingin dia juga menyukaiku, sama seperti aku menyukainya.” Ucap Delvin dengan senyum terkembang di wajahnya. “Baiklah, bapak hanya bisa mendoakanmu. Semoga kau berhasil.” Jawab pak supir.
__ADS_1
“Hm, terima kasih pak.” Ucap Delvin. “Senior! Kau tidak berencana untuk meninggalkan aku kan?” Seru Chemira yang berjalan keluar dari mall. “Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu.” Delvin kembali menegakkan tubuhnya. “Pergilah, dia membutuhkanmu.” Ucap pak supir yang segera pergi dari sana.
Delvin segera menghampiri Chemira, “Kenapa kau lama sekali?” Tanya Chemira ketus. “Maafkan aku, tadi ada sedikit kendala.” Jawabnya santai. “Hmph, aku tidak akan memaafkanmu sampai kau memehuni janjimu.” Ucap Chemira.
“Baiklah, baik. Aku akan memenuhi janjiku. Kau mau kemana dulu?” Tanya nya. “Hm, aku lapar. Aku ingin beberapa makanan ringan. Hehe..” Jawabnya sembari tersenyum lebar. “Baik, mari ke bagian supermarket.” Ucap Delvin membawa Chemira berbelanja makanan ringan.
Sesampainya di supermarket mall, “Wahh, es krim! Aku mau. Senior… boleh ya?” Tanya Chemira dengan mata berbinar layaknya anak kecil yang memohon.
Deg! Imut sekali!
Delvin menghela napas sebelum menjawab, “Haah, baiklah. Ambil saja.” Jawabnya lembut penuh perhatian. “Horee, senior yang terbaik.” Kalimat itu lolos begitu saja dari mulutnya. ‘Cukup Chemira, jangan mengatakan kalimat seperti itu lagi. Kau bisa membuatku salah paham.’ Ia bisa memastikan jika kali ini ia harus berusaha sangat keras untuk menguatkan hatinya agar ia tidak melakukan sesuatu yang diluar batas.
Mereka berkeliling mall selama hampir dua jam. Dan itu tidak termasuk waktu berbelanja. ‘Haah, menemaninya berkeliling selama beberapa jam ternyata lebih melelahkan daripada menemani kakak ku seharian.’ Batinnya.
Setelah dua jam lebih melihat-lihat, akhirnya mereka memilih untuk beristirahat di sebuah restoran sambil menikmati beberapa menu hidangan. “Ohya, senior. Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” Tanya Chemira sembari mengunyah makanan di dalam mulutnya.
“Habiskan dulu makananmu, baru bicara. Kau bisa tersedak jika bicara dengan makanan dimulutmu.”Ucapnya lembut sembari tersenyum gemas. “Hm, baiklah.” Chemira segera menelan makanan nya dan mulai berbicara. “Jadi, apa yang ingin senior katakan?” Tanya nya lagi.
“Aku ingin memintamu menjadi pasanganku di acara bulan depan. Apa kau mau?” Pertanyaan itu membuat Chemira tersedak. “Uhuk, uhuk.” Delvin membantunya mengambil minuman.”Ini, minumlah dulu.” Ucapnya. “S-senior, kau serius? Tapi, kenapa harus aku?” Tanya Chemira dengan pandangan tak percaya.
“Aku serius. Apa kau tidak mau? Kalau kau tidak mau… “ Ucapnya dengan menghela napas dan ekspresi sedih yang disengaja. Chemira sedikit tidak enak, “Eh? Ah, se-senior. Aku bukannya tidak mau, a-aku.. aku hanya..” kalimatnya terhenti, ia terkesiap ketika tiba-tiba Delvin menggenggam tangannya. “Jadi kau mau? Baiklah, terima kasih.” Ucapnya dengan gembira dan penuh kemenangan.
Tunggu ada yang aneh. Sial! Dia menjebakku lagi.
*******************
Terima kasih untuk para pembaca semua.
__ADS_1
Terima kasih juga untuk vote, like, favorit, dan bintang nya.
Thank you all ~~