The Gardenia Story

The Gardenia Story
Episode 36 Nyaman


__ADS_3

EPISODE 36 NYAMAN


“Mau aku antar pulang?” Tanya Ignacio khawatir. “Ah, tidak usah. Tidak apa, aku bisa pulang sendiri.” Jawab Luna dengan tidak yakin. Walaupun hujannya sudah mulai mereda dan tidak sederas tadi, tetap saja ia tidak bisa menerobos sembarangan.


“Sudah, tidak apa. Mari.” Ucapnya hendak mengambil sebuah payung lipat dari dalam tasnya. “Kakak, besok hari apa?” Tanya Luna tiba-tiba. “Hm? Besok hari sabtu. Kenapa?”


Luna melangkah maju selangkah dari tempatnya berteduh, membuat sepatunya basah terkena air hujan. “Boleh aku bermain sebentar?” Tanya Luna sembari menengadahkan tangan menikmati setiap tetesan air hujan yang mengenai telapak tangannya.


“Hah? Bo-leh?” Jawab Ignacio ragu. Tanpa basa-basi, Luna membiarkan dirinya basah dibawah guyuran hujan. “Luna, jangan. Nanti kamu sakit.” Ignacio menarik lengan Luna agar ia kembali berteduh.


“Tidak apa. Jika aku sakit maka aku akan dapat libur tambahan.” Ucapnya dengan senyuman. “Boleh ya? Sekali ini saja.” Pintanya.


Ignacio berpikir sejenak, ‘Apa aku berhak melarangnya? Aku bukan siapa-siapa nya. Tapi aku melakukan ini sebagai teman.. kan?’ Pikirnya. “Haah, boleh saja. Tapi kalau kamu sakit jangan salahkan aku.” Ucapnya mengalah.


“Siap, kapten.” Jawab Luna dengan senyum bahagia. Saat ini ia ingin mengenang masa kecil nya yang bisa dikatakan cukup indah.


“Apa kau pikir dia sengaja?” Tanya Aline pada Friska. “Tidak, kupikir mereka serasi.” Jawab Friska singkat. Kemudian ia menarik Aline pergi dari sana, “Ayo kita pulang.”


Luna tidak menyadari kepergian Aline dan Friska, perhatiannya lebih terfokus pada air hujan yang membasahi tubuhnya. Ia mencoba untuk tidak mengingat kejadian traumatisnya kembali, ia ingin melupakannya saja.


Beberapa lama kemudian, Ignacio menutupi tubuh Luna yang basah kuyup itu dengan jasnya. “Sudah? Ayo pulang.” Ucapnya sembari menarik Luna keluar dari taman bermain itu. “Eh? Em, baiklah.” Jawab Luna yang memilih untuk menurut saja.


Setelah mereka keluar dari sana, Ignacio segera memberhentikan taksi. “Pulanglah.” Ucapnya sembari membukakan pintu untuk Luna. “Eh? Tapi, kakak bagaimana?” Tanya Luna. “Rumah ku disekitar sini.” Jawabnya.


Lalu ia mengetuk jendela dan meminta sang supir untuk keluar sebentar. Pak supir pun keluar dari mobilnya dengan sebuah payung. Ignacio memberikan sebuah kartu kecil serupa kartu nama bertuliskan ‘Ignacio Wesley’di tengahnya juga sebuah nomor telepon dibawahnya.


“Singkat saja, pak. Bapak harusnya tau siapa aku. Aku hanya minta tolong bapak untuk mengantarnya pulang dengan selamat. Dan sebagai gantinya, jika bapak butuh bantuan, bapak bisa hubungi nomor yang tertera disini.” Ucapnya.


Pak supir mengambil kartu itu, “Baiklah, terima kasih tuan. Dan maaf jika saya lancang, apa saya bisa terus mengantar nona ini?” Ucap pak supir, seketika ia mendapat penghasilan yang lumayan. “Boleh saja, jika bapak berkenan. Dan uangnya akan di transfer ke rekening bapak, jadi silahkan kirimkan rekening bapak ke nomor itu.” Jawab Ignacio.


Luna menurunkan jendela mobil dan berbicara dari dalam sana, “Jas kakak aku bawa dulu ya. Nanti aku kembalikan setelah aku mencucinya.” Ucap Luna. Ignacio langsung merubah ekspresi serius nya menjadi sebuah senyuman hangat. Ia mengangguk mengiyakan ucapan Luna.

__ADS_1


“Terima kasih untuk hari ini, kak.” Ucap Luna dengan senyuman lebar nan manis. Kemudian ia menaikkan kembali kaca jendelanya, menutupnya hingga rapat. “Saya permisi dulu, tuan.” Ucap pak supir itu dengan penuh hormat, lalu masuk ke mobilnya dan segera melasanakan tugasnya.


Setelah taksi itu pergi, Ignacio segera melangkahkan kaki nya untuk pulang ke apartemen nya dalam kondisi basah karena hujan yang tak kunjung mereda.


-----


“Apakah sangat dingin?” Tanya Ivan, ia terlihat sangat khawatir. “Tidak juga. Masih tidak apa-apa.” Jawab Fimela. Sementara Shiro, dia menyeret selimutnya mendekati Fimela. Setelah berada sangat dekat dengan Fimela, ia melompat ke pangkuan Fimela dan bergelung disana, berusaha mencari posisi yang nyaman.


“Hm? Kau kedinginan juga ya?” Tanya Fimela, ekspresinya berubah hangat. Ia menutupi tubuh Shiro dengan selimut itu. Fimela mengusap lembut tubuhnya, membuat Shiro terlelap dalam tidurnya.


Fimela terkekeh pelan, ia benar-benar menikmati melihat tubuh kecil yang dipenuhi bulu halus nan lembut itu. Ia merasa lebih hangat dari sebelumnya, mungkin karena bulu Shiro juga selimut yang juga menutupi kakinya. Ivan memperhatikan setiap gerak-gerik Fimela, memandangi gadis cantik layaknya bidadari dihadapannya ini.


‘Ternyata kau berguna juga, kucing putih sialan.’ Batin Ivan, ia mengulas seringai puas di wajahnya.


Beberapa waktu kemudian, hujan tak kunjung berhenti juga. Fimela yang sedang dilingkupi oleh nuansa hangat nan nyaman bersama Shiro, ikut terlelap dengan dinding sebagai sandaran. “Haah, bisa-bisanya dia tidur selelap itu. Apa dia tidak lapar?” Gumam Ivan.


Ia melirik tajam ke arah Shiro, “Hey, aku tau kau sudah bangun. Aku akan keluar sebentar untuk membeli beberapa makanan. Kau jaga dia.” Ucap Ivan dengan tatapan penuh arti. Shiro membalas tatapan tajam itu dengan tatapan yang juga sama tajamnya.


-----


Fimela terbangun dengan kondisi perut keroncongan menahan lapar. Ia belum makan apapun sejak pulang sekolah. “Kau sudah bangun?”


Suara itu membuatnya terkesiap, ia segera mencari sumber suara itu. “Maafkan aku jika aku membuatmu kaget. Apa kau lapar?” Tanya Ivan dengan senyum hangat. “Kau.. memasak?” Tanya Fimela bingung.


Pasalnya ia melihat lelaki itu keluar dari arah belakang dengan membawa nampan berisi makanan dengan aroma yang harum. “Tidak, aku membelinya di restoran terdekat.” Jawab nya sembari menyajikan beberapa menu yang terlihat lezat di hadapan Fimela.


“Dalam kondisi hujan seperti sekarang?” Fimela membelalak, tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ivan terkekeh pelan, ia menjawab sembari tersenyum, “Aku tidak apa-apa kan sekarang?” Jawabnya.


Fimela hedak membuka mulutnya untuk mengeluarkan kalimat demi kalimat bantahan, tapi Ivan menyela. “Sudah, kau makanlah dulu.” Ucapnya dengan nada tegas yang membuat Fimela menurut dan memakan makanan yang tersaji disana.


Setelah beberapa suapan, ia baru menyadari jika Shiro sudah tidak ada pangkuannya. “Shiro? Kemana dia?” Gumam Fimela. Seketika itu ia merasa suatu benda halus menyentuh kakinya, meninggalkan rasa geli dan hangat disana. “Meong..”

__ADS_1


Shiro bermanja ria di kaki Fimela. “Hey, hentikan itu. Apa kau lapar?” Tanya Fimela sembari mengangkat tubuh Shiro gemas. “Dia sudah makan. Sekarang giliranmu yang makan.” Jawab Ivan. Ia mengambil Shiro dari gendongan Fimela.


“Em, baiklah.” Fimela mengangkat sendok dan menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Mereka tidak bicara sepatah katapun hingga Fimela menghabiskan makanannya.


“Aku sudah selesai.” Ucap Fimela sembari menyodorkan piring-piring makanan yang telah kosong, habis tanpa sisa. Ivan menumpuk piring-piring itu di atas nampan dan membawanya kembali ke dapur.


Fimela mengikutinya kedapur. “Boleh aku membantumu mencuci piring?” Tanya Fimela. “Oh, kau mau? Boleh saja.” Jawab Ivan. Kemudian mereka mencuci piring bersama yang diselingi dengan suara tawa masing-masing.


Setelah mencuci piring, “Hm, Fimela. Ada yang ingin aku katakan.” Ivan memulai pembicaraan dengan nada serius. “Apa?” Tanya Fimela. Mereka mendudukkan diri di sofa ruang tengah. “Apa kau mau menjadi pasanganku di acara bulan depan?” Tanya Ivan.


“Acara apa?” Tanya Fimela lagi. “Hari jadi sekolah.” Jawab Ivan dengan senyuman hangat. Fimela tampak berpikir sejenak, ‘Hari jadi sekolah ya?’ Pikirnya. “Baiklah, aku mau.” Jawabnya dengan senyuman yang sama hangatnya.


“Serius? Terima kasih. Mari, aku antar pulang.” Ivan mengulurkan tangannya. Fimela merasa ragu. Ia berpikir untuk pulang sendiri, tapi dalam kondisi hujan seperti ini ia tidak yakin apa dia bisa. Ia segera menepis keraguannya. “Mm, terima kasih senior.” Jawabnya tulus.


-----


Kali ini segini dulu aja..


Maaf banget nih kalau update nya terlalu sedikit..


Soalnya cuman sempet nya segini doang😩


Lain kali aku usahain buat update banyak lagi yah..😁


*******************


Terima kasih untuk para pembaca semua.


Terima kasih juga untuk vote, like, favorit, dan bintang nya.


Thank you all ~~

__ADS_1


__ADS_2