The Gardenia Story

The Gardenia Story
Episode 24 Awal Mula nya


__ADS_3

EPISODE 24 AWAL MULA NYA


Aline mengikuti mereka sampai di ruang konseling. “Apa yang mereka lakukan disini? Aku belum pernah ke daerah sini.” Gumam Aline. “Ah, apapun itu, yang terpenting sekarang kau harus memberitahukan ini pada Friska.” Aline beranjak pergi dari sana dan kembali ke kelasnya.


Dikelas 1A,


“Friska! Aku punya suatu hal penting yang harus aku beritahu kan padamu.” Seru Aline. Friska menoleh ke arah Aline, “Ada apa? Kenapa kau sampai seperti itu?” Tanya Friska. “Ini masalah senior Ignacio.” Jawab Aline. “Hah? Apa kau bilang? Ada apa dengan senior Ignacio?” Tanya Friska dengan nada ingin tau yang kental.


Di ruang konseling,


“Boleh Ibu tau siapa namamu?” Tanya bu Vivian. “Namaku Luna, bu.” Jawab Luna. “Luna, nama yang bagus. Baiklah sekarang apa masalahmu, sayang? Apa yang terjadi?” Tanya Bu Vivian dengan senyuman yang menghangatkan sekaligus menenangkan. “Em, jadi.. be-begini, bu.”


*flashback on*


“Aduh, aku harus membawa ini secepatnya. Ngomong-ngomong dimana kelasku?” Ucap Luna sembari membawa sebuah kotak yang lumayan besar dengan gelisah. Setelah berkeliling sambil menghapal peta sekolah, akhirnya Luna menemukan ruangan dimana tempat kotak besar itu berada sekarang.


Luna segera menuju ke ruangan kecil yang bisa disebut sebagai gudang. Jarak antara dia dan ruangan itu hanya beberapa inchi lagi. Tapi tanpa disengaja, Luna menabrak seseorang didepannya. Kotak yang ia bawa terjatuh dan isinya berhamburan kemana-mana.


“Ah, ma-maafkan aku. Maafkan aku. Aku sedang buru-buru.” Ucap Luna sembari membungkuk dan mengudarakan permintaan maaf. “Dasar, sialan. Kau lihat pakaianku? Kau merusaknya dengan noda-noda menyebalkan ini.” Ucap seorang lelaki dengan tubuh yang lumayan besar dan tinggi.


“A-aku benar-benar minta maaf. Aku tidak sengaja, kumohon maafkan aku.” Luna kembali menyuarakan permintaan maafnya. Lelaki itu bergeming, ia hanya menatap Luna dengan tatapan yang sulit didefinisikan. Luna merasa sedikit rishi dengan tatapan orang itu, hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat kepalanya dan kembali mengucapkan permintaan maaf serta menawarkan ganti rugi.


“A-aku benar-benar minta maaf. Kalau kau mau, aku bisa mengganti rugi pakaianmu itu.” Ucap Luna. “Heh, kau yakin? Memangnya kau bisa apa?” Tanya lelaki itu. “Eh? A-aku bisa membayar untuk kerugian pakaian baru? Atau, aku bisa mencuci nya untuk menghilangkan bekas noda itu.” Jawab Luna.

__ADS_1


Lelaki itu tampak tidak tertarik dengan tawaran Luna, “Begini saja, aku punya tawaran menarik. Kau tidak perlu membayar atau mencuci nya untuk mengganti kerugianku. Tapi aku punya satu syarat.” Ucap lelaki itu dengan nada misterius. “Hm, apa?” Tanya Luna dengan polosnya.


Lelaki itu telah membuka mulutnya untuk menyuarakan tawarannya. Tapi sebelum ia sempat berkata, bel masuk telah berbunyi. “Sial. Begini, kau siswa baru kan? Pada waktu istirahat nanti temui aku di belakang gedung sekolah. Jika kau tidak datang, kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan padamu.” Ucap lelaki itu, kemudian ia pergi meninggalkan Luna.


Sejujurnya, Luna menyesal karena telah menyetujui persyaratan lelaki asing itu. Tapi ia tidak bisa mundur, dia tidak punya pilihan lain selain menurut. Luna menghela napas panjang, lalu ia mengumpulkan barang-barang yang berhamburan dan memasukkannya kembali ke dalam kotak.


Waktu istirahat,


“Apakah benar tempatnya disini? Kenapa tidak ada orang? Apa aku salah tempat?” Gumam Luna. Ia terlalu sibuk mencari-cari, sampai ia tak sadar jika ada dua orang yang datang dari arah belakang. Dua orang tersebut berjalan mengendap-endap. Dengan langkah pasti, mereka berjalan mendekati Luna, dan byuurr…


Mereka menumpahkan air dari dalam ember yang mereka bawa. “Aaahh..” Luna basah kuyup, rambutnya, pakaiannya, seluruh tubuhnya dari atas sampai bawah. Dan yang lebih parah lagi, air itu dingin dengan bongkahan es kecil yang masih utuh didalamnya.


Lelaki yang ditabraknya tadi pagi, segera menghampiri Luna. “Hey, gadis kecil. Bagaimana? Apa kau puas? Gara-gara kau, aku jadi bahan tertawaan dikelas. Sekarang rasakan akibatnya.” Lelaki itu menatap Luna dengan tatapan menghina serta senyum puas diwajahnya. “Ke-kenapa.. kenapa kau lakukan ini? A-aku sudah minta maaf p-padamu bukan?” Tanya Luna diiringi dengan isak tangis yang tertahan.


