The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 60 : Pertarungan Akhir (Tamat)


__ADS_3

Valaha melangkah maju, setiap pukulannya berbenturan dengan Anita hingga memunculkan hembusan luar biasa seolah sebuah angin di sekelilingnya mengamuk.


Dalam pertarungan ini Anita memilih untuk tidak menggunakan kekuatan necromancernya agar tubuh Namira tidak hancur. Sebuah pukulan mengenai tubuh Anita beberapa kali begitu juga sebaliknya, keduanya mengeluarkan darah dari mulut mereka.


Sebelumnya Anita mampu dikalahkan oleh Valaha, tapi sekarang hasilnya sama sekali tidak bisa ditentukan.


Valaha mengirim tendangan yang mana ditangkap baik oleh Anita kemudian tubuhnya dibanting ke tanah beberapa kali sebelum dilemparkan menabrak bebatuan besar.


Valaha memunculkan sinar dari lingkaran sihirnya sebelum bisa menembak, Anita menahan dengan satu tanah sementara tangan lain memukul perutnya menciptakan kawah raksasa.


"Bagaimana kau bisa sekuat ini? Tubuhku seharusnya tidak bisa dilukai."


"Menurutmu sejak saat kita bertemu aku sama sekali tidak belajar, kau menyerap mana dari sekitarmu untuk membuat tubuhmu kuat tapi sekarang apa kau menyadarinya."


"Aku tidak bisa memperkuat tubuhku."


"Tepat sekali, saat kita bertarung aku menyuntikan cairan yang membuat tubuhmu kesulitan menggunakan kekuatanmu."


"Sejak kapan."


"Ketika kau fokus aku melemparkannya padamu."


"Sialan, lepaskan aku."


Anita mengirim seluruh energi ke tangannya kemudian dia lesatkan ke wajah Valaha hingga meledak dan mati dalam sekejap mata.


Anita bangkit lalu melirik ke arah Elric bersama tupai di bahunya selagi tersenyum senang.

__ADS_1


"Aku berhasil," katanya demikian.


"Sudah kubilang kita hanya harus mempercayainya."


"Benar sekali," balas Dewi Venus.


Anita menggendong tubuh Namira lalu bersama-sama mereka masuk lebih jauh, tidak ada keraguan dari perkataan Valaha dia mengatakan hal sebenarnya, itu bukti kenapa sebuah gerbang raksasa berada di sebuah altar dengan pintunya tidak tertutup.


"Jadi di sini para iblis itu muncul, jika kita bisa menutupnya maka iblis tidak akan bertambah banyak atau bahkan mereka akan tersedot kembali ke sini," atas pernyataan Elric Anita mengangguk mengiyakan, meski begitu gerbangnya sama sekali tidak bergerak bahkan dengan kekuatan Anita.


Anita melirik ke jasad Namira yang dia taruh di bawahnya.


"Mungkinkah?"


"Apa ada sesuatu?"


Elric dan Dewi Venus mengangguk mengiyakan, mereka mengubur tubuh Namira di tanah dan setelah selesai tiba-tiba saja sebuah pohon tumbuh di makamnya dari sana pohon itu mulai menumbuhkan dedaunan serta satu buah apel berwarna merah terang.


Anita berkata seolah mengerti sesuatu lalu memetiknya.


"Jadi begitu. Kurasa aku tahu kenapa Namira meletakkan wasiat agar tubuhnya dimakamkan di sini, semua itu demi ini... dia mencoba memperbaiki kesalahannya."


Tepat di depan gerbang itu Anita melemparkan apel di tangannya ke dalam gerbang dan seketika itu, gerbang itu mulai bergetar lalu angin tersedot ke dalamnya.


Anita meninju tanah lalu memegangi Elric supaya tidak terhisap.


Beberapa saat kemudian kumpulan iblis tertarik ke dalamnya, jumlahnya yang sangat banyak tak menghambat gerbang itu untuk melakukan tugasnya.

__ADS_1


Anita berkata di saat gerbang itu mulai menutup kembali.


"Sepertinya iblis hanya bisa hidup di dunia ini jika apel itu berada di dunia ini, sekarang apel itu telah kembali dan mereka juga akan diseret pergi."


"Kurasa ini akhirnya."


"Benar."


Mereka memerlukan waktu yang sama untuk kembali ke kota Night Tail ibukota kerajaan Ediora.


Di sana semua penduduk menyambut kedatangan mereka khususnya dua isti Elric yang lain bernama Fanilia Eldiora Cleo serta Mariella, Mina adiknya dan ibu Fanilia bernama Sonia Ediora juga turut berada di sana.


"Selamat datang kembali."


"Kami pulang."


Beberapa hari setelahnya Elric diangkat sebagai raja resmi kerajaan, seperti janjinya pada Dewi Venus, dia membuat sebuah kota suci untuk pengikutnya dengan patung dewi yang wajahnya tertutup seutuhnya.


Dengan ini insiden sebelumnya tidak akan terjadi dan Dewi Venus bisa pulang pergi ke surga kembali.


Elric berdiri di beranda istana bersama semua orang. Orang-orang yang menunggu kemunculan mereka berteriak semangat dari bawah.


"Hidup raja baru Elric, hidup yang mulia."


"Hidup."


"Kurasa kedepannya aku juga akan sibuk," gumam Elric dengan senyuman kecil.

__ADS_1


---Tamat.


__ADS_2