The Gardenia Story

The Gardenia Story
Episode 8 Aksi Georgy


__ADS_3

EPISODE 8 AKSI GEORGY


“Georgy! Apa yang kau lakukan pada mereka?” Tanya Delvin dengan sikap menyelidik. “Hey, ada apa denganmu? Aku hanya menyapa mereka. Apa aku membuat kesalahan?” Tanya Georgy dengan tatapan curiga. Georgy adalah siswa tingkat kedua di sekolah tersebut. Ia sering dijuluki ‘Pangeran Negri Dongeng’. Ia mendapatkan julukan itu karena menurut penilaian sebagian besar siswi, Georgy merupakan lelaki paling tampan yang ada di sekolah itu. Tetapi, tentu saja hal itu tidak berlaku bagi Arora, Chemira dan Fimela. Mereka adalah tipe perempuan yang tidak perduli dengan hal-hal seperti itu.


“Maaf, kak senior. Apakah kita saling kenal?” Tanya Chemira dengan tatapan waspada. “Eh? Kau bicara padaku?” Tanya Georgy. Chemira tak menjawab, ia hanya menunggu jawaban pasti darinya. “Ah, yaa. Kita memang tidak saling kenal, tapi kita tetap bisa berteman kan?” Tanya Georgy dengan tatapan menggoda ke arah Fimela. Fimela yang menerima tatapan menjijikan itu, langsung beringut mundur dari tempatnya. “Eh? Apa aku menakutimu? Maafkan aku ya?” Tanya Georgy dengan mengulas senyum yang tak kalah menjijikan di mata Fimela.


Melihat Fimela yang begitu ketakutan, Arora langsung mengambil tempat di antara mereka mereka berdua. “Maafkan aku, kak senior. Tapi bukan kah tidak sopan jika kakak terus mendekat tanpa seizinnya?” Ucap Arora sembari memberikan tatapan mengancam kepada Georgy. “Ah, maafkan aku. Ini kesalahanku.” Ucap Georgy sembari melangkah mundur. “Sebagai permohonan maafku, bagaimana kalau aku mengantar kalian pulang?” Tanya Georgy kemudian. “Maaf, kak. Kurasa kami tidak pantas untuk merepotkan kakak. Kami permisi.” Ucap Chemira dengan nada tegas tak terbantahkan. Lalu mereka bergegas pergi dari tempat itu.


“Eh, kalian mau langsung pulang? Bagaimana dengan ku?” Tanya Sara. Chemira pun menoleh kebelakang, “Maafkan kami, Sara. Mungkin kami belum bisa menemani mu hari ini. Mungkin di lain hari?” Ucap Chemira dengan mengulas sedikit senyuman di wajah nya yang memperlihatkan rasa bersalah. Lalu mereka bertiga pun bergegas pergi dari sana.


“Heh, sialan. Kau lihat itu? Semua ini salahmu, mereka tidak jadi menemaniku berkeliling perpustakaan karena kehadiranmu disini. Huh, menyebalkan.” Ucap Sara menyuarakan pemikirannya sembari beranjak pergi. Sebenarnya Georgy merasa kesal bercampur malu, karena itu pertama kali nya ditolak oleh 4 perempuan sekaligus. Ia tidak pernah gagal dalam urusan perempuan sebelumnya. Tapi karena kesalahan nya sendiri, ia harus menanggung rasa malu ini.

__ADS_1


“Tunggu, Sara!” Ucap Georgy sembari menarik pergelangan tangan Sara. “Lepaskan!” Seru Sara. “Aku minta maaf atas kejadian hari ini. Sebagai gantinya, bagaimana kalau aku saja yang menemanimu berkeliling?” Ucap Georgy. “Siapa yang sudi untuk berkeliling denganmu! Lepaskan aku!” Sambung Sara yang tak mau mengalah. “Aku akan lepaskan ini jika kau setuju untuk pergi denganku.” Ucap Georgy dengan tatapan licik. “Ap-Apa yang ingin kau lakukan? Cepat lepaskan aku! Atau aku akan berteriak sekarang juga.” Ancam Sara. “Sshh, percayalah padaku. Aku hanya ingin mengantarmu, itu saja. Aku janji tidak akan macam-macam.” Ucap Georgy untuk meyakinkan Sara.


