The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 23 : Desa Mati Dan Seorang Yang Kehilangan Ingatannya


__ADS_3

Dipandu kumpulan serigala, Elric dan kedua rekannya akhirnya bisa keluar dari hutan tanpa kesusahan, Mariella melambaikan tangannya ketika para serigala itu masuk ke dalam hutan lalu kembali menempel pada Elric.


Namira yang memperhatikan hanya cemberut dan berusaha untuk tidak memperlihatkannya sampai ketiganya tiba di sebuah desa kecil yang entah kenapa seluruhnya tampak rusak.


Ada beberapa noda terbakar serta darah mengering di setiap bagiannya terlebih sesuatu telah membawa Elric pada ingatan yang tidak semestinya dia ingat.


Kurang tepat jika disebut hanya ingatan lebih tepat ke arah mimpi. Namira yang sejak tadi memperhatikan Elric sejak lama bertanya.


"Kenapa Elric, kau berkeringat?"


"Tempat ini, sama seperti yang kuimpikan?


Sekarang Namira dan Mariella berfikir itu bukan hanya sekedar mimpi biasa.


"Mungkinkah ada roh yang sedang memberitahukan sesuatu pada tuan."


"Memangnya bisa begitu?"


"Tentu saja, hal seperti ini kadang selalu terjadi untuk sebagian orang."


"Yang dikatakan Mariella mungkin ada benarnya, apa tuan masih ingat kejadiannya?"


Elric kembali berfikir dan mulai mengikuti mimpinya, walau mengerikan dia tidak boleh lari.


Selagi berjalan dia menemukan lokasi yang mirip, di sini dia melihat berbagai pembantaian yang dilakukan para penyihir, jeritan semakin lama semakin terdengar jelas lalu seorang gadis kecil berteriak ke arahnya.

__ADS_1


"Tolong aku," tapi anehnya dia segera mengalihkan pandangannya ke tempat lain, ke sebuah rumah kecil yang berada jauh di luar desa.


Tanpa menunggu lagi Elric berlari ke sana dan kedua temannya mengikuti dari belakang. Sesampainya di sana mereka bertiga menerobos masuk tanpa ragu lalu melihat hal yang begitu mengejutkan.


"Ini semua?" ucap Elric tanpa terdengar siapapun.


Di ruangan ini ada sebuah tabung yang di tempatkan di tengahnya, yang lebih mengerikan di dalamnya diisi oleh tubuh gadis kecil yang telanjang.


Elric berjalan untuk memperhatikannya dari dekat, sudah jelas bahwa gadis itu, gadis yang mirip seperti dalam mimpinya.


Ia memiliki rambut sebahu merah muda dengan tubuh mungil, karena matanya tertutup, mata merah rubynya tidak bisa terlihat.


Namira berkeliling dan melihat berbagai berkas yang ditemukannya.


"Jadi begitu."


"Aah, Mariella keluarkan gadis itu dan pastikan tidak melukai tubuhnya."


"Baiklah."


Mariella menebas dengan pedang anginnya hingga sosok gadis itu keluar dan jatuh begitu saja di lantai.


"Dia masih hidup."


"Ya, sepertinya penyihir menggabungkan sel monster ke dalam tubuhnya, aku akan mengatakan bahwa dia bukan manusia lagi."

__ADS_1


Gadis itu membuka matanya lalu duduk dengan wajah kebingungan.


Saat Elric berlutut di dekatnya, gadis itu memeluknya.


"Lalu soal mimpinya?"


"Sepertinya itu berkat miliknya, yang bisa menghubungkan dirinya dengan orang lain melalui mimpi," balas Namira.


"Anu, bisakah kau melepaskanku?"


"Ah soal itu jangan khawatir umur dia mungkin sudah belasan tahun."


"Dia loli juga," teriak Elric sementara Mariella mengambil kain coklat untuk menutupi tubuh gadis tersebut.


Elric bertanya padanya.


"Siapa namamu?"


"Nama?" wanita itu memiringkan kepalanya lalu Namira memotong kembali.


"Ingatannya mungkin sudah terhapus, yang Elric lihat di dalam mimpinya bisa jadi merupakan ingatan terakhirnya."


"Dengan kata lain dia hanya wadah kosong tanpa ingatan," Mariella menegaskan yang mana dijawab anggukkan Namira.


Elric berdiri dan berkata dengan wajah agak sedih.

__ADS_1


"Kurasa begini lebih baik, apa yang kulihat di dalam mimpi begitu mengerikan yang tidak sepantasnya diingat oleh seseorang, mulai sekarang namamu adalah Mina, apa kau mau ikut dengan kami?"


__ADS_2