The Gardenia Story

The Gardenia Story
Episode 13 Penyamaran Ganda


__ADS_3

EPISODE 13 PENYAMARAN GANDA


Pagi hari, kediaman Arora, Chemira dan Fimela


Tok.. tok.. tok.. “Permisi, Nona.”


Suara ketukan pintu menarik perhatian Fimela, “Ya, sebentar.” Jawab Fimela. Seorang kurir mengantarkan banyak kantong-kantong berukuran sedang berisikan berbagai macam bibit-bibit tanaman. “Nona, ini semua kiriman dari tuan Prasaja. Beliau juga menugaskan beberapa orang tukang kebun untuk membantu nona mengurus keperluan usaha anda.” Kurir itu menjelaskan secara singkat apa yang sedang terjadi sekarang.


“Tunggu, kau orang kiriman om Prasaja?” Tanya Fimela. “Iya, Nona.” Jawab kurir itu masih dengan senyum ramahnya. Fimela merasa ada yang aneh dengan kurir ini, dia terasa asing. “Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya.” Fimela memutuskan untuk menyuarakan kecurigaannya. “Saya orang baru, Nona. Saya ditugaskan langsung oleh tuan Prasaja untuk mengantarkan semua ini kemari.” Kurir itu menjawab dengan suara yang tenang, seolah-olah dia memang orang baru yang ditugaskan kemari. “Ah iya, tuan memberianku ini. Ia bilang aku bisa tunjukkan ini pada nona jika anda tidak percaya padaku.” Sambung kurir itu sembari menunjukkan sebuah lencana khusus yang hanya dimiliki oleh orang-orang pilihan yang sedang menjalankan tugas.


Fimela mengambil lencana itu, ia memeriksa lencana itu dengan teliti. Lencana itu serupa dengan perhiasan biasa, yang membedakannya adalah hiasan batu ruby berwarna merah darah dengan ukiran nama ketiga keluarga di tengah nya. Lencana itu dinamakan Amethyst’s Badge.


“Baiklah, aku percaya. Tunggu sebentar.” Fimela mengembalikan lencana itu, kemudian ia pergi memanggil Chemira. “Chemira! Chemira!” Seru Fimela. Mendengar namanya dipanggil, Chemira segera menghentikan aktivitasnya dan keluar dari kamarnya. “Ada apa?” Tanya Chemira. “Papah mu mengirimkan seorang kurir untuk memberikanmu kejutan. Turunlah.” Ucap Fimela.


Chemira segera menghampiri kurir yang sedari tadi menunggu disana. “Siapa kau?” Chemira bertanya pada kurir itu dengan sedikit meninggikan nada bicaranya. “Saya orang baru yang ditugaskan kemari untuk membawa semua barang-barang ini.” Jawab kurir itu.


Fimela yang melihat sendiri Chemira yang tidak percaya pada kurir itu, memutuskan untuk angkat bicara. “Aku sudah memeriksa lencananya, kurasa itu asli. Kau bisa memeriksanya kembali.” Fimela memberikan sarannya pada Chemira. Chemira terlihat sedang berpikir, dan akhirnya ia memutuskan untuk memeriksanya kembali. “Kemarian lencanamu. Biarkan aku memeriksanya.” Kurir itu memberikan lencananya pada Chemira. Chemira memeriksa lencana itu dengan sangat hati-hati dan teliti.

__ADS_1


“Baiklah, kau bisa letakkan semua barang-barang itu di taman belakang. Dan kalian, ikuti aku.” Ucap Chemira memberikan perintah. Karena Chemira sedang sibuk, Fimela memutuskan untuk menemui Arora dikamarnya. Setelah sampai di depan pintu kamar Arora, ia tidak sengaja mendengar percakapan antara Arora dan dokter Viona.


“Nona, maaf kan aku jika aku salah bicara, tapi aku ingin bertanya suatu hal.” Tanya dokter Viona. “Ya, silahkan. Tanyakan saja. Aku akan jawab semampuku.” Jawab Arora. “Dimana nona mendapatkan suplemen dan obat-obatan ini?” Dokter Viona mengambil beberapa obat dan suplemen Arora. “Senior ku di sekolah yang memberikannya. Ada apa?” Arora meemperhatikan gerak-gerik dokter Viona yang sedikit aneh.


“Hm, Nona. Aku sudah memeriksa obat-obatan itu. Menurut hasil pemeriksaan ku, obat-obat itu tidak dijual. Atau dengan kata lain, obat itu hanya bisa didapatkan dengan cara diracik secara khusus.” Dokter Viona menjelaskan hal-hal yang ia temukan pada obat-obatan itu dengan sangat hati-hati.