“Apa? Percaya padamu? Apa kau bercanda? Heh, orang seperti mu tidak bisa dipercaya.” Ucap Sara dengan nada mengejek. “Sara, kumohon percayalah padaku. Aku hanya ingin menebus kesalahan ku padamu. Aku tidak ada maksud lain.” Ucap Georgy yang masih berusaha meyakinkan Sara. “Hah, baiklah. Tapi kau lepaskan dulu ini.” Ucap Sara sembari menunjuk kearah pergelangan tangan nya yang mulai memerah.


Georgy yang tidak menyadari hal tersebut tetap tidak mau melepaskan genggamannya. “Aku tidak ingin kau kabur.” Jawab Georgy singkat. Karena Sara terus memberontak, Georgy menguatkan genggaman tangan nya. “Argh, sa-sakit.” Ucap Sara meringis kesakitan. Mendengar Sara yang meringis kesakita, Georgy segera melepaskan genggamannya. “Ah, maafkan aku. A-Aku benar-benar minta maaf. Ayo, aku bantu obati.” Ucap Georgy sembari mencengkeram lengan atas Sara, lalu mengajaknya ke daerah parkiran. Sara tidak punya pilihan lain, ia hanya bisa menyeimbangan langkah nya dengan Georgy.


Sesampainya di mobil Georgy,


“Tapi, aku…” Ucap Sara yang tetap ingin mengulur waktu. “Sara.” Tegur Georgy. “Aku tidak ingin mendengar bantahan apapun lagi. Duduk atau bisa saja aku melakukan hal yang lebih dari itu.” Ucap Georgy dengan nada mengancam. Sara benar-benar tersudut sekarang, ia tidak punya pilihan lain selain menurut. “Ba-baiklah.” Jawab Sara sembari duduk di kursi depan. Lalu Georgy mengambil kotak obat dari dalam mobilnya. “Ulurkan tangan mu.” Perintah Georgy. Sara pun mengulurkan tangan nya.


Mereka memilih untuk berdiam diri dalam keheningan dalam waktu yang cukup lama. Georgy hanya fokus untuk mengobati luka Sara. Sedangkan Sara, dia tidak punya topik apapun untuk dibicarakan. Saat Georgy selesai mengobati luka nya, Sara pun angkat bicara.

__ADS_1


“Apa kau benar-benar hanya ingin mengantar ku pulang? Ah, bukan. Maksudku kau harus berjanji untuk tidak bertindak macam-macam. Atau aku akan melaporkan perbuatanmu.” Ucap Sara dengan nada memperingatkan. Georgy yang mendengar ucapan Sara hanya mengulas senyum di wajah nya. “Aku akui kalau aku memang seorang play-boy. Tapi aku selalu berusaha untuk menghormati kalian para wanita. Aku tidak pernah menyentuh wanita-wanita ku sebelumnya.” Ucap Georgy. “Be-benarkah? Ti-tidak, kau harus tetap berjanji padaku.” Balas Sara. “Baiklah, aku berjanji aku tidak akan macam-macam padamu.” Ucap Georgy mengikrarkan janjinya. “Sekarang, maukah kau pulang bersama ku?” Tanya Georgy dengan nada lembut. “Ba-baikah.” Jawab Sara.


Selama diperjalanan mereka tidak bicara sepatah katapun. ‘Aku takut. Bagaimana kalau dia melanggar janjinya dan bertindak macam-macam? Apa yang harus aku lakukan? Dengan kekuatannya yang seperti itu, jika dibandingkan dengan kekuatanku terlihat jelas bahwa aku tidak akan bisa melawannya.’ Batin Sara sembari menggerakkan tangannya untuk memeluk dirinya sendiri.


Georgy yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Sara, hanya menghela napas. ‘Awalnya aku ingin sedikit mengganggunya, karena Ia sudah mempermalukan aku di depan umum. Tapi melihat dirinya sekarang yang begitu ketakutan, membuatku tidak tega.’ Batin georgy. “Tenanglah, Sara. Aku tidak akan melanggar janjiku sendiri.” Ucap Georgy yang akhirnya memulai percakapan dan memecahkan keheningan yang sedari tadi melingkupi mereka. Sara tidak menggubris ucapan Georgy. Ia memalingkan wajah nya ke arah jendela, mencoba untuk mengalihkan kekhawatirannya.


********************


Terima kasih untuk para pembaca semua.


Terima kasih juga untuk vote, like, favorit, dan bintang nya.

__ADS_1


Thank you all ~~


__ADS_2