The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 12 : Kekejaman Dari Penyihir


__ADS_3

Di sebuah ruangan gelap, tepatnya di bawah tanah tampak potongan tubuh manusia digantung begitu saja dengan pengait, organ-organ tubuh seperti usus, jantung serta organ lainnya digantung menyentuh lantai sementara sosok orang bertubuh besar sedang menikmati sebuah tangan manusia di mulutnya.


Kurang tepat jika dipanggil sebagai manusia, dia adalah Disaster seseorang Orc yang terkena kutukan penyihir kerakusan, ia selalu lapar, lapar dan lapar hingga memakan apapun yang bisa dia makan, bahkan jika itu jarinya sendiri, itu bukanlah sesuatu yang mustahil.


Dia sebuah sosok mengerikan yang tercipta dari kerakusan.


Sekarang dia dipenjara di kerajaan Ediora dan dijadikan sebagai senjata pembunuh masal, dan setiap harinya dia disuguhi para penjahat di negara tersebut sebagai makanan.


Hanya menunggu waktu sampai negara ini berubah menjadi makanannya atau mungkin sosok yang lebih mengerikan akan menjemputnya.


Di luar istana kerajaan Ediora tampak seorang pria berambut putih berjalan dengan santainya menuju ratusan orang yang menyergapnya.


Tujuannya adalah istana yang jauh berada di depannya.


Satu orang melompat selagi mengayunkan pedangnya, dengan hanya menyentuh wajahnya tubuh penjaga itu meledak tanpa bersisa hingga seluruh organ, darah bahkan cairan otaknya berhamburan menyelimuti pasukan yang ketakutan.

__ADS_1


Pria berambut putih itu mengayunkan tangannya kembali secara menyamping dan kepala yang dilalui tangan itu berhamburan ke atas tanpa daya, semakin orang ingin melawannya maka semakin rasa takut yang akan diterimanya.


Dengan ringan pria itu mengumpulkan darah dari tubuh manusia yang dibunuhnya kemudian menjadikannya sebagai sebuah pedang, dengan kecepatan tinggi dia berjalan dan memotong siapapun menjadi potongan dadu bahkan seluruh kota terbelah bagaikan sebuah bencana yang mengerikan, apa yang terlukis dari semua ini adalah neraka.


Para pasukan yang mulai menyerah mulai berhamburan untuk bisa melarikan diri, namun tubuh mereka lagi-lagi diledakan, kota yang awalnya indah kini hanya berubah menjadi merah dengan aroma amis yang bisa membuat siapapun berteriak selagi memuntahkan isi perut mereka tanpa sisa.


Dalam sekejap hanya ada satu pria yang masih berdiri, dia mengenakan armor kuat dengan tangan memegang pedang sambil gemetaran.


"Se-sebenarnya siapa kau?"


"Penyihir dosa besar."


SRAK.


Tubuh pria malang itu terbelah dua dan jatuh ke tanah tanpa daya, setiap darah menyebar menjadi satu membentuk bola raksasa, sedangkan Rumus masih terus berjalan, di tangga yang dinaikinya para penjaga langsung terbunuh tanpa ampun.

__ADS_1


Dari awal mereka sudah salah untuk menyimpan sosok mengerikan di dalam negara ini dan sekarang penyihir lain ingin mengambil barang tersebut.


Bertepatan saat Rumus menghancurkan gerbang istana, bola darah yang sebelumnya dia buat meledak dahsyat hingga dalam sekejap satu negara hancur hanya dengan satu penyihir.


Rumus membunuh siapapun yang dia temui, muda, tua, anak-anak, wanita atau pria semuanya menjadi korban, inilah dosa dimilikinya bentuk dari keserakahannya yang tidak menginginkan siapapun hidup selain dirinya.


"Rumus," saat raja memanggil namanya tubuhnya langsung meledak.


"Mari lihat di mana kau menyembunyikan makhluk yang dibuat penyihir kerakusan."


Selagi menyilangkan tangan di belakang, Rumus berjalan menyusuri istana, ia memutuskan pergi ke ruang bawah tanah dan di sanalah dia menemukan apa yang dia cari.


"Akhirnya kutemukan kau."


Pintu hancur yang mana dalam seketika aroma daging busuk menyebar ke segala arah. Disaster yang selesai melahap satu tangan melirik ke arah orang yang memanggilnya.

__ADS_1


"Aku memiliki tugas untukmu."


__ADS_2