“Diracik?” Arora mengulang kalimat dokter Viona untuk mencerna nya secara sempurna. “Iya, Nona. Dan hanya orang-orang tertentu yang punya akses untuk mendapatkan bahan-bahan racikan obat itu.” Dokter Viona kembali memjelaskan. “Obat itu memang ada di beberapa tempat khusus, tapi tempat-tempat itu berhubungan langsung dengan Pandora Corporation dan keturunan-keturunan mereka.” Dokter Viona mencoba memberikan penjelasan sedetail mungkin kepada Arora.


“Pandora Corporation? Dokter Viona, apa kau yakin?” Tanya Arora untuk memastikan informasi yang ia cerna tidak salah. “Ya, Nona. Aku yakin hanya keturunan mereka yang mampu meracik obat-obatan itu.” Ucap dokter Viona dengan sedikit nada pilu. Mendengar semua itu, Arora tak sanggup untuk membendung air mata nya. “Kakak….” Tangis nya pecah, Arora benar-benar tak mampu menahan perasaannya yang bergejolak saat ini.


Fimela yang tak sengaja mendengar hal itu dari balik pintu, ikut terperosok dan akhirnya ia juga tak sanggup membendung air mata yang saat ini sudah mengalir deras di pipinya.


Chemira bersama kurir dan beberapa tukang kebun yang dikirimkan oleh orang tuanya, membahas tentang rencana bisnis baru mereka, juga peran dari masing-masing orang disana. “Baiklah, segitu saja. Beritahu pada papah kalau aku, Arora dan Fimela akan mencoba mengurus usaha kami sendiri. Ia tak perlu khawatirkan kami.” Ucap Chemira pada sang kurir. “Baik, Nona. Akan saya sampaikan.” Jawab sang kurir, lalu ia segera berpamitan dan pergi dari sana.


“Apa yang harus kami lakukan sekarang, Nona?” Tanya salah seorang dari pekerja barunya. Chemira tampak berdiam diri sejenak untuk berpikir. “Kalian bisa beristirahat terlebih dahulu untuk sekarang. Kalian telah menempuh perjalanan jauh kemari, kalian pasti lelah.” Ucap Chemira sembari menatap seorang anak kecil yang berusia sekitar 7 tahun.


“Adik kecil, kemarilah.” Ucap Chemira lembut memanggil anak kecil itu. “Ayo, sana. Nona memnaggilmu.” Ucap seorang wanita pada anak kecil itu. Anak kecil itu mnedekati Chemira, dan Chemira pun menunduk untuk menyamakan tingginya dengan anak itu. “Adik kecil, kenapa kau ikut kemari?” Tanya Chemira lembut.

__ADS_1


“Ah, N-nona, a-aku.. a-aku hanya..” Anak itu terlihat ketakutan saat Chemira menyuarakan pertanyaan nya. “Tenanglah, adik. Panggil saja aku ‘kakak’. Tidak perlu takut seperti itu.” Ucap Chemira untuk menenangkan anak itu.


Malam hari nya,


Chemira dan Fimela berkumpul di ruang belajar untuk membahas hal apa saja yang terjadi hari ini, dan juga tentang rencana mereka selanjutnya. Fimela menceritakan hal yang ia dengar dari dokter Viona tadi pagi, juga dengan reaksi Arora setelah mendengarnya.Ia bisa mengerti hal itu, dank arena itulah mereka sekarang hanya membahasnya berdua, Arora sedang berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri saat ini.


“Fimela, tadi aku melihat ada seorang anak kecil yang mirip denganku saat aku seumuran dia. Dan, kami juga mudah akrab. Aku seperti merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Sesuatu seperti ikatan batin?” Chemira memutuskan untuk menceritakan hal yang membuatnya sakit kepala karena memikirkannya hingga saat ini. Fimela yang mendengar hal itu sedikit kesulitan untuk menelaah apa yang baru saja di katakana oleh Chemira. “Ikatan batin? Apa maksudmu?” Tanya Fimela.


“Aku tidak bisa mendeskripsikannya dengan sempurna. Aku tidak tau bagaimana menjelaskannya. Tapi saat aku melihat nya, aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku. Aku merasa bahwa dia sangat mirip denganku, hampir dalam segala hal. Aku merasa bahwa aku dan dia memiliki suatu ikatan misterius yang menghubungkan kami secara tidak langsung.” Chemira mencoba mendeskripsikan sejelas mungkin perasaannya saat ini.


Setelah beberapa lama, akhirnya Fimela


mengerti. “Bagaimana kalau kita selidiki tentang asal-usulnya juga?” Ucap Fimela mencoba memberikan sarannya. “Hm, baiklah. Kurasa tidak ada salahnya jika kita menyelidikinya juga.” Jawab Chemira memberikan respon atas saran Fimela.


********************


Terima kasih untuk para pembaca semua.

__ADS_1


Terima kasih juga untuk vote, like, favorit, dan bintang nya.


Thank you all ~~


__ADS_2