The Little Apple Garden

The Little Apple Garden
Chapter 46 : Kekuatan Pinjaman


__ADS_3

Anita kembali mengirim tinju kuat miliknya menghantam tubuh iblis tersebut hingga terdorong beberapa meter dari tempatnya berdiri, sejak pertarungan dimulai Anita telah mengalami kesakitan beberapa kali khususnya saat tubuh kecilnya dilempar begitu saja menabrak bangunan.


Dia mengulurkan kedua tangannya menciptakan lingkaran sihir api yang membakar kedua kaki iblis hingga menciptakan kepulan asap, kendati demikian menyerang iblis dengan api sesuatu yang sia-sia apalagi jika iblis tersebut juga menggunakan elemen yang sama.


Tanpa terduga sosok Elric telah muncul selagi berlari di atas rumah menuju iblis tersebut, dia berteriak.


"Anita tahan penggerakannya sebentar."


"Aku mengerti."


Anita melesat maju kemudian menghantamkan tangannya tepat di bawah permukaan tanah di depan sang iblis, pukulannya menciptakan sebuah retakan besar yang mampu membuat iblis tersebut kehilangan keseimbangan, di saat yang sama Elric telah melompat tepat di wajah iblis tersebut.


Dengan ringan dia menyodorkan ujung moncong senapannya di kening, tentu di dalamnya bukan hanya peluru biasa melainkan peluru khusus yang diciptakan oleh Dewi Iris.


Tepat Elric menarik pelatuknya timah panas menebus tengkoraknya, Elric yang jatuh ditangkap baik oleh Anita yang berada di bawahnya.


"Apa yang barusan itu?"


"Kepalanya akan meledak, cepat tinggalkan tempat ini."

__ADS_1


"Baiklah."


Baru beberapa meter menjauh, kepala iblis itu langsung meledak, kumpulan daging hancur berjatuhan dari langit bersamaan tetasan darah yang menyerupai hujan.


Anita menurunkan tubuh Elric hingga sesuatu jatuh di depan keduanya, itu adalah sebuah bola mata yang masih bergerak.


"Iblis ini mengirim kesadarannya ke dalam bola matanya, kita harus menghancurkannya."


Elric menembakan senapannya untuk meledakan bola mata tersebut dengan mudahnya. Walau mereka berhasil mengalahkan iblis tersebut kerusakan yang di alami tempat ini bukanlah hal sepele.


Perlu beberapa minggu atau bulan sampai pulih kembali.


Elric memakan roti lapis di tangannya, begitu juga Anita yang seperti biasa tidak pernah kesusahan membawa peti mati di punggungnya. Demi menguburkan seorang yang berada di dalamnya mereka melakukan perjalanan untuk menemukan tempat yang disebut The Little Apple Garden.


Tempat itu bukan sesuatu yang memiliki misteri atau sejarah mengerikan, tempat itu hanyalah...


Anita duduk di tepi sungai selagi merendam kedua kakinya untuk merasakan kesegaran air yang mengalir, sementara itu Elric mengeluarkan tupai di pakaiannya agar dia bisa berdiri dengan dua kaki miliknya sendiri.


Tak lama kemudian tupai yang sebelumnya hanya bisa memakan kacang bersinar terang lalu merubah dirinya menjadi sosok Dewi sesungguhnya. Elric sudah tahu bahwa Dewi di depannya sangat cantik meski begitu dia tidak bisa berhenti terpesona olehnya.

__ADS_1


Ia berusaha untuk mengalihkan pandangannya ke arah Anita yang cemberut.


"A-anita."


"Jika kau ingin menikahi Dewi Venus, aku tidak keberatan."


"Aku tidak mungkin melakukan itu, aku akan berusaha membiasakan diri dengan wujud Dewi Venus seperti ini."


Ketika seorang Dewi mendapatkan pengikutnya maka kekuatannya akan kembali, berhubung Elric telah menjadi pengikutnya setidaknya Dewi Venus bisa kembali ke wujudnya beberapa menit saja.


Walau sebentar Dewi Venus tampak terlihat senang dan ia memainkan kakinya di aliran sungai juga.


Meskipun sebenarnya Anita juga bisa mengembalikannya ke sedia kala dengan mudah hanya saja jika dilakukan itu akan menghambat perjalanan mereka.


Bagaimanpun dia sendiri yang mengubahnya menjadi tupai.


Diam-diam Elric berkata di dalam hatinya.


Suatu hari nanti kami akan membantunya untuk kembali ke surga, tapi sampai saat itu, aku harus membantu Anita lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2