Lelaki itu menunduk dan menatap Luna yang basah kuyup karena perbuatannya. Ia melepaskan kacamata Luna yang basah terkena air, “Sebenarnya kau lumayan cantik. Hanya tampilanmu benar-benar tidak menarik.” Ucap lelaki itu sembari mengamati Luna denga seksama.


Ia mengamati setiap jengkal tubuh Luna, tanpa melewatkan satu apapun. Luna memeluk dirinya sendiri, ia berusaha menghindari tatapan lelaki itu. Tapi sia-sia, pakaiannya basah kuyup dari atas sampai bawah dan memperlihatkan setiap lekuk tubuhnya. “Hm, tubuhmu bagus. Kenapa kau menutupinya dengan pakaian longgar? Tapi tak masalah, semua pakaian itu tak berguna sekarang.”


Lelaki itu mengeluarkan ponsel nya dan memberikannya pada dua orang yang telah menumpahkan air pada Luna. “Ambil ini, berikan gambar terbaik dari sudut yang paling tepat. Aku menginginkan setiap lekuk tubuhnya terlihat jelas dalam foto itu.” Ucap lelaki itu memberikan perintah.


Mendengar hal itu, Luna segera memaksa tubuhnya untuk bergerak dan pergi menjauh dari lelaki itu. Tetapi ia terlambat, lelaki itu menahan tubuhnya agar ia tetap duduk terlentang dengan posisi menghadap kedepan sambil menahan kedua tangan Luna dibelakang tubuhnya. Luna meronta, berusaha untuk melepaskan dirinya dari cengkraman lelaki jahat itu.


Tapi usahanya sia-sia, tubuhnya yang memang sedarai awal sudah kaku karena dinginnya air yang menimpa tubuhnya, dan sekarang ditambah dengan cengkraman lelaki itu yang begitu kuat menahan tubuhnya. Yang bisa Luna lakukan hanya menangis dan meneriakkan permintaan tolong. “Percuma kau berteriak gadis kecil. Tidak ada orang ditempat ini, tidak akan ada yang bisa menolongmu sekarang.” Bisik lelaki itu tepat di telinga Luna.

__ADS_1


“Le-lepaskan aku.. lepaskan aku.. huhuu.. kumohon, lepaskan aku.” Luna memohon pada lelaki itu, berharap bahwa lelaki itu akan iba dan segera melepaskannya. Bukannya melepaskannya, lelaki itu malah menarik paksa kemeja Luna sehingga semua kancing yang melekat disana terlepas dan benar-benar mengekspos tubuhnya yang indah.


“Hey, ubah modenya. Aku ingin kau merekam setiap inchi dari momen ini.” Ucap lelaki itu sembari tersenyum licik. Dua orang bertugas merekam kejadian itu, mendekat ke arah Luna untuk mengambil video dari jarak yang dekat untuk merekam setiap inchi tubuhnya dengan sangat jelas.


“Kumohon lepaskan.. huhuu..” Luna masih berusaha memohon pada lelaki itu, tapi ai tetap tidak menggubris permohonan Luna. Setelah beberapa waktu, rekaman selesai dan orang-orang itu segera mengembalikan ponsel yang mereka gunakan tadi kepada pemiliknya.


“Hm, bagus. Aku akan simpan ini baik-baik. Dan kau, jika kau tidak ingin aku mempublikasikan gambar-gambar mu tadi, maka kau harus menurut padaku. Kau mengerti?” Tanya lelaki itu sembari menghadapkan wajah Luna agar mengadap padanya. Luna tidak menjawab ucapan lelaki itu, ia hanya sibuk menahan emosi yang berputar didalam rongga dadanya.


“Oh? Jadi kau ingin orang lain juga menikmati tubuhmu dalam video ini? Baiklah, aku tak msalah berbagi dengan orang lain.” Ucap lelaki itu mengancam. “Ja-jangan! Kumohon jangan.. a-aku akan menuruti kata-katamu.” Jawab Luna. “Nah, seharusnya kau seperti itu sejak awal. Jadi kau tidak perlu mengancammu seperti ini. Aku ak…” Ucapan lelaki itu terhenti karena bel masuk telah berbunyi.


“Hey, pelajaran apa setelah ini?” Tanya lelaki itu pada dua orang pengikutnya yang setia menunggunya dibelakang. “Hm, programming?” Jawab orang itu dengan nada ragu. “Programming? Gawat, kita harus cepat. Pak Rey akan menghukum kita habis-habisan jika kita terlambat.” Ucap lelaki itu dengan nada gelisah.


“Hey, gadis kecil. Kau beruntung aku tidak melakukan apapun padamu. Tapi, kau tenang saja.. aku pasti akan melanjutkan ini.” Ucap lelaki itu yang kemudian pergi meninggalkan Luna dengan tubuhnya yang masih basah dan pakaiannya yang telah rusak.


*flashback off*


*******************


Terima kasih untuk para pembaca semua.


Terima kasih juga untuk vote, like, favorit, dan bintang nya.


Thank you all ~~

__ADS_1


__ADS